Jalan Hertasning Diaspal, Aroepala Dibeton, Ini Penjelasan Pemprov Sulsel
Jum'at, 31 Jul 2026 11:21
Perbaikan Jalan Aroepala, Kota Makassar mendapat perlakuan khusus dari Pemerintah Provinsi Sulsel. Ruas Jalan Hertasning menggunakan lapisan aspal sedangkan Jalan Aroepala dibangun dengan beton.
MAKASSAR - Perbaikan Jalan Aroepala, Kota Makassar mendapat perlakuan khusus dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Ruas Jalan Hertasning menggunakan lapisan aspal sedangkan Jalan Aroepala dibangun dengan konstruksi beton.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Ihsan, menjelaskan bahwa pemilihan jenis konstruksi didasarkan pada kondisi lapangan dan hasil kajian teknis agar pembangunan lebih efektif serta efisien dalam jangka panjang.
Menurutnya, Jalan Aroepala dipilih menggunakan rigid beton karena merupakan kawasan kerap tergenang banjir. Kondisi tersebut menyebabkan lapisan aspal sebelumnya beberapa kali dibangun mengalami kerusakan dalam waktu relatif singkat.
"Kenapa Aroepala diperlakukan dengan rigid beton? Karena daerah lintasan Aroepala itu sering banjir. Sudah beberapa kali kami aspal, tetapi selalu rusak sehingga biaya pemeliharaannya menjadi tinggi. Untuk itu Lean Concrete 10 cm dan Concrete Pavement 30 cm," kata Andi Ihsan kepada awak media, Kamis 30 Juli 2026.
Melalui program Multi Years Project (MYP) Pemprov Sulsel, lanjut dia, konstruksi jalan di ruas tersebut ditingkatkan menggunakan rigid beton dengan total ketebalan 40 sentimeter. Ketebalan tersebut terdiri atas lapisan beton dasar setebal 10 sentimeter dan lapisan beton utama setebal 30 sentimeter, sesuai spesifikasi teknis Direktorat Jenderal Bina Marga.
Selain lebih tahan terhadap genangan air, penggunaan rigid beton juga dinilai mampu menekan biaya pemeliharaan jalan dalam jangka panjang.
"Kalau terus menggunakan aspal di lokasi yang sama, biaya pemeliharaan akan sangat tinggi. Padahal anggaran pembangunan berasal dari pajak masyarakat. Karena itu kami memilih rigid beton agar lebih awet," ujarnya.
Andi Ihsan juga menjelaskan alasan ruas Jalan Aroepala tidak langsung dibuka untuk lalu lintas setelah proses pengecoran selesai.
Menurut dia, konstruksi beton memerlukan waktu minimal 28 hari untuk mencapai kekuatan sesuai standar sebelum dapat dilalui kendaraan.
Ia menyebutkan, saat Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meninjau lokasi, umur beton telah berumur 28 hari sehingga ruas jalan dinilai layak dibuka.
"Kalau dibuka sebelum waktunya, risikonya sangat besar. Bahkan untuk lebih aman, masa pematangan beton bisa ditambah sekitar satu minggu (35 hari)," katanya.
Selain peningkatan badan jalan, Pemprov Sulsel juga merencanakan pembangunan trotoar dengan lebar sekitar 2,5 meter di kawasan tersebut.
Sementara itu, sistem drainase akan dibangun menggunakan saluran berdiameter sekitar 1,2 meter, disesuaikan dengan elevasi kawasan agar aliran air dapat mengarah langsung ke kanal utama.
Sementara itu, Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi, menambahkan penanganan Jalan Hertasning berbeda karena kondisi perkerasan jalan lama masih dinilai layak.
Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan indikator International Roughness Index (IRI), ruas Jalan Hertasning hanya memerlukan pelapisan ulang satu lapis aspal atau overlay.
"Ruas Hertasning diaspal karena kondisi perkerasan lama masih baik. Berdasarkan nilai IRI, ruas tersebut hanya membutuhkan pelapisan ulang satu lapis," tutur Rosyadi kepada media, Kamis 30 Juli 2026.
Sebaliknya, nilai IRI di Jalan Aroepala telah berada di atas angka 12, sehingga kondisi jalannya memerlukan penanganan berupa rekonstruksi menyeluruh menggunakan rigid beton.
Menurut Rosyadi, seluruh pekerjaan dalam program MYP saat ini berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Saat ini masing-masing satu lajur ruang Aroepala sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Ia berharap masyarakat dapat memahami perbedaan metode penanganan di setiap ruas jalan karena seluruh keputusan didasarkan pada hasil kajian teknis, karakteristik lokasi, serta upaya menghadirkan infrastruktur yang lebih tahan lama dan efisien dalam penggunaan anggaran.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Ihsan, menjelaskan bahwa pemilihan jenis konstruksi didasarkan pada kondisi lapangan dan hasil kajian teknis agar pembangunan lebih efektif serta efisien dalam jangka panjang.
Menurutnya, Jalan Aroepala dipilih menggunakan rigid beton karena merupakan kawasan kerap tergenang banjir. Kondisi tersebut menyebabkan lapisan aspal sebelumnya beberapa kali dibangun mengalami kerusakan dalam waktu relatif singkat.
"Kenapa Aroepala diperlakukan dengan rigid beton? Karena daerah lintasan Aroepala itu sering banjir. Sudah beberapa kali kami aspal, tetapi selalu rusak sehingga biaya pemeliharaannya menjadi tinggi. Untuk itu Lean Concrete 10 cm dan Concrete Pavement 30 cm," kata Andi Ihsan kepada awak media, Kamis 30 Juli 2026.
