Sekolah Pelosok di Maros Dapat Bantuan Motor Trail
Senin, 31 Agu 2026 14:10
Penyerahan secara simbolis bantuan motor trail untuk sekolah-sekolah pelosok di Kabupaten Maros. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menyerahkan 20 unit sepeda motor semi trail kepada sejumlah sekolah di wilayah terpencil dan pegunungan.
Penyerahan bantuan dilakukan Bupati Maros AS Chaidir Syam di Lapangan Pallantikang, Jalan Jenderal Sudirman No. 1, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Senin (31/8/2026).
Kendaraan tersebut disiapkan untuk mendukung mobilitas guru dan aktivitas sekolah yang berada di wilayah dengan akses sulit.
Chaidir mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus upaya pemerintah daerah membantu sekolah yang berada di daerah terpencil.
"Motor kita berikan bantuan ini sebenarnya juga bentuk apresiasi. 20 buah buat sekolah-sekolah yang berada di daerah-daerah terjauh," kata Chaidir.
Ia menyebut sejumlah sekolah penerima bantuan berada di Kecamatan Mallawa, Tompobulu, dan Camba.
"Misalnya kalau di Mallawa, SD di Wanawaru, kemudian di Tompobulu yang kemarin viral sekolah kolong, SD Tanete Bonto Parang, kemudian di Camba ada Huliang, ada Benteng," ujarnya.
Menurut Chaidir, sekolah-sekolah tersebut berada di kawasan pegunungan dengan medan yang sulit dilalui. Kondisi itu membuat guru dan pihak sekolah membutuhkan kendaraan yang sesuai dengan kondisi jalan.
"Mereka kadang kala memberikan keluh kesah untuk mencapai di sana butuh kendaraan yang betul-betul memadai untuk sampai di sana," jelasnya.
Chaidir menegaskan kendaraan tersebut menjadi fasilitas milik sekolah. Pihak sekolah diberikan kewenangan untuk mengatur penggunaannya sesuai kebutuhan.
"Kalau misalnya kepala sekolahnya kan sudah punya fasilitas, misalnya sudah ada sertifikasi, ada apa semua. Ya kalau dia mau arahkan misalnya guru-gurunya, kasihan ada yang gurunya yang memang perlu naik atau apa, ya silakan untuk guru-gurunya," jelasnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Asri Rajab, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung akses pendidikan di wilayah terpencil.
Menurutnya, 20 unit sepeda motor tersebut disiapkan sebagai kendaraan operasional sekolah, terutama bagi sekolah yang memiliki kondisi geografis sulit dijangkau.
Pengadaan kendaraan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Maros. Nilai pagu anggaran untuk 20 unit kendaraan tersebut mencapai Rp800 juta.
“APBD 20 unit motor, Rp800 juta nilai pagunya,” ujarnya.
Salah satu penerima bantuan, Kepala SDN 237 Labongko, Kecamatan Mallawa, Zainal Bakri, mengatakan akses menuju salah satu lokasi sekolah yang dipimpinnya cukup sulit.
Ia menjelaskan sekolah tersebut memiliki dua lokasi. Sekolah induk dapat dijangkau menggunakan mobil, sedangkan lokasi lainnya berada di wilayah yang lebih jauh dan hanya dapat dilalui kendaraan tertentu.
"Yang jarak jauh tidak bisa, hanya motor-motor tertentu yang bisa naik,” katanya.
Menurut Zainal, lokasi sekolah tersebut berada di kawasan Gattareng dengan medan berupa tanjakan dan tebing.
"Kalau yang di jarak jauhnya itu di Gattareng tempat tinggi, itu hanya motor kecil yang bisa naik dan tebing-tebing," ujarnya.
Ia berharap bantuan kendaraan tersebut dapat memudahkan mobilitas guru dan pihak sekolah, terutama untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses.
Hal serupa disampaikan Kepala SD 88 Sabantang, Kecamatan Tompobulu, Kaspan. Ia mengatakan akses menuju sekolahnya memiliki banyak tanjakan dan jalan berkelok.
Menurut Kaspan, jarak menuju sekolah sekitar 31 kilometer dari kaki gunung. Selama ini, ia bersama guru menggunakan sepeda motor biasa untuk menuju lokasi.
"Naik motor biasa. Motor gigi biasa, karena matic agak-agak sulit," ujarnya.
Penyerahan bantuan dilakukan Bupati Maros AS Chaidir Syam di Lapangan Pallantikang, Jalan Jenderal Sudirman No. 1, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Senin (31/8/2026).
Kendaraan tersebut disiapkan untuk mendukung mobilitas guru dan aktivitas sekolah yang berada di wilayah dengan akses sulit.
Chaidir mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus upaya pemerintah daerah membantu sekolah yang berada di daerah terpencil.
"Motor kita berikan bantuan ini sebenarnya juga bentuk apresiasi. 20 buah buat sekolah-sekolah yang berada di daerah-daerah terjauh," kata Chaidir.
Ia menyebut sejumlah sekolah penerima bantuan berada di Kecamatan Mallawa, Tompobulu, dan Camba.
"Misalnya kalau di Mallawa, SD di Wanawaru, kemudian di Tompobulu yang kemarin viral sekolah kolong, SD Tanete Bonto Parang, kemudian di Camba ada Huliang, ada Benteng," ujarnya.
