OJK Dorong Generasi Muda Bangun Kebiasaan Menabung Sejak Dini

Minggu, 30 Agu 2026 13:00
OJK Dorong Generasi Muda Bangun Kebiasaan Menabung Sejak Dini
OJK memperkuat budaya menabung sejak dini di kalangan pelajar dan generasi muda sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Foto/Istimewa
Comment
Share
BEKASI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat budaya menabung sejak dini di kalangan pelajar dan generasi muda sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta membangun kemandirian finansial masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui rangkaian Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 dengan tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”. Puncak kegiatan digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13, Jumat (28/8), dan diikuti lebih dari 1.100 pelajar dan mahasiswa.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional masing-masing telah mencapai 69,57 persen dan 93,61 persen. Namun, capaian pada segmen pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah angka nasional sehingga membutuhkan penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit. Jadi, kita harus membiasakan diri menabung sejak dini,” kata Friderica.

Menurut dia, OJK bersama kementerian/lembaga dan berbagai pemangku kepentingan berkomitmen memperluas literasi dan inklusi keuangan bagi anak-anak Indonesia.

Dalam sesi Leaders’ Insight, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan kebiasaan menabung bukan sekadar soal mengelola uang, tetapi juga membentuk karakter disiplin, sabar, dan mampu mengendalikan diri.

“Tujuan peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan OJK adalah membangun karakter pribadi yang disiplin, sabar, mampu mengendalikan diri, dan mampu mengelola keuangan sehingga dapat terhindar dari kebiasaan FOMO dan FOPO di tengah perkembangan ekonomi dan keuangan digital,” ujarnya.

Dicky menekankan pentingnya memaknai menabung sebagai kebiasaan menyisihkan uang, bukan sekadar menyisakan uang. Kebiasaan tersebut akan membantu seseorang merencanakan masa depan, memenuhi kebutuhan, membantu orang lain, sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Perluas Rekening Pelajar
Melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), OJK bersama industri jasa keuangan dan pemangku kepentingan terus memperluas kepemilikan rekening sekaligus membangun kebiasaan menabung di kalangan pelajar.

Pada September 2025 hingga Juni 2026, sebanyak 679.000 rekening pelajar baru telah dibuka. Selain itu, lebih dari 270.000 kegiatan Bank Goes to School telah dilaksanakan di 122 ribu sekolah.

Kegiatan sosialisasi dan edukasi juga menjangkau lebih dari 16.000 pelajar di 40 kabupaten/kota di Indonesia.

Pada 2026, Sekolah Rakyat menjadi salah satu sasaran utama program HIM. Peserta didik yang berasal dari keluarga prasejahtera dinilai menjadi segmen penting dalam memperluas akses sekaligus edukasi keuangan.

OJK menilai Sekolah Rakyat dapat menjadi pintu masuk strategis untuk menanamkan budaya menabung dan memperluas literasi serta inklusi keuangan secara merata bagi pelajar dari berbagai latar belakang.

Program tersebut juga mendukung target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada 2045 sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).

Dari sisi literasi keuangan, OJK mengorkestrasikan berbagai program edukasi melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dengan melibatkan kementerian/lembaga, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Sepanjang 2026 hingga Agustus, OJK telah melaksanakan 3.557 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 12,2 juta peserta. Melalui GENCARKAN, tercatat pula 18.308 kegiatan edukasi langsung dengan 3,2 juta peserta dan 22.797 kegiatan edukasi digital yang menjangkau 167,8 juta peserta.

Penguatan literasi juga dilakukan melalui program Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia atau OJK PEDULI. Hingga kini, program tersebut telah membentuk 51.030 Duta Literasi Keuangan Indonesia.

Sementara itu, LMS Edukasi Keuangan (LMSKU) telah dimanfaatkan 142.613 pengguna. Minisite Sikapi Uangmu juga telah menerbitkan 253 konten dengan total 2,4 juta tayangan.

OJK Berikan Apresiasi
Dalam rangkaian puncak HIM dan BLK 2026, OJK turut memberikan KEJAR Award dan Financial Literacy Award sebagai bentuk apresiasi kepada industri jasa keuangan, satuan pendidikan, pemerintah daerah, komunitas, serta pihak lain yang aktif mendorong literasi dan inklusi keuangan.

KEJAR Award diberikan kepada pihak yang dinilai aktif mendukung Program Satu Rekening Satu Pelajar, baik melalui pembukaan rekening, publikasi, sosialisasi, maupun edukasi.