Melalui program Multi Years Project (MYP) Pemprov Sulsel, lanjut dia, konstruksi jalan di ruas tersebut ditingkatkan menggunakan rigid beton dengan total ketebalan 40 sentimeter. Ketebalan tersebut terdiri atas lapisan beton dasar setebal 10 sentimeter dan lapisan beton utama setebal 30 sentimeter, sesuai spesifikasi teknis Direktorat Jenderal Bina Marga.
Selain lebih tahan terhadap genangan air, penggunaan rigid beton juga dinilai mampu menekan biaya pemeliharaan jalan dalam jangka panjang.
"Kalau terus menggunakan aspal di lokasi yang sama, biaya pemeliharaan akan sangat tinggi. Padahal anggaran pembangunan berasal dari pajak masyarakat. Karena itu kami memilih rigid beton agar lebih awet," ujarnya.
Andi Ihsan juga menjelaskan alasan ruas Jalan Aroepala tidak langsung dibuka untuk lalu lintas setelah proses pengecoran selesai.
Menurut dia, konstruksi beton memerlukan waktu minimal 28 hari untuk mencapai kekuatan sesuai standar sebelum dapat dilalui kendaraan.
Ia menyebutkan, saat Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meninjau lokasi, umur beton telah berumur 28 hari sehingga ruas jalan dinilai layak dibuka.
"Kalau dibuka sebelum waktunya, risikonya sangat besar. Bahkan untuk lebih aman, masa pematangan beton bisa ditambah sekitar satu minggu (35 hari)," katanya.
Selain peningkatan badan jalan, Pemprov Sulsel juga merencanakan pembangunan trotoar dengan lebar sekitar 2,5 meter di kawasan tersebut.
Sementara itu, sistem drainase akan dibangun menggunakan saluran berdiameter sekitar 1,2 meter, disesuaikan dengan elevasi kawasan agar aliran air dapat mengarah langsung ke kanal utama.
Sementara itu, Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi, menambahkan penanganan Jalan Hertasning berbeda karena kondisi perkerasan jalan lama masih dinilai layak.
Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan indikator International Roughness Index (IRI), ruas Jalan Hertasning hanya memerlukan pelapisan ulang satu lapis aspal atau overlay.
"Ruas Hertasning diaspal karena kondisi perkerasan lama masih baik. Berdasarkan nilai IRI, ruas tersebut hanya membutuhkan pelapisan ulang satu lapis," tutur Rosyadi kepada media, Kamis 30 Juli 2026.
Sebaliknya, nilai IRI di Jalan Aroepala telah berada di atas angka 12, sehingga kondisi jalannya memerlukan penanganan berupa rekonstruksi menyeluruh menggunakan rigid beton.
Menurut Rosyadi, seluruh pekerjaan dalam program MYP saat ini berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Saat ini masing-masing satu lajur ruang Aroepala sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Ia berharap masyarakat dapat memahami perbedaan metode penanganan di setiap ruas jalan karena seluruh keputusan didasarkan pada hasil kajian teknis, karakteristik lokasi, serta upaya menghadirkan infrastruktur yang lebih tahan lama dan efisien dalam penggunaan anggaran.
(GUS)
Berita Terkait
News
OJK, LPS, dan Pemprov Sulsel Gaungkan Gerakan Cinta Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersinergi melalui Gerakan Masyarakat (Germas) Anti Mager Cinta Keuangan Syariah.
Selasa, 03 Nov 2026 20:13
Ekbis
Mayoritas Daerah di Sulsel Mulai Beralih ke Perbankan Syariah
Sebanyak 21 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan telah mengalihkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke layanan perbankan syariah.
Selasa, 03 Nov 2026 09:52
Ekbis
Aset Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Luncurkan Cetak Biru Keuangan Syariah
OJK meluncurkan Cetak Biru Pengembangan dan Penguatan Keuangan Syariah sebagai arah baru untuk mempercepat pertumbuhan industri keuangan syariah nasional.
Senin, 02 Nov 2026 16:38
News
Gubernur Sulsel Sudah Koordinasi untuk Perbaikan Jalan Samping Tol Sutami
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, merespons kerusakan jalan di sepanjang sisi Tol Ir Sutami, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, yang menjadi keluhan masyarakat.
Kamis, 29 Okt 2026 16:14
News
Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf mengapresiasi penyelenggaraan Program Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan. Apresiasi tersebut disampaikan saat Peringatan Satu Tahun Sekolah Rakyat dan Sumpah Pemuda bertema “Satu Indonesia, Sejuta Cita-cita” di GOR Sudiang, Makassar, Rabu (28/10/2026).
Rabu, 28 Okt 2026 18:26
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sambut HUT Ke-419, Pemkot Makassar Gelar CSR Expo Selama 3 Hari
2
AI dan Hoaks Keagamaan: Ketika Teknologi Diuji oleh Kearifan Lokal
3
Semen Tonasa Gandeng BULOG, Sediakan 580 Paket Sembako Murah
4
Tamsil Linrung Apresiasi Ketegasan Kapolri Suyudi Kasus Penyadapan, Penegakan Hukum Tak Boleh Pandang Bulu
5
Soliditas Tanpa Celah, Golkar Sulsel Jaga Barisan Lawan Wacana Munaslub
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sambut HUT Ke-419, Pemkot Makassar Gelar CSR Expo Selama 3 Hari
2
AI dan Hoaks Keagamaan: Ketika Teknologi Diuji oleh Kearifan Lokal
3
Semen Tonasa Gandeng BULOG, Sediakan 580 Paket Sembako Murah
4
Tamsil Linrung Apresiasi Ketegasan Kapolri Suyudi Kasus Penyadapan, Penegakan Hukum Tak Boleh Pandang Bulu
5
Soliditas Tanpa Celah, Golkar Sulsel Jaga Barisan Lawan Wacana Munaslub