Pastikan Operasional Aman dan Andal, Pelindo Jasa Maritim Perkuat Risk Control
Selasa, 01 Sep 2026 20:27
PT Pelindo Jasa Maritim memperkuat penerapan budaya Safety Excellence melalui kunjungan kerja ke sejumlah fasilitas operasional dan stasiun pemanduan di wilayah Samarinda dan sekitarnya. Foto/IST
SAMARINDA - PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) memperkuat penerapan budaya Safety Excellence dengan memastikan kesiapan infrastruktur, sarana pendukung, dan personel pemanduan melalui kunjungan kerja (management walkthrough) ke sejumlah fasilitas operasional dan stasiun pemanduan di wilayah Samarinda dan sekitarