SMP Islam Athirah Gelar Eskul Fair, Wadah Murid Temukan Minat dan Potensi
Jum'at, 31 Jul 2026 10:04
Sebanyak 22 ekstrakurikuler diperkenalkan kepada murid baru dalam Eskul Fair 2026 yang digelar SMP Islam Athirah Makassar di Auditorium Sekolah Islam Athirah, Kamis (30/7). Foto/Istimewa
MAKASSAR - Sebanyak 22 ekstrakurikuler diperkenalkan kepada murid baru dalam Eskul Fair 2026 yang digelar SMP Islam Athirah Makassar di Auditorium Sekolah Islam Athirah, Kamis (30/7). Melalui kegiatan ini, sekolah tidak hanya membuka rekrutmen anggota baru, tetapi juga menghadirkan ruang bagi murid untuk mengenali minat, mengembangkan bakat, dan membangun karakter sejak awal tahun ajaran.
Beragam ekstrakurikuler dari bidang keagamaan, akademik, olahraga, seni, hingga life skill tampil memperkenalkan program unggulannya. Setiap ekstrakurikuler diberi kesempatan menampilkan hasil pembinaan melalui pertunjukan, demonstrasi, permainan, dan tantangan interaktif yang menarik perhatian peserta, khususnya murid kelas VII.
Ketua panitia, Muhammad Reza, mengatakan Eskul Fair merupakan agenda tahunan yang menjadi ajang pengenalan seluruh ekstrakurikuler sekaligus pelantikan ketua ekstrakurikuler dan pembukaan rekrutmen anggota baru.
"Melalui kegiatan ini kami ingin membantu siswa mengenali potensi dirinya, sekaligus memberi kesempatan bagi setiap ekstrakurikuler menunjukkan identitas dan program yang dimiliki," ujarnya.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah, Patris Hasanuddin. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter melalui aktivitas di luar kelas.
"Kami ingin menanamkan bahwa sekolah bukan hanya tentang akademik. Lewat ekstrakurikuler, siswa belajar bekerja sama, memimpin, bertanggung jawab, sekaligus menemukan potensi terbaiknya," katanya.
Suasana Eskul Fair semakin semarak dengan berbagai penampilan. Ekstrakurikuler Band menghibur pengunjung melalui lagu Hari Bersamanya, sementara Karate menampilkan demonstrasi teknik bela diri. Stand Futsal, Pramuka, PMR, Science KIR, Public Speaking, Tari, Teater, hingga Arts and Crafts juga menghadirkan aktivitas interaktif yang mengundang antusiasme peserta.
Salah satu stand yang menarik perhatian adalah Pena Literasi. Mengusung konsep perpustakaan mini, ekstrakurikuler ini memamerkan sejumlah buku antologi karya murid SMP Islam Athirah Makassar sekaligus memperkenalkan program pengembangan literasi, mulai dari penulisan cerpen Islami, puisi, resensi buku, hingga jurnalistik.
Pembina Pena Literasi, Hasniwati Ajis, mengatakan pembinaan literasi di sekolah tidak hanya berfokus pada keterampilan menulis, tetapi juga pembentukan karakter.
"Kami ingin mencetak penulis muda yang berkarakter Islam. Siswa tidak hanya belajar menulis, tetapi juga aktif mengikuti berbagai kegiatan literasi, berkolaborasi dengan sekolah lain, dan bertemu langsung dengan para penulis untuk memperluas wawasan mereka," jelasnya.
Bagi murid baru, Eskul Fair menjadi pengalaman yang membantu mereka mengenal lingkungan sekolah sekaligus menentukan pilihan kegiatan ekstrakurikuler. Salah seorang murid kelas VII, Arkana, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.
"Saya jadi lebih mengenal semua ekstrakurikuler di SMP Islam Athirah. Kegiatannya seru karena setiap stand punya tantangan dan hadiah. Ini membuat saya semakin semangat sekolah dan ingin bergabung dengan ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat saya," tuturnya.
Pada akhir kegiatan, Pena Literasi dinobatkan sebagai ekstrakurikuler terbaik. Posisi kedua diraih Arts and Crafts, sedangkan Basket menempati peringkat ketiga. Pendaftaran anggota baru seluruh ekstrakurikuler akan dibuka hingga sepekan setelah pelaksanaan Eskul Fair.
Beragam ekstrakurikuler dari bidang keagamaan, akademik, olahraga, seni, hingga life skill tampil memperkenalkan program unggulannya. Setiap ekstrakurikuler diberi kesempatan menampilkan hasil pembinaan melalui pertunjukan, demonstrasi, permainan, dan tantangan interaktif yang menarik perhatian peserta, khususnya murid kelas VII.
Ketua panitia, Muhammad Reza, mengatakan Eskul Fair merupakan agenda tahunan yang menjadi ajang pengenalan seluruh ekstrakurikuler sekaligus pelantikan ketua ekstrakurikuler dan pembukaan rekrutmen anggota baru.
"Melalui kegiatan ini kami ingin membantu siswa mengenali potensi dirinya, sekaligus memberi kesempatan bagi setiap ekstrakurikuler menunjukkan identitas dan program yang dimiliki," ujarnya.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah, Patris Hasanuddin. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter melalui aktivitas di luar kelas.
"Kami ingin menanamkan bahwa sekolah bukan hanya tentang akademik. Lewat ekstrakurikuler, siswa belajar bekerja sama, memimpin, bertanggung jawab, sekaligus menemukan potensi terbaiknya," katanya.
Suasana Eskul Fair semakin semarak dengan berbagai penampilan. Ekstrakurikuler Band menghibur pengunjung melalui lagu Hari Bersamanya, sementara Karate menampilkan demonstrasi teknik bela diri. Stand Futsal, Pramuka, PMR, Science KIR, Public Speaking, Tari, Teater, hingga Arts and Crafts juga menghadirkan aktivitas interaktif yang mengundang antusiasme peserta.
Salah satu stand yang menarik perhatian adalah Pena Literasi. Mengusung konsep perpustakaan mini, ekstrakurikuler ini memamerkan sejumlah buku antologi karya murid SMP Islam Athirah Makassar sekaligus memperkenalkan program pengembangan literasi, mulai dari penulisan cerpen Islami, puisi, resensi buku, hingga jurnalistik.
Pembina Pena Literasi, Hasniwati Ajis, mengatakan pembinaan literasi di sekolah tidak hanya berfokus pada keterampilan menulis, tetapi juga pembentukan karakter.
"Kami ingin mencetak penulis muda yang berkarakter Islam. Siswa tidak hanya belajar menulis, tetapi juga aktif mengikuti berbagai kegiatan literasi, berkolaborasi dengan sekolah lain, dan bertemu langsung dengan para penulis untuk memperluas wawasan mereka," jelasnya.
Bagi murid baru, Eskul Fair menjadi pengalaman yang membantu mereka mengenal lingkungan sekolah sekaligus menentukan pilihan kegiatan ekstrakurikuler. Salah seorang murid kelas VII, Arkana, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.
"Saya jadi lebih mengenal semua ekstrakurikuler di SMP Islam Athirah. Kegiatannya seru karena setiap stand punya tantangan dan hadiah. Ini membuat saya semakin semangat sekolah dan ingin bergabung dengan ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat saya," tuturnya.
Pada akhir kegiatan, Pena Literasi dinobatkan sebagai ekstrakurikuler terbaik. Posisi kedua diraih Arts and Crafts, sedangkan Basket menempati peringkat ketiga. Pendaftaran anggota baru seluruh ekstrakurikuler akan dibuka hingga sepekan setelah pelaksanaan Eskul Fair.
(TRI)
Berita Terkait
News
Siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar Belajar Dunia Penyiaran di TVRI Sulsel
Safari Media merupakan program kerja Humas ARTHAVA yang dirancang untuk memperluas wawasan siswa melalui pengalaman langsung di lingkungan kerja media.
Selasa, 08 Sep 2026 16:18
News
Bikin Milkshake Sendiri, Siswa Kelas 1 SD Islam Athirah Belajar Mandiri di Dairyland
Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap siswa tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga semakin peka terhadap lingkungan di sekitar mereka.
Kamis, 03 Sep 2026 12:58
News
Khitan Massal SD Islam Athirah Makassar Diikuti 20 Anak
Sebanyak 20 anak usia sekolah dasar menjalani khitan massal yang digelar SD Islam Athirah Makassar, Minggu (30/08) pagi.
Senin, 31 Agu 2026 18:04
News
Maulid Nabi, OSIS-MPK Neosanra Dorong Siswa Teladani Rasulullah
Melalui berbagai lomba dan aktivitas kolaboratif, OSIS-MPK Neosanra mengajak siswa mempraktikkan nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Rabu, 26 Agu 2026 10:59
News
Athirah Bekali 180 Kepala Sekolah di Makassar dengan Strategi Transformasi
Sebanyak 180 kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP se-Kota Makassar mempelajari strategi mendorong transformasi sekolah yang terukur melalui pendekatan Objectives and Key Results (OKR).
Kamis, 20 Agu 2026 16:55
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
2
Transaksi BBM Subsidi Tak Wajar, Pertamina Sulawesi Blokir 4.767 QR Code
3
Sekelompok Pria Timbulkan Keresahan di Kawasan Putri SPIDI, Siswi hingga Guru Merasa Tak Aman
4
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, Siswa Kelas XI SMA IT Arrahmah Mengabdi di Leang-Leang
5
Pemkot Makassar Kaji Aspek Geografis dan Regulasi Calon TPU Baru di Maros
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
2
Transaksi BBM Subsidi Tak Wajar, Pertamina Sulawesi Blokir 4.767 QR Code
3
Sekelompok Pria Timbulkan Keresahan di Kawasan Putri SPIDI, Siswi hingga Guru Merasa Tak Aman
4
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, Siswa Kelas XI SMA IT Arrahmah Mengabdi di Leang-Leang
5
Pemkot Makassar Kaji Aspek Geografis dan Regulasi Calon TPU Baru di Maros