Menurut Chaidir, sekolah-sekolah tersebut berada di kawasan pegunungan dengan medan yang sulit dilalui. Kondisi itu membuat guru dan pihak sekolah membutuhkan kendaraan yang sesuai dengan kondisi jalan.
"Mereka kadang kala memberikan keluh kesah untuk mencapai di sana butuh kendaraan yang betul-betul memadai untuk sampai di sana," jelasnya.
Chaidir menegaskan kendaraan tersebut menjadi fasilitas milik sekolah. Pihak sekolah diberikan kewenangan untuk mengatur penggunaannya sesuai kebutuhan.
"Kalau misalnya kepala sekolahnya kan sudah punya fasilitas, misalnya sudah ada sertifikasi, ada apa semua. Ya kalau dia mau arahkan misalnya guru-gurunya, kasihan ada yang gurunya yang memang perlu naik atau apa, ya silakan untuk guru-gurunya," jelasnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Asri Rajab, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung akses pendidikan di wilayah terpencil.
Menurutnya, 20 unit sepeda motor tersebut disiapkan sebagai kendaraan operasional sekolah, terutama bagi sekolah yang memiliki kondisi geografis sulit dijangkau.
Pengadaan kendaraan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Maros. Nilai pagu anggaran untuk 20 unit kendaraan tersebut mencapai Rp800 juta.
“APBD 20 unit motor, Rp800 juta nilai pagunya,” ujarnya.
Salah satu penerima bantuan, Kepala SDN 237 Labongko, Kecamatan Mallawa, Zainal Bakri, mengatakan akses menuju salah satu lokasi sekolah yang dipimpinnya cukup sulit.
Ia menjelaskan sekolah tersebut memiliki dua lokasi. Sekolah induk dapat dijangkau menggunakan mobil, sedangkan lokasi lainnya berada di wilayah yang lebih jauh dan hanya dapat dilalui kendaraan tertentu.
"Yang jarak jauh tidak bisa, hanya motor-motor tertentu yang bisa naik,” katanya.
Menurut Zainal, lokasi sekolah tersebut berada di kawasan Gattareng dengan medan berupa tanjakan dan tebing.
"Kalau yang di jarak jauhnya itu di Gattareng tempat tinggi, itu hanya motor kecil yang bisa naik dan tebing-tebing," ujarnya.
Ia berharap bantuan kendaraan tersebut dapat memudahkan mobilitas guru dan pihak sekolah, terutama untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses.
Hal serupa disampaikan Kepala SD 88 Sabantang, Kecamatan Tompobulu, Kaspan. Ia mengatakan akses menuju sekolahnya memiliki banyak tanjakan dan jalan berkelok.
Menurut Kaspan, jarak menuju sekolah sekitar 31 kilometer dari kaki gunung. Selama ini, ia bersama guru menggunakan sepeda motor biasa untuk menuju lokasi.
"Naik motor biasa. Motor gigi biasa, karena matic agak-agak sulit," ujarnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Kualitas Udara Maros Tidak Sehat, Siswa Diberi Masker
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, membagikan masker kepada siswa di sejumlah sekolah menyusul kualitas udara yang tidak sehat di Kabupaten Maros, Kamis (15/10/2026).
Kamis, 15 Okt 2026 12:34
Sulsel
BKPSDM Maros Gelar Bimtek Penguatan Kapasitas ASN dalam Pengelolaan APBD
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Maros menggelar bimtek penguatan kapasitas ASN dalam pengelolaan APBD yang efisien, efektif, dan akuntabel.
Kamis, 15 Okt 2026 12:06
Sulsel
Pemkab Maros Salurkan Susu untuk Anak Usia 5 hingga 8 Tahun
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros membagikan paket susu kepada anak-anak usia 5 hingga 8 tahun sebagai salah satu upaya mencegah stunting.
Rabu, 14 Okt 2026 14:33
Sulsel
Pilkades Serentak Maros Digelar April 2027, Diikuti 64 Desa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mulai mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung April 2027.
Selasa, 13 Okt 2026 13:50
Sulsel
Bupati Maros Bagi-bagi Masker ke ASN
Bupati Maros, AS Chaidir Syam membagi-bagikan masker kepada seluruh ASN. Pembagian masker dilakukan saat apel rutin Pemkab Maros di Lapangan Pallantikang, Senin (12/10/2026).
Senin, 12 Okt 2026 09:58
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Angka Kemiskinan di Sidrap Turun jadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah Ketiga di Sulsel
2
Diwakili Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Appi Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Musda
3
Demokrat Parepare Sebut Sudah 13 DPC Kabupaten/kota Dukung Appi Maju Musda Sulsel
4
Pembekalan Tahfizh, Perkuat Karakter Qur’ani dan Budaya Kampus Islami
5
BKPSDM Maros Gelar Bimtek Penguatan Kapasitas ASN dalam Pengelolaan APBD
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Angka Kemiskinan di Sidrap Turun jadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah Ketiga di Sulsel
2
Diwakili Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Appi Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Musda
3
Demokrat Parepare Sebut Sudah 13 DPC Kabupaten/kota Dukung Appi Maju Musda Sulsel
4
Pembekalan Tahfizh, Perkuat Karakter Qur’ani dan Budaya Kampus Islami
5
BKPSDM Maros Gelar Bimtek Penguatan Kapasitas ASN dalam Pengelolaan APBD