Mayoritas Daerah di Sulsel Mulai Beralih ke Perbankan Syariah
Selasa, 03 Nov 2026 09:52
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi berfoto bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman usai pembukaan acara IIFS 2026 di Kota Makassar. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Sebanyak 21 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan telah mengalihkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke layanan perbankan syariah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat ekosistem keuangan syariah sekaligus memperluas pemanfaatannya dalam pengelolaan keuangan daerah.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong implementasi program Syariah First sebagai salah satu strategi memperkuat peran perbankan syariah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan layanan keuangan syariah dalam aktivitas pemerintahan maupun perekonomian masyarakat.
Hal itu disampaikan Andi Sudirman dalam Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026 di Makassar, Senin (2/11) kemarin. Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga menjadi strategi untuk meningkatkan daya saing daerah dan memperluas peluang Indonesia dalam industri halal global.
Selain pengalihan RKUD, Pemprov Sulsel juga mendorong penguatan industri halal melalui fasilitasi sertifikasi halal dan peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya ini ditujukan agar pelaku usaha daerah semakin siap memenuhi kebutuhan pasar sekaligus mengambil peluang dari pertumbuhan ekonomi halal.
IIFS 2026 sendiri menjadi forum yang mempertemukan regulator, pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Forum yang berlangsung pada 2–3 November tersebut merupakan penyelenggaraan kedua dan pertama kali digelar di Kawasan Timur Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan, pengembangan keuangan syariah membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah. Pertumbuhan industri harus didukung ekosistem yang saling terhubung agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Menurut Friderica, penguatan ekosistem perlu dilakukan melalui peningkatan kapasitas kelembagaan, inovasi produk, pengembangan talenta, serta harmonisasi kebijakan dan koordinasi lintas sektor. Dengan demikian, keuangan syariah tidak hanya berkembang di tingkat industri, tetapi juga semakin berperan dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah.
Ia berharap pengembangan keuangan syariah dapat menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional dan daerah. Sinergi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri dinilai penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah sekaligus memperkuat industri halal.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong implementasi program Syariah First sebagai salah satu strategi memperkuat peran perbankan syariah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan layanan keuangan syariah dalam aktivitas pemerintahan maupun perekonomian masyarakat.
Hal itu disampaikan Andi Sudirman dalam Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026 di Makassar, Senin (2/11) kemarin. Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga menjadi strategi untuk meningkatkan daya saing daerah dan memperluas peluang Indonesia dalam industri halal global.
Selain pengalihan RKUD, Pemprov Sulsel juga mendorong penguatan industri halal melalui fasilitasi sertifikasi halal dan peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya ini ditujukan agar pelaku usaha daerah semakin siap memenuhi kebutuhan pasar sekaligus mengambil peluang dari pertumbuhan ekonomi halal.
IIFS 2026 sendiri menjadi forum yang mempertemukan regulator, pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Forum yang berlangsung pada 2–3 November tersebut merupakan penyelenggaraan kedua dan pertama kali digelar di Kawasan Timur Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan, pengembangan keuangan syariah membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah. Pertumbuhan industri harus didukung ekosistem yang saling terhubung agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Menurut Friderica, penguatan ekosistem perlu dilakukan melalui peningkatan kapasitas kelembagaan, inovasi produk, pengembangan talenta, serta harmonisasi kebijakan dan koordinasi lintas sektor. Dengan demikian, keuangan syariah tidak hanya berkembang di tingkat industri, tetapi juga semakin berperan dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah.
Ia berharap pengembangan keuangan syariah dapat menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional dan daerah. Sinergi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri dinilai penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah sekaligus memperkuat industri halal.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Cetak Biru OJK Bidik Lompatan Besar Industri Keuangan Syariah
Peluncuran cetak biru keuangan syariah oleh OJK menjadi agenda utama Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026 yang berlangsung di Kota Makassar.
Senin, 02 Nov 2026 20:42
Ekbis
OJK dan LPS Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Perluas Akses Masyarakat
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkuat kolaborasi dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Senin, 02 Nov 2026 18:14
Ekbis
Aset Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Luncurkan Cetak Biru Keuangan Syariah
OJK meluncurkan Cetak Biru Pengembangan dan Penguatan Keuangan Syariah sebagai arah baru untuk mempercepat pertumbuhan industri keuangan syariah nasional.
Senin, 02 Nov 2026 16:38
Ekbis
OJK Luncurkan PELITA Syariah, Perkuat Literasi Keuangan Lewat Tokoh Agama
Mimbar masjid dan ceramah keagamaan menjadi salah satu jalur yang dimanfaatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melindungi masyarakat dari penipuan keuangan.
Senin, 02 Nov 2026 12:41
Ekbis
BIK 2026 Buka 27,23 Juta Rekening, OJK Perkuat Inklusi Keuangan
Sepanjang Oktober 2026, rangkaian kegiatan yang digelar OJK bersama industri jasa keuangan berhasil mendorong pembukaan 27,23 juta rekening dan akun keuangan dari berbagai sektor.
Minggu, 01 Nov 2026 12:55
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Senior dan Tokoh Kampus Diharap Turut Jaga Suasana Sejuk Pilrek UNM
2
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Kehilangan Sosok Wartawan Senior Arif Situju
3
Sambut HUT ke-419 Makassar, DPPPA Siapkan Festival Perempuan dan Anak
4
Supriansa Titip Tiga Pesan untuk Ketua Golkar Maros Terpilih Andi Patarai Amir
5
Cegah Stunting, Pemkab Maros Libatkan 11 Perusahaan jadi Orang Tua Asuh
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Senior dan Tokoh Kampus Diharap Turut Jaga Suasana Sejuk Pilrek UNM
2
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Kehilangan Sosok Wartawan Senior Arif Situju
3
Sambut HUT ke-419 Makassar, DPPPA Siapkan Festival Perempuan dan Anak
4
Supriansa Titip Tiga Pesan untuk Ketua Golkar Maros Terpilih Andi Patarai Amir
5
Cegah Stunting, Pemkab Maros Libatkan 11 Perusahaan jadi Orang Tua Asuh