Sementara itu, Financial Literacy Award diberikan kepada pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), pemangku kepentingan, pemerintah daerah, Duta Literasi Keuangan Indonesia, dan komunitas yang berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan.

Berikut penerima apresiasi:
Financial Literacy Award
PUJK dengan Program Literasi Keuangan Terbaik
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) TbkPT Bank Central Asia Tbk
PT Prudential Life Assurance
PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

PUJK dengan Program Literasi Keuangan Teraktif
PT Bank Central Asia Tbk.
PT BPR Hasa Mitra
PT BNI Modal Ventura
PT Prudential Life Assurance
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
Unit Usaha Syariah PT Pegadaian

PUJK dengan Pembentukan OJK PEDULI Termasif
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Pemerintah Daerah dengan Program Literasi Keuangan Terbaik
Tingkat provinsi: Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
Tingkat kota: Pemerintah Kota Ambon
Tingkat kabupaten: Pemerintah Kabupaten Malang

OJK PEDULI
OJK PEDULI KOD Terbaik: Ratna Candra Sari
OJK PEDULI KOD Terbaik: Gede Agus Adyatmika
OJK PEDULI KOD Terbaik: Nayza Azura Putri
OJK PEDULI PUJK Terbaik: Anas Wahid Maulana
OJK PEDULI PUJK Terbaik: Ali Akbar
OJK PEDULI PUJK Terbaik: Kusuma Wijaya
OJK PEDULI PUJK Terbaik: Putri Adelia

KEJAR Award
Bank Implementasi KEJAR Terbaik
BUMN: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Bank Umum Konvensional: PT Bank Central Asia Tbk.
Bank Umum Syariah: PT Bank Syariah Indonesia Tbk.
BPD Wilayah Sumatera: PT Bank Aceh Syariah
BPD Wilayah Jawa-Bali: PT Bank DKI (Bank Jakarta)
BPD Wilayah Kalimantan: PT Bank Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara
BPD Wilayah Sulawesi: PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara
BPD Wilayah Nusa Tenggara-Maluku-Papua: PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat Syariah
BPR/BPRS Wilayah Sumatera: PT BPR Gema Pesisir Provinsi Sumatera Barat
BPR/BPRS Wilayah Jawa-Bali: PT BPRS Bhakti Sumekar Perseroda Provinsi Jawa Timur
BPR/BPRS Wilayah Kalimantan: PT BPR Tabalong Bersinar Provinsi Kalimantan Selatan
BPR/BPRS Wilayah Sulawesi: PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda) Provinsi Sulawesi Tenggara
BPR/BPRS Wilayah Nusa Tenggara-Maluku-Papua: PT
BPR Modern Express Provinsi Maluku

Bank Teraktif dalam Pelaksanaan Bank Goes to School
PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk.

Satuan Pendidikan Implementasi KEJAR Terbaik
Subkategori Umum: SMP Negeri 9 Denpasar, Bali, bermitra dengan Bank BPD Bali
Subkategori Berbasis Agama: MI Assa’idiyyah, Jawa Timur, bermitra dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Subkategori Sekolah Luar Biasa: SLB Negeri 1 Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bermitra dengan BPD DIY

Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik
Provinsi Regional Sumatera: Provinsi Sumatera Utara
Provinsi Regional Jawa-Bali: Provinsi DKI Jakarta
Provinsi Regional Kalimantan: Provinsi Kalimantan Barat
Provinsi Regional Sulawesi: Provinsi Sulawesi Tenggara
Provinsi Regional Nusa Tenggara-Maluku-Papua: Provinsi Maluku
Kota/Kabupaten Regional Sumatera: Kota Pematangsiantar
Kota/Kabupaten Regional Jawa-Bali: Kota Bandung
Kota/Kabupaten Regional Kalimantan: Kota Palangkaraya
Kota/Kabupaten Regional Sulawesi: Kota Kendari
Kota/Kabupaten Regional Nusa Tenggara-Maluku-Papua: Kabupaten Raja Ampat

Melalui HIM dan BLK 2026, OJK berharap budaya menabung semakin mengakar di kalangan generasi muda, disertai kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan secara tepat.

Sinergi OJK bersama pemerintah, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk mewujudkan masyarakat yang semakin terliterasi, inklusif, berdaya, dan sejahtera secara finansial menuju Indonesia Emas 2045.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru