Kekeringan Makin Parah, Sejumlah Masjid di Maros Akan Gelar Salat Istisqa
Selasa, 01 Sep 2026 15:34
Bupati Maros, AS Chaidir Syam dalam sebuah kesempatan. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Sejumlah masjid di Kabupaten Maros akan menggelar salat Istisqa atau salat meminta hujan menyusul kondisi kekeringan yang semakin meluas akibat El Nino.
Bupati Maros AS Chaidir Syam mengatakan, surat imbauan pelaksanaan Salat Istisqa telah dikeluarkan kepada sejumlah masjid di Kabupaten Maros.
"Kita sudah mengeluarkan surat imbauan, akan ada beberapa masjid di hari Jumat nanti akan melakukan salat meminta turunnya hujan," katanya kepada awak media, Selasa (1/9/2026).
Mantan Ketua DPRD Maros itu mengatakan, kondisi El Nino saat ini semakin parah. Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, belum ada tanda-tanda curah hujan akan turun dalam waktu dekat.
"Prediksinya, hujan baru akan turun di bulan Oktober, tapi saat ini sebagian wilayah sudah terjadi kemarau," ujarnya.
Chaidir menyebut, sebelumnya terdapat tujuh wilayah yang berstatus merah akibat kekeringan.
Ketujuh wilayah tersebut yakni Kecamatan Bontoa, Lau, Maros Baru, Marusu, Turikale, Mandai dan Moncongloe.
Namun, beberapa kecamatan lainnya juga mulai terkena dampak kekeringan.
Salah satu dampak paling terasa terjadi pada pelayanan air bersih dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pattontongan.
IPA Pattontongan kini tidak lagi dapat melayani masyarakat karena sumber air dari Lekopancing telah mengering.
"Sumber airnya dari Lekopancing sudah tidak ada lagi air yang mengalir," katanya.
Kondisi tersebut berdampak terhadap pelayanan air bersih di Kecamatan Mandai, Moncongloe dan Tanralili.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Pemkab Maros terus melakukan distribusi air bersih dengan memanfaatkan sumber air lainnya menggunakan mobil tangki.
Bantuan air bersih juga datang dari pihak swasta melalui program CSR, Palang Merah Indonesia (PMI), serta sejumlah organisasi kemasyarakatan.
Chaidir berharap kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Maros dapat segera berakhir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros, Towadeng, mengatakan, dalam sebulan terakhir pihaknya menyalurkan sekitar 16 tangki air bersih setiap hari.
Jumlah tersebut kemudian ditingkatkan menjadi 20 tangki per hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.
"Minggu depan kami rencana tambahan armada lagi dua unit dari Balai Pompengan," bebernya.
Dengan kapasitas setiap tangki mencapai 5.000 liter, sebanyak 20 tangki dapat mendistribusikan sekitar 100 ribu liter air bersih setiap hari.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 25 persen dibandingkan distribusi sebelumnya yang mencapai 16 tangki atau sekitar 80 ribu liter per hari.
Bupati Maros AS Chaidir Syam mengatakan, surat imbauan pelaksanaan Salat Istisqa telah dikeluarkan kepada sejumlah masjid di Kabupaten Maros.
"Kita sudah mengeluarkan surat imbauan, akan ada beberapa masjid di hari Jumat nanti akan melakukan salat meminta turunnya hujan," katanya kepada awak media, Selasa (1/9/2026).
Mantan Ketua DPRD Maros itu mengatakan, kondisi El Nino saat ini semakin parah. Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, belum ada tanda-tanda curah hujan akan turun dalam waktu dekat.
"Prediksinya, hujan baru akan turun di bulan Oktober, tapi saat ini sebagian wilayah sudah terjadi kemarau," ujarnya.
Chaidir menyebut, sebelumnya terdapat tujuh wilayah yang berstatus merah akibat kekeringan.
Ketujuh wilayah tersebut yakni Kecamatan Bontoa, Lau, Maros Baru, Marusu, Turikale, Mandai dan Moncongloe.
