570 Siswa Sekolah Rakyat di Makassar Mulai Menabung, OJK Perkuat Literasi Keuangan
Minggu, 30 Agu 2026 09:15
Sebanyak 570 siswa dari tiga Sekolah Rakyat di Kota Makassar mulai mengenal kebiasaan menabung dan mengelola keuangan secara bijak melalui kegiatan Puncak HIM dan BLK 2026. Foto/IST
MAKASSAR - Sebanyak 570 siswa dari tiga Sekolah Rakyat di Kota Makassar mulai mengenal kebiasaan menabung dan mengelola keuangan secara bijak melalui kegiatan Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama industri jasa keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Kegiatan yang berlangsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 (SRT 3) Provinsi Sulawesi Selatan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar tersebut diikuti siswa SRT 3 Sulsel, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 23 Makassar, dan SRMP 26 Makassar.
Selain memperkenalkan produk dan layanan jasa keuangan, kegiatan ini menjadi momentum untuk menanamkan budaya menabung, meningkatkan literasi keuangan, sekaligus memperluas inklusi keuangan di kalangan pelajar.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin mengatakan kebiasaan menabung perlu dibangun sejak dini. Menurutnya, menabung tidak harus dimulai dengan nominal besar, tetapi dari kebiasaan menyisihkan sebagian uang secara rutin.
“Menabung tidak harus menunggu memiliki uang dalam jumlah besar. Kebiasaan ini dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti menyisihkan sebagian uang saku atau uang jajan secara rutin. Yang terpenting bukan seberapa besar uang yang ditabung, tetapi kebiasaan dan kedisiplinan untuk menyisihkan sebagian uang secara konsisten,” ujar Muchlasin.
Ia menilai kemampuan mengelola keuangan merupakan salah satu bekal penting bagi generasi muda untuk merencanakan masa depan dan mewujudkan cita-cita.
Hal tersebut sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Indeks literasi keuangan kelompok pelajar usia 15–17 tahun tercatat 56,04%, sementara indeks inklusi keuangan pelajar/mahasiswa mencapai 89,13%.
Data tersebut menunjukkan akses dan pemanfaatan produk serta layanan keuangan di kalangan pelajar relatif tinggi. Namun, pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan masih perlu diperkuat.
Karena itu, edukasi keuangan sejak dini dinilai penting agar pelajar mampu mengelola uang secara bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas, serta memahami produk dan layanan keuangan yang resmi dan berizin.
Kolaborasi OJK, Bank Sulselbar, dan LPS
Penguatan inklusi keuangan pelajar dalam kegiatan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi OJK, industri jasa keuangan, dan LPS.
Bank Sulselbar membuka Rekening Simpanan Pelajar (SimPel) iB bagi seluruh siswa Sekolah Rakyat yang hadir. Rekening tersebut diharapkan menjadi sarana bagi siswa untuk mempraktikkan kebiasaan menabung secara rutin sekaligus mengenal layanan perbankan yang aman dan legal.
Sementara itu, LPS memberikan edukasi mengenai pentingnya menabung serta keamanan dan penjaminan simpanan di bank. OJK memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengelola keuangan sejak dini untuk mendukung pencapaian cita-cita.
Sinergi tersebut memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada pelajar, mulai dari membangun kebiasaan menabung, mengenal produk keuangan, hingga memastikan penggunaan layanan keuangan pada lembaga yang resmi dan berizin.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Malik Faisal yang mewakili Gubernur Sulawesi Selatan saat membuka kegiatan turut mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia menyampaikan bahwa penguatan literasi dan inklusi keuangan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda yang mandiri dan mampu mengelola keuangan secara bijak.
Melalui momentum HIM dan BLK 2026, OJK mendorong pelajar untuk mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini, antara lain dengan menabung secara rutin, mengelola uang sesuai kebutuhan, dan memahami layanan keuangan yang aman dan legal.
Upaya tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakannya.
Kegiatan yang berlangsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 (SRT 3) Provinsi Sulawesi Selatan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar tersebut diikuti siswa SRT 3 Sulsel, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 23 Makassar, dan SRMP 26 Makassar.
Selain memperkenalkan produk dan layanan jasa keuangan, kegiatan ini menjadi momentum untuk menanamkan budaya menabung, meningkatkan literasi keuangan, sekaligus memperluas inklusi keuangan di kalangan pelajar.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin mengatakan kebiasaan menabung perlu dibangun sejak dini. Menurutnya, menabung tidak harus dimulai dengan nominal besar, tetapi dari kebiasaan menyisihkan sebagian uang secara rutin.
“Menabung tidak harus menunggu memiliki uang dalam jumlah besar. Kebiasaan ini dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti menyisihkan sebagian uang saku atau uang jajan secara rutin. Yang terpenting bukan seberapa besar uang yang ditabung, tetapi kebiasaan dan kedisiplinan untuk menyisihkan sebagian uang secara konsisten,” ujar Muchlasin.
Ia menilai kemampuan mengelola keuangan merupakan salah satu bekal penting bagi generasi muda untuk merencanakan masa depan dan mewujudkan cita-cita.
Hal tersebut sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Indeks literasi keuangan kelompok pelajar usia 15–17 tahun tercatat 56,04%, sementara indeks inklusi keuangan pelajar/mahasiswa mencapai 89,13%.
Data tersebut menunjukkan akses dan pemanfaatan produk serta layanan keuangan di kalangan pelajar relatif tinggi. Namun, pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan masih perlu diperkuat.
Karena itu, edukasi keuangan sejak dini dinilai penting agar pelajar mampu mengelola uang secara bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas, serta memahami produk dan layanan keuangan yang resmi dan berizin.
Kolaborasi OJK, Bank Sulselbar, dan LPS
Penguatan inklusi keuangan pelajar dalam kegiatan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi OJK, industri jasa keuangan, dan LPS.
Bank Sulselbar membuka Rekening Simpanan Pelajar (SimPel) iB bagi seluruh siswa Sekolah Rakyat yang hadir. Rekening tersebut diharapkan menjadi sarana bagi siswa untuk mempraktikkan kebiasaan menabung secara rutin sekaligus mengenal layanan perbankan yang aman dan legal.
Sementara itu, LPS memberikan edukasi mengenai pentingnya menabung serta keamanan dan penjaminan simpanan di bank. OJK memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengelola keuangan sejak dini untuk mendukung pencapaian cita-cita.
Sinergi tersebut memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada pelajar, mulai dari membangun kebiasaan menabung, mengenal produk keuangan, hingga memastikan penggunaan layanan keuangan pada lembaga yang resmi dan berizin.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Malik Faisal yang mewakili Gubernur Sulawesi Selatan saat membuka kegiatan turut mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia menyampaikan bahwa penguatan literasi dan inklusi keuangan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda yang mandiri dan mampu mengelola keuangan secara bijak.
Melalui momentum HIM dan BLK 2026, OJK mendorong pelajar untuk mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini, antara lain dengan menabung secara rutin, mengelola uang sesuai kebutuhan, dan memahami layanan keuangan yang aman dan legal.
Upaya tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakannya.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Pembiayaan UMKM Tembus Rp1.949 Triliun, OJK Perkuat Basis Data
Hingga Juli 2026, total pembiayaan UMKM dari berbagai sektor jasa keuangan mencapai Rp1.949 triliun, tumbuh 3,09 persen secara tahunan.
Rabu, 07 Okt 2026 08:21
Ekbis
FIN Expo BIK 2026 Perluas Akses Keuangan, Transaksi Tembus Rp42,9 Miliar
Selama tiga hari pelaksanaan, Fin Expo BIK 2026 yang digelar OJK Sulselbar mencatat total nominal transaksi dan inklusi keuangan mencapai Rp42,94 miliar.
Senin, 05 Okt 2026 14:10
Ekbis
OJK Sulselbar Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Literasi Keuangan
OJK Sulselbar menyiapkan anak muda untuk mengambil dapat mengambil peran dalam memperluas edukasi keuangan melalui pemilihan Duta Literasi dan Inklusi Keuangan.
Minggu, 04 Okt 2026 20:38
Ekbis
FIN Expo 2026 Jadi Momentum Perluas Akses & Literasi Keuangan Masyarakat Sulsel
Selain meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, kegiatan ini juga diharapkan mendorong transaksi dan aktivitas ekonomi masyarakat di Sulawesi Selatan.
Sabtu, 03 Okt 2026 19:46
Ekbis
OJK Tetapkan Kebijakan Khusus Kredit bagi Debitur Terdampak Gempa NTT
Kebijakan perlakuan khusus bagi kredit & pembiayaan debitur terdampak bencana di NTT tersebut berlaku selama tiga tahun sejak ditetapkan pada 28 September 2026.
Sabtu, 03 Okt 2026 12:05
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Demokrat Pinrang Bocorkan 7 DPC yang Sudah Komitmen Dukung Appi di Musda
2
Bela Bahlil, Ketua Golkar Sulsel Sebut Penilaian CELIOS Tidak Objektif & Abaikan Kondisi Geopolitik
3
Target Kembalikan Kejayaan Golkar, AMPI Lutim Kini Dipimpin Bangkit Revormansyah
4
Toyota Auto Show 2026 Hadirkan Land Cruiser FJ Perdana di Makassar
5
Kabupaten Bantaeng Kini Punya Program Subuh Mengaji
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Demokrat Pinrang Bocorkan 7 DPC yang Sudah Komitmen Dukung Appi di Musda
2
Bela Bahlil, Ketua Golkar Sulsel Sebut Penilaian CELIOS Tidak Objektif & Abaikan Kondisi Geopolitik
3
Target Kembalikan Kejayaan Golkar, AMPI Lutim Kini Dipimpin Bangkit Revormansyah
4
Toyota Auto Show 2026 Hadirkan Land Cruiser FJ Perdana di Makassar
5
Kabupaten Bantaeng Kini Punya Program Subuh Mengaji