PLN Ungkap Alasan Pemadaman Listrik di Sulsel, Berlangsung hingga Empat Hari
Senin, 31 Agu 2026 23:24
PLN membeberkan alasan pemadaman listrik bergilir di Sulsel akibat akibat pengaturan beban yang dilakukan selama pemeliharaan sejumlah fasilitas ketenagalistrikan. Foto/Ilustrasi/IST
MAKASSAR - Sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan mengalami pemadaman listrik bergilir sejak Senin (31/8). PT PLN menyebut kondisi tersebut terjadi akibat pengaturan beban yang dilakukan selama pemeliharaan sejumlah fasilitas ketenagalistrikan.
Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Sulselrabar, Niki Hendra Setiawan, mengatakan pengaturan beban mulai dilakukan sejak sekitar pukul 09.00 WITA.
Menurut Niki, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus memastikan pasokan listrik tetap dapat disalurkan kepada pelanggan selama proses pemeliharaan berlangsung.
“Secara resmi kami sampaikan bahwa ini murni terkait dengan pemeliharaan fasilitas ketenagalistrikan,” kata Niki dalam keterangannya kepada wartawan di Makassar, Senin malam.
Ia menjelaskan, pemeliharaan mencakup sejumlah infrastruktur kelistrikan, antara lain jaringan, gardu, trafo, serta peralatan pendukung lainnya.
Pemeliharaan tersebut dilakukan di sejumlah wilayah kerja PLN UID Sulselrabar. Dampaknya tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah karena pengaturan beban dilakukan secara bergantian.
Niki menyebut pemadaman dapat berlangsung sekitar 1 hingga 3,5 jam per hari, tergantung kondisi sistem dan kebutuhan pengaturan beban.
“Diupayakan tidak mengalami pemadaman berkali-kali. Kalau hari ini satu daerah padam, besok diupayakan tidak daerah itu lagi yang padam,” ujarnya.
PLN menargetkan kondisi kelistrikan kembali normal dalam waktu sekitar empat hari. Namun, Niki mengatakan pihaknya terus berupaya menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.
“InsyaAllah empat hari itu sudah kembali. Kami mengupayakan secepatnya sebelum empat hari sudah kembali normal,” katanya.
Antisipasi Kemarau dan El Nino
Selain pemeliharaan infrastruktur, kondisi pasokan listrik Sulsel juga menjadi perhatian menjelang musim kemarau. Sistem kelistrikan di wilayah tersebut memiliki ketergantungan yang cukup besar terhadap pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Niki mengatakan debit air pada sejumlah PLTA memang mengalami penurunan. Namun, menurut dia, kondisi tersebut sejauh ini belum berdampak terhadap produksi listrik PLN.
Ia mencontohkan PLTA Poso yang membutuhkan level air di atas sekitar 510 meter di atas permukaan laut (mdpl) untuk dapat beroperasi secara maksimal.
“Kalau tidak terjadi perubahan terkait dengan cuaca, kita memang menuju ke arah sana,” ujar Niki saat ditanya mengenai potensi dampak El Nino terhadap pasokan listrik.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PLN menyiapkan sejumlah langkah, termasuk pemeliharaan jaringan dan peralatan kelistrikan, penambahan kapasitas pembangkit, serta koordinasi dengan pihak terkait mengenai ketersediaan energi primer.
Pembangkit lain di Sulawesi Selatan, seperti PLTU, PLTD, dan PLTG, juga disiapkan untuk mendukung sistem kelistrikan. Namun, pengoperasiannya tetap bergantung pada ketersediaan energi primer seperti batu bara dan bahan bakar minyak.
Niki mengakui potensi pemadaman tetap ada apabila kondisi kemarau berdampak signifikan terhadap kemampuan pembangkit, khususnya pembangkit berbasis tenaga air.
“Potensi itu tetap ada. Hanya saja bagaimana kita menghadapi potensi itu,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan PLN masih melakukan berbagai upaya mitigasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga kecukupan pasokan listrik.
Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Sulselrabar, Niki Hendra Setiawan, mengatakan pengaturan beban mulai dilakukan sejak sekitar pukul 09.00 WITA.
Menurut Niki, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus memastikan pasokan listrik tetap dapat disalurkan kepada pelanggan selama proses pemeliharaan berlangsung.
“Secara resmi kami sampaikan bahwa ini murni terkait dengan pemeliharaan fasilitas ketenagalistrikan,” kata Niki dalam keterangannya kepada wartawan di Makassar, Senin malam.
Ia menjelaskan, pemeliharaan mencakup sejumlah infrastruktur kelistrikan, antara lain jaringan, gardu, trafo, serta peralatan pendukung lainnya.
Pemeliharaan tersebut dilakukan di sejumlah wilayah kerja PLN UID Sulselrabar. Dampaknya tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah karena pengaturan beban dilakukan secara bergantian.