Namun, beberapa kecamatan lainnya juga mulai terkena dampak kekeringan.
Salah satu dampak paling terasa terjadi pada pelayanan air bersih dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pattontongan.
IPA Pattontongan kini tidak lagi dapat melayani masyarakat karena sumber air dari Lekopancing telah mengering.
"Sumber airnya dari Lekopancing sudah tidak ada lagi air yang mengalir," katanya.
Kondisi tersebut berdampak terhadap pelayanan air bersih di Kecamatan Mandai, Moncongloe dan Tanralili.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Pemkab Maros terus melakukan distribusi air bersih dengan memanfaatkan sumber air lainnya menggunakan mobil tangki.
Bantuan air bersih juga datang dari pihak swasta melalui program CSR, Palang Merah Indonesia (PMI), serta sejumlah organisasi kemasyarakatan.
Chaidir berharap kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Maros dapat segera berakhir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros, Towadeng, mengatakan, dalam sebulan terakhir pihaknya menyalurkan sekitar 16 tangki air bersih setiap hari.
Jumlah tersebut kemudian ditingkatkan menjadi 20 tangki per hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.
"Minggu depan kami rencana tambahan armada lagi dua unit dari Balai Pompengan," bebernya.
Dengan kapasitas setiap tangki mencapai 5.000 liter, sebanyak 20 tangki dapat mendistribusikan sekitar 100 ribu liter air bersih setiap hari.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 25 persen dibandingkan distribusi sebelumnya yang mencapai 16 tangki atau sekitar 80 ribu liter per hari.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Jemaah Haji Maros 2027 Bertambah Jadi 475 Orang
Jumlah calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Maros untuk musim haji 2027 kembali bertambah. Dari sebelumnya 463 orang, kini tercatat sebanyak 475 jemaah.
Selasa, 08 Sep 2026 16:41
News
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengusulkan agar pemberangkatan jemaah haji asal Maros pada musim haji mendatang dipusatkan di satu lokasi, yakni Masjid Al-Markaz.
Selasa, 08 Sep 2026 15:22
Sulsel
Bapenda Maros Perpanjang Kebijakan Penghapusan Denda PBB-P2
Pemerintah Kabupaten Maros melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memperpanjang kebijakan penghapusan sanksi administratif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 31 Desember 2026.
Kamis, 03 Sep 2026 12:30
Sulsel
PDAM Makassar Siaga Tangki Air Gratis untuk Pelanggan, Hubungi Nomor Ini
Perumda Air Minum Kota Makassar mengoptimalkan layanan bantuan air bersih melalui mobil tangki bagi pelanggan yang terdampak penurunan suplai air baku ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2 dan IPA 3 akibat rendahnya curah hujan dan kondisi kekeringan.
Rabu, 02 Sep 2026 15:23
News
2.206 Ha Lahan Pertanian Maros Terancam Kekeringan, Bupati Kerahkan Pompa Air
Kekeringan ekstrem mulai mengancam sektor pertanian di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Rabu, 02 Sep 2026 11:38
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
2
Transaksi BBM Subsidi Tak Wajar, Pertamina Sulawesi Blokir 4.767 QR Code
3
Sekelompok Pria Timbulkan Keresahan di Kawasan Putri SPIDI, Siswi hingga Guru Merasa Tak Aman
4
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, Siswa Kelas XI SMA IT Arrahmah Mengabdi di Leang-Leang
5
Pemkot Makassar Kaji Aspek Geografis dan Regulasi Calon TPU Baru di Maros
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
2
Transaksi BBM Subsidi Tak Wajar, Pertamina Sulawesi Blokir 4.767 QR Code
3
Sekelompok Pria Timbulkan Keresahan di Kawasan Putri SPIDI, Siswi hingga Guru Merasa Tak Aman
4
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, Siswa Kelas XI SMA IT Arrahmah Mengabdi di Leang-Leang
5
Pemkot Makassar Kaji Aspek Geografis dan Regulasi Calon TPU Baru di Maros