2.206 Ha Lahan Pertanian Maros Terancam Kekeringan, Bupati Kerahkan Pompa Air
Rabu, 02 Sep 2026 11:38
Ilustrasi. Foto: Istimewa
MAROS - Kekeringan ekstrem mulai mengancam sektor pertanian di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Pemerintah Kabupaten Maros mencatat sekitar 2.206 hektare (ha) lahan pertanian berpotensi terdampak kekeringan.
Bupati Maros AS Chaidir Syam mengatakan, berdasarkan pendataan Dinas Pertanian, sejumlah wilayah mulai mengalami dampak kekeringan.
Kecamatan Tompobulu menjadi salah satu wilayah dengan kondisi paling parah.
"Data terakhir yang kami dapat dari Dinas Pertanian, sekitar 2.206 lahan pertanian ini berpotensi terdampak kekeringan," kata Chaidir Syam.
Di Kecamatan Tompobulu, terdapat sekitar 924 hektare lahan pertanian yang terdampak. Dari jumlah tersebut, 9 hektare dilaporkan sudah mengalami gagal panen, sementara 915 hektare lainnya masih belum memasuki masa panen dan berpotensi terdampak jika kekeringan terus berlangsung.
Selain Tompobulu, Kecamatan Tanralili juga mulai mengalami dampak kekeringan. Tercatat sekitar 3 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut mengalami gagal panen.
Chaidir menyebut sejumlah wilayah lainnya masih relatif aman. Kondisi tersebut tidak lepas dari langkah petani yang mempercepat masa tanam setelah pemerintah melakukan sosialisasi terkait prediksi cuaca dan kondisi BMKG.
"Alhamdulillah, karena sebelumnya kita sudah melakukan sosialisasi dari awal terkait kondisi BMKG sehingga ada yang menanam lebih cepat. Jadi sudah panen di Lau, Mandai, Bantimurung, Simbang dan Bontoa," ujarnya.
Untuk menyelamatkan tanaman yang masih bisa dipertahankan, Pemkab Maros melalui Dinas Pertanian telah menurunkan tim pemantau kekeringan sekaligus melakukan upaya pompanisasi.
Hingga saat ini, sebanyak 30 unit pompa air telah disalurkan kepada kelompok tani yang lahannya terdampak kekeringan. Pompa tersebut memiliki kapasitas 3 inci, 4 inci hingga 6 inci dan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian.
"Kita berharap potensi air yang ada di sana bisa dimanfaatkan. Sekarang sudah turun tim untuk melakukan pompanisasi," jelas Chaidir.
Sementara itu, Kecamatan Camba, Cenrana dan Mallawa disebut masih relatif hijau karena belum masuk kategori kering. Pemerintah tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi jika kondisi kekeringan meluas.
Tak hanya sektor pertanian, Pemkab Maros juga mendorong masyarakat tetap membuat lahan produktif selama musim kemarau. Salah satunya dengan mengalihkan sebagian lahan tambak dari budidaya ikan menjadi pengolahan garam.
"Intinya masyarakat, lahan itu tidak boleh menganggur, lahan itu tidak boleh tidak produktif. Kita lakukan upaya-upaya produktif untuk lahan-lahan tersebut," kata Chaidir.
Pemerintah Kabupaten Maros mencatat sekitar 2.206 hektare (ha) lahan pertanian berpotensi terdampak kekeringan.
Bupati Maros AS Chaidir Syam mengatakan, berdasarkan pendataan Dinas Pertanian, sejumlah wilayah mulai mengalami dampak kekeringan.
Kecamatan Tompobulu menjadi salah satu wilayah dengan kondisi paling parah.
"Data terakhir yang kami dapat dari Dinas Pertanian, sekitar 2.206 lahan pertanian ini berpotensi terdampak kekeringan," kata Chaidir Syam.
Di Kecamatan Tompobulu, terdapat sekitar 924 hektare lahan pertanian yang terdampak. Dari jumlah tersebut, 9 hektare dilaporkan sudah mengalami gagal panen, sementara 915 hektare lainnya masih belum memasuki masa panen dan berpotensi terdampak jika kekeringan terus berlangsung.
Selain Tompobulu, Kecamatan Tanralili juga mulai mengalami dampak kekeringan. Tercatat sekitar 3 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut mengalami gagal panen.
Chaidir menyebut sejumlah wilayah lainnya masih relatif aman. Kondisi tersebut tidak lepas dari langkah petani yang mempercepat masa tanam setelah pemerintah melakukan sosialisasi terkait prediksi cuaca dan kondisi BMKG.
"Alhamdulillah, karena sebelumnya kita sudah melakukan sosialisasi dari awal terkait kondisi BMKG sehingga ada yang menanam lebih cepat. Jadi sudah panen di Lau, Mandai, Bantimurung, Simbang dan Bontoa," ujarnya.
Untuk menyelamatkan tanaman yang masih bisa dipertahankan, Pemkab Maros melalui Dinas Pertanian telah menurunkan tim pemantau kekeringan sekaligus melakukan upaya pompanisasi.
Hingga saat ini, sebanyak 30 unit pompa air telah disalurkan kepada kelompok tani yang lahannya terdampak kekeringan. Pompa tersebut memiliki kapasitas 3 inci, 4 inci hingga 6 inci dan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian.
"Kita berharap potensi air yang ada di sana bisa dimanfaatkan. Sekarang sudah turun tim untuk melakukan pompanisasi," jelas Chaidir.
Sementara itu, Kecamatan Camba, Cenrana dan Mallawa disebut masih relatif hijau karena belum masuk kategori kering. Pemerintah tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi jika kondisi kekeringan meluas.
Tak hanya sektor pertanian, Pemkab Maros juga mendorong masyarakat tetap membuat lahan produktif selama musim kemarau. Salah satunya dengan mengalihkan sebagian lahan tambak dari budidaya ikan menjadi pengolahan garam.
"Intinya masyarakat, lahan itu tidak boleh menganggur, lahan itu tidak boleh tidak produktif. Kita lakukan upaya-upaya produktif untuk lahan-lahan tersebut," kata Chaidir.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
DPO Kasus Penggelapan, ASN Maros Terancam Dipecat
Seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Maros, Hj Raoda, terancam diberhentikan setelah diduga tidak masuk kerja tanpa keterangan sejak Juli 2025.
Minggu, 18 Okt 2026 17:12
News
BKPSDM Maros Dorong Digitalisasi Tata Kelola Pemerintahan
Pemkab Maros memperkuat transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan melalui bimtek penguatan pemerintahan digital, khususnya dalam perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi, efektif, dan efisien.
Jum'at, 16 Okt 2026 14:36
News
Kualitas Udara Maros Tidak Sehat, Siswa Diberi Masker
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, membagikan masker kepada siswa di sejumlah sekolah menyusul kualitas udara yang tidak sehat di Kabupaten Maros, Kamis (15/10/2026).
Kamis, 15 Okt 2026 12:34
Sulsel
BKPSDM Maros Gelar Bimtek Penguatan Kapasitas ASN dalam Pengelolaan APBD
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Maros menggelar bimtek penguatan kapasitas ASN dalam pengelolaan APBD yang efisien, efektif, dan akuntabel.
Kamis, 15 Okt 2026 12:06
Sulsel
Pemkab Maros Salurkan Susu untuk Anak Usia 5 hingga 8 Tahun
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros membagikan paket susu kepada anak-anak usia 5 hingga 8 tahun sebagai salah satu upaya mencegah stunting.
Rabu, 14 Okt 2026 14:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Borong 27 Dukungan DPC hingga DPP, Appi Selangkah Lagi Aklamasi Pimpin Demokrat Sulsel
2
Perumda Parkir Makassar Gandeng Aparat Tertibkan Jukir Liar
3
Ribuan Peserta Ikuti Forkot KORMI Kota Makassar
4
DPO Kasus Penggelapan, ASN Maros Terancam Dipecat
5
Menperin Apresiasi Matappa Academy Masmindo, Siapkan Tenaga Kerja Lokal
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Borong 27 Dukungan DPC hingga DPP, Appi Selangkah Lagi Aklamasi Pimpin Demokrat Sulsel
2
Perumda Parkir Makassar Gandeng Aparat Tertibkan Jukir Liar
3
Ribuan Peserta Ikuti Forkot KORMI Kota Makassar
4
DPO Kasus Penggelapan, ASN Maros Terancam Dipecat
5
Menperin Apresiasi Matappa Academy Masmindo, Siapkan Tenaga Kerja Lokal