Niki menyebut pemadaman dapat berlangsung sekitar 1 hingga 3,5 jam per hari, tergantung kondisi sistem dan kebutuhan pengaturan beban.
“Diupayakan tidak mengalami pemadaman berkali-kali. Kalau hari ini satu daerah padam, besok diupayakan tidak daerah itu lagi yang padam,” ujarnya.
PLN menargetkan kondisi kelistrikan kembali normal dalam waktu sekitar empat hari. Namun, Niki mengatakan pihaknya terus berupaya menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.
“InsyaAllah empat hari itu sudah kembali. Kami mengupayakan secepatnya sebelum empat hari sudah kembali normal,” katanya.
Antisipasi Kemarau dan El Nino
Selain pemeliharaan infrastruktur, kondisi pasokan listrik Sulsel juga menjadi perhatian menjelang musim kemarau. Sistem kelistrikan di wilayah tersebut memiliki ketergantungan yang cukup besar terhadap pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Niki mengatakan debit air pada sejumlah PLTA memang mengalami penurunan. Namun, menurut dia, kondisi tersebut sejauh ini belum berdampak terhadap produksi listrik PLN.
Ia mencontohkan PLTA Poso yang membutuhkan level air di atas sekitar 510 meter di atas permukaan laut (mdpl) untuk dapat beroperasi secara maksimal.
“Kalau tidak terjadi perubahan terkait dengan cuaca, kita memang menuju ke arah sana,” ujar Niki saat ditanya mengenai potensi dampak El Nino terhadap pasokan listrik.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PLN menyiapkan sejumlah langkah, termasuk pemeliharaan jaringan dan peralatan kelistrikan, penambahan kapasitas pembangkit, serta koordinasi dengan pihak terkait mengenai ketersediaan energi primer.
Pembangkit lain di Sulawesi Selatan, seperti PLTU, PLTD, dan PLTG, juga disiapkan untuk mendukung sistem kelistrikan. Namun, pengoperasiannya tetap bergantung pada ketersediaan energi primer seperti batu bara dan bahan bakar minyak.
Niki mengakui potensi pemadaman tetap ada apabila kondisi kemarau berdampak signifikan terhadap kemampuan pembangkit, khususnya pembangkit berbasis tenaga air.
“Potensi itu tetap ada. Hanya saja bagaimana kita menghadapi potensi itu,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan PLN masih melakukan berbagai upaya mitigasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga kecukupan pasokan listrik.
(TRI)
Berita Terkait
News
PLN UID Sulselrabar Pantau Sistem Kelistrikan 24 Jam, Pastikan Pembangkit Optimal
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) memperkuat pemantauan sistem kelistrikan selama 24 jam.
Selasa, 08 Sep 2026 15:56
News
PLTU Jeneponto Kembali Beroperasi, PLN Percepat Pemulihan Listrik Sistem Sulbagsel
PLN terus mempercepat pemulihan sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) dengan mengoptimalkan seluruh sumber pasokan yang tersedia.
Senin, 07 Sep 2026 18:17
Sulsel
Pemadaman Listrik 6,5 Jam Jadi Batas Kompensasi PLN untuk Pelanggan
PT PLN (Persero) memastikan bahwa setiap pemberian kompensasi atas gangguan atau pemadaman aliran listrik kepada pelanggan tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
Kamis, 03 Sep 2026 20:58
Sulsel
Warga Lutim Resah Pemadaman Listrik Bergilir, PLN Ungkap Penyebabnya
Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Luwu Timur dalam beberapa hari terakhir akhirnya mendapat penjelasan dari PT PLN (Persero)
Rabu, 02 Sep 2026 17:42
News
230 Petugas Dikerahkan, PLN Percepat Pemeliharaan Sistem Kelistrikan Sulbagsel
PLN UID Sulselrabar mengerahkan lebih dari 230 petugas teknik untuk mempercepat pemeliharaan sejumlah infrastruktur ketenagalistrikan pada sistem Sulbagsel.
Rabu, 02 Sep 2026 14:51
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
2
Transaksi BBM Subsidi Tak Wajar, Pertamina Sulawesi Blokir 4.767 QR Code
3
Sekelompok Pria Timbulkan Keresahan di Kawasan Putri SPIDI, Siswi hingga Guru Merasa Tak Aman
4
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, Siswa Kelas XI SMA IT Arrahmah Mengabdi di Leang-Leang
5
Pemkot Makassar Kaji Aspek Geografis dan Regulasi Calon TPU Baru di Maros
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
2
Transaksi BBM Subsidi Tak Wajar, Pertamina Sulawesi Blokir 4.767 QR Code
3
Sekelompok Pria Timbulkan Keresahan di Kawasan Putri SPIDI, Siswi hingga Guru Merasa Tak Aman
4
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, Siswa Kelas XI SMA IT Arrahmah Mengabdi di Leang-Leang
5
Pemkot Makassar Kaji Aspek Geografis dan Regulasi Calon TPU Baru di Maros