OJK dan LPS Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Perluas Akses Masyarakat

Senin, 02 Nov 2026 18:14
OJK dan LPS Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Perluas Akses Masyarakat
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkuat kolaborasi dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Meningkatkan pemahaman masyarakat menjadi salah satu kunci memperluas pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah. Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkuat kolaborasi dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Makassar di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Minggu (1/11/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan pengembangan keuangan syariah masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya kapasitas dan ketahanan kelembagaan, adopsi pasar dan kepercayaan konsumen, diferensiasi serta daya saing inovasi, hingga sinkronisasi regulasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, OJK mendorong empat strategi utama. Meliputi penguatan literasi berbasis kolaborasi, percepatan perluasan akses keuangan syariah, optimalisasi digitalisasi untuk mendukung literasi dan inklusi keuangan syariah (LIKS), serta penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperluas pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Ashar Nasution, menyampaikan SYAFIF menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan keuangan syariah kepada masyarakat agar semakin dikenal, dipahami, dan dimanfaatkan.

Kolaborasi OJK dan LPS tersebut juga diwujudkan melalui peluncuran Buku Panduan Literasi dan Referensi Dakwah Keuangan Syariah (PELITA Syariah). Buku ini menjadi salah satu sarana untuk memperkuat edukasi dan penyebarluasan pemahaman mengenai keuangan syariah.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Winarno Eka Putra, yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi pelaksanaan SYAFIF. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sektor keuangan syariah, khususnya di Sulawesi Selatan.

Ia menilai Sulawesi Selatan memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi syariah. Posisi strategis sebagai simpul perdagangan kawasan timur Indonesia, kapasitas ekonomi daerah, serta karakter masyarakat yang religius menjadi modal penting untuk mengembangkan ekosistem tersebut.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, lanjutnya, berkomitmen mendukung kebijakan dan program yang memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis syariah. Pelaku industri juga diharapkan terus berinovasi menghadirkan produk dan layanan yang kompetitif, mudah diakses, serta sesuai kebutuhan masyarakat.

SYAFIF Goes to Makassar merupakan rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah digelar di Banjarmasin, Jakarta, dan Aceh. Selain peluncuran PELITA Syariah, kegiatan ini menghadirkan pameran produk dan layanan keuangan syariah, gelar wicara interaktif, perlombaan, serta berbagai kegiatan edukatif bagi masyarakat.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru