Anak-anak Maros Kirim Surat ke Bupati, Soroti Pendidikan hingga Fasilitas Ramah Anak
Senin, 27 Jul 2026 11:48
Bupati Maros, AS Chaidir Syam menyerahkan trofi kepada pemenang Lomba Menulis Surat untuk Bupati. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Puluhan anak di Kabupaten Maros menyurati Bupati Maros, AS Chaidir Syam.
Melalui tulisan tangan, mereka menyampaikan kritik, saran, hingga harapan tentang masa depan Kabupaten Maros yang lebih baik.
Surat-surat tersebut merupakan bagian dari Lomba Menulis Surat untuk Bupati yang diikuti peserta dari tiga kategori usia. Pengumuman para pemenang disampaikan usai apel di Lapangan Pallantikang, Senin, 27 Juli 2026.
Untuk kategori usia 9-12 tahun, juara pertama diraih Muh Al Hafidz, siswa SMP Al Ishlah. Atas prestasinya, dia mendapat hadiah berupa sepeda dari Bupati Maros.
Dalam suratnya, Hafidz menyampaikan saran agar pemerintah lebih memperhatikan pendidikan sehingga seluruh anak dapat memperoleh kesempatan belajar yang tuntas.
"Menulis surat hampir tiga jam. Isinya sekitar lima sampai enam paragraf, saya tulis tangan dan langsung selesai dalam satu kali penulisan," katanya.
Hafidz mengaku baru pertama kali bertemu langsung dengan Bupati Maros.
Dia juga mengatakan, lomba tersebut menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi menulis. "Jarang ikut lomba, baru pertama kali ini," ujarnya.
Sementara itu, juara kategori usia 16-18 tahun diraih Mutmainnah, siswi kelas XI SMA Negeri 9 Maros.
Dalam suratnya, dia mengangkat isu pemenuhan hak anak, fasilitas pendidikan, hingga persoalan Program Indonesia Pintar (PIP).
"Saya menyarankan agar pemerintah memberikan fasilitas yang layak untuk pelajar dan memenuhi hak-hak anak," imbuhnya.
Menurutnya, masih banyak anak yang mengalami trauma akibat perundungan sehingga membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.
Siswa ini menyoroti penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar yang dinilai belum tepat sasaran.
"Kebanyakan yang menerima justru keluarga yang berkecukupan, sementara yang benar-benar miskin ada yang tidak mendapat. Menurut saya itu tidak adil," ungkapnya.
Mutmainnah berharap pemerintah dapat memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada anak-anak dari keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Dia mengaku menulis surat tersebut menggunakan kertas folio sebanyak dua halaman dan mengetahui informasi lomba melalui media sosial Instagram setelah melihat unggahan Pemerintah Kabupaten Maros serta Forum Anak Butta Salewangang Maros.
"Alhamdulillah senang sekali. Semoga ini juga membuat orang tua saya ikut bangga," katanya.
Sementara itu, juara pada kategori lainnya diraih Andi Aisyah Nurul Aqilah. Dalam suratnya, dia menyoroti minimnya fasilitas umum yang ramah anak di Kabupaten Maros.
Dia berharap pemerintah memperbaiki sekaligus menambah fasilitas publik yang aman dan nyaman bagi anak-anak.
"Banyak juga yang sudah rusak dan kurang diperhatikan," ujarnya.
Aisyah mengaku menyelesaikan suratnya dalam waktu sekitar dua jam setelah mengetahui informasi lomba dari unggahan Instagram Forum Anak Butta Salewangang Maros.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengatakan, seluruh saran dari para peserta akan segera ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
"Saya sudah sampaikan kepada OPD agar masukan dari anak-anak ini segera ditindaklanjuti. Ini adalah saran dari anak-anak kita," katanya.
Mantan Ketua DPRD Maros itu menilai surat-surat tersebut menjadi masukan berharga bagi pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Maros yang lebih ramah anak.
"Kalau kita bergerak untuk memenuhi hak-hak anak, berarti kita sedang menjamin masa depan daerah yang kita cintai," ujarnya.
Dia mencontohkan salah satu usulan yang akan segera ditindaklanjuti adalah peningkatan keselamatan pelajar di jalan poros.
Menurutnya, Dinas Perhubungan dapat melibatkan Forum Anak bersama petugas untuk membantu menciptakan penyeberangan yang lebih aman di sekitar sekolah-sekolah yang berada di jalur utama.
Melalui tulisan tangan, mereka menyampaikan kritik, saran, hingga harapan tentang masa depan Kabupaten Maros yang lebih baik.
Surat-surat tersebut merupakan bagian dari Lomba Menulis Surat untuk Bupati yang diikuti peserta dari tiga kategori usia. Pengumuman para pemenang disampaikan usai apel di Lapangan Pallantikang, Senin, 27 Juli 2026.
Untuk kategori usia 9-12 tahun, juara pertama diraih Muh Al Hafidz, siswa SMP Al Ishlah. Atas prestasinya, dia mendapat hadiah berupa sepeda dari Bupati Maros.
Dalam suratnya, Hafidz menyampaikan saran agar pemerintah lebih memperhatikan pendidikan sehingga seluruh anak dapat memperoleh kesempatan belajar yang tuntas.
"Menulis surat hampir tiga jam. Isinya sekitar lima sampai enam paragraf, saya tulis tangan dan langsung selesai dalam satu kali penulisan," katanya.
Hafidz mengaku baru pertama kali bertemu langsung dengan Bupati Maros.
Dia juga mengatakan, lomba tersebut menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi menulis. "Jarang ikut lomba, baru pertama kali ini," ujarnya.
Sementara itu, juara kategori usia 16-18 tahun diraih Mutmainnah, siswi kelas XI SMA Negeri 9 Maros.
Dalam suratnya, dia mengangkat isu pemenuhan hak anak, fasilitas pendidikan, hingga persoalan Program Indonesia Pintar (PIP).
"Saya menyarankan agar pemerintah memberikan fasilitas yang layak untuk pelajar dan memenuhi hak-hak anak," imbuhnya.
Menurutnya, masih banyak anak yang mengalami trauma akibat perundungan sehingga membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.
Siswa ini menyoroti penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar yang dinilai belum tepat sasaran.
"Kebanyakan yang menerima justru keluarga yang berkecukupan, sementara yang benar-benar miskin ada yang tidak mendapat. Menurut saya itu tidak adil," ungkapnya.
Mutmainnah berharap pemerintah dapat memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada anak-anak dari keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Dia mengaku menulis surat tersebut menggunakan kertas folio sebanyak dua halaman dan mengetahui informasi lomba melalui media sosial Instagram setelah melihat unggahan Pemerintah Kabupaten Maros serta Forum Anak Butta Salewangang Maros.
"Alhamdulillah senang sekali. Semoga ini juga membuat orang tua saya ikut bangga," katanya.
Sementara itu, juara pada kategori lainnya diraih Andi Aisyah Nurul Aqilah. Dalam suratnya, dia menyoroti minimnya fasilitas umum yang ramah anak di Kabupaten Maros.
Dia berharap pemerintah memperbaiki sekaligus menambah fasilitas publik yang aman dan nyaman bagi anak-anak.
"Banyak juga yang sudah rusak dan kurang diperhatikan," ujarnya.
Aisyah mengaku menyelesaikan suratnya dalam waktu sekitar dua jam setelah mengetahui informasi lomba dari unggahan Instagram Forum Anak Butta Salewangang Maros.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengatakan, seluruh saran dari para peserta akan segera ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
"Saya sudah sampaikan kepada OPD agar masukan dari anak-anak ini segera ditindaklanjuti. Ini adalah saran dari anak-anak kita," katanya.
Mantan Ketua DPRD Maros itu menilai surat-surat tersebut menjadi masukan berharga bagi pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Maros yang lebih ramah anak.
"Kalau kita bergerak untuk memenuhi hak-hak anak, berarti kita sedang menjamin masa depan daerah yang kita cintai," ujarnya.
Dia mencontohkan salah satu usulan yang akan segera ditindaklanjuti adalah peningkatan keselamatan pelajar di jalan poros.
Menurutnya, Dinas Perhubungan dapat melibatkan Forum Anak bersama petugas untuk membantu menciptakan penyeberangan yang lebih aman di sekitar sekolah-sekolah yang berada di jalur utama.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Jemaah Haji Maros 2027 Bertambah Jadi 475 Orang
Jumlah calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Maros untuk musim haji 2027 kembali bertambah. Dari sebelumnya 463 orang, kini tercatat sebanyak 475 jemaah.
Selasa, 08 Sep 2026 16:41
News
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengusulkan agar pemberangkatan jemaah haji asal Maros pada musim haji mendatang dipusatkan di satu lokasi, yakni Masjid Al-Markaz.
Selasa, 08 Sep 2026 15:22
Sulsel
Bapenda Maros Perpanjang Kebijakan Penghapusan Denda PBB-P2
Pemerintah Kabupaten Maros melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memperpanjang kebijakan penghapusan sanksi administratif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 31 Desember 2026.
Kamis, 03 Sep 2026 12:30
News
2.206 Ha Lahan Pertanian Maros Terancam Kekeringan, Bupati Kerahkan Pompa Air
Kekeringan ekstrem mulai mengancam sektor pertanian di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Rabu, 02 Sep 2026 11:38
Sulsel
Pemkab Maros dan BPN Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Pajak
Pemerintah Kabupaten Maros bersama Kantor Pertanahan Kabupaten Maros memperkuat sinergi dalam peningkatan pelayanan bidang pertanahan.
Selasa, 01 Sep 2026 17:54
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tuntaskan Rakortas di Makassar, Partai Gema Bangsa Kunci Strategi Pemenangan Pemilu 2029
2
Penjualan Low MPV Toyota Naik 40 Persen, Veloz Hybrid Jadi Pendorong
3
Kuasa Hukum Pertanyakan Pencarian Tiga DPO Kasus Penyiraman Air Cabai di Jeneponto
4
Keluarga Bayi Meninggal di RSIA Paramount Makassar Siapkan Langkah Hukum
5
PLN Siapkan PLTMG Selayar 10 MW untuk Perkuat Listrik Kepulauan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tuntaskan Rakortas di Makassar, Partai Gema Bangsa Kunci Strategi Pemenangan Pemilu 2029
2
Penjualan Low MPV Toyota Naik 40 Persen, Veloz Hybrid Jadi Pendorong
3
Kuasa Hukum Pertanyakan Pencarian Tiga DPO Kasus Penyiraman Air Cabai di Jeneponto
4
Keluarga Bayi Meninggal di RSIA Paramount Makassar Siapkan Langkah Hukum
5
PLN Siapkan PLTMG Selayar 10 MW untuk Perkuat Listrik Kepulauan