PLN Perkuat Satgas Kaltana Kaluku Bodoa Hadapi Kekeringan dan Kebakaran

Senin, 31 Agu 2026 17:32
PLN Perkuat Satgas Kaltana Kaluku Bodoa Hadapi Kekeringan dan Kebakaran
Melalui Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026, PLN UIP Sulawesi berharap masyarakat Kaluku Bodoa semakin tangguh dan mampu melakukan mitigasi secara mandiri. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Menghadapi risiko kekeringan dan kebakaran di tengah kemarau panjang, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat kapasitas masyarakat Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, melalui pelatihan dan simulasi tanggap darurat, Sabtu (29/8).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026: Mitigasi Risiko Kekeringan dan Kebakaran. Program ini menyasar penguatan kesiapsiagaan masyarakat, terutama di kawasan permukiman yang rentan terdampak kekeringan dan memiliki keterbatasan akses air bersih.

Pelatihan melibatkan Satgas Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) Kaluku Bodoa, BPBD Kota Makassar, Pemerintah Kecamatan Tallo, Pemerintah Kelurahan Kaluku Bodoa, serta masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan mencakup Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan risiko kekeringan dan kebakaran, edukasi mitigasi bencana, pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), pertolongan pertama, evakuasi mandiri, hingga workshop penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan simulasi tanggap darurat.

Penguatan kapasitas tersebut dinilai penting seiring status tanggap darurat bencana kekeringan yang berlaku di Kota Makassar. Melalui pelatihan, masyarakat diharapkan mampu mengenali potensi bahaya, melakukan pencegahan, serta mengambil tindakan awal secara cepat ketika terjadi kondisi darurat.

Camat Tallo yang diwakili Nurtjintin mengapresiasi dukungan PLN UIP Sulawesi dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Kaluku Bodoa.

“Di tengah musim kemarau panjang ini, kita bersyukur dengan hadirnya Satgas Kaltana yang membantu pemerintah mengantisipasi kekeringan dan kebakaran sejak dini. Saya berharap ilmu dari pelatihan ini dapat diserap dengan serius agar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PLN atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Perwakilan BPBD Kota Makassar, Risman Ruslan, mengatakan Satgas Kaltana memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam penanganan awal ketika terjadi kondisi darurat di lingkungan masyarakat.

“Saat bencana terjadi, warga dan tetangga adalah penolong pertama. Dalam status tanggap darurat ini, simulasi APAR dan pelatihan pertolongan pertama sangat penting agar Satgas Kaltana selalu siap dan sigap membantu masyarakat,” kata Risman.

Menurut dia, dukungan perlengkapan dari PLN juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan Satgas Kaltana.

General Manager PLN UIP Sulawesi I Gusti Made Aditya San Adinatha mengatakan, program tersebut merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung ketahanan masyarakat menghadapi risiko bencana.

“Melalui pelatihan dan simulasi tanggap darurat ini, kami berharap Satgas Kaltana dan masyarakat Kaluku Bodoa semakin cepat tanggap, memahami langkah pencegahan, serta mampu melakukan respons awal ketika menghadapi risiko kekeringan maupun kebakaran,” ujar Aditya.

Selain kesiapsiagaan bencana, PLN juga mendorong masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan kelistrikan sebagai bagian dari upaya pencegahan kebakaran.

Aditya mengatakan penggunaan listrik yang tidak aman, seperti kabel rusak, stop kontak bertumpuk, dan instalasi yang tidak sesuai standar, dapat meningkatkan risiko kebakaran di lingkungan permukiman.

“Keselamatan kelistrikan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan kebakaran. Karena itu, kami berharap edukasi yang diberikan dapat diterapkan mulai dari rumah masing-masing, sehingga masyarakat tidak hanya siap menghadapi bencana, tetapi juga mampu mencegah risiko sejak dini,” tambahnya.

Melalui Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026, PLN UIP Sulawesi berharap masyarakat Kaluku Bodoa semakin tangguh dan mampu melakukan mitigasi secara mandiri. Program tersebut sekaligus memperkuat sinergi PLN, pemerintah, BPBD, dan masyarakat dalam mengurangi risiko serta dampak bencana secara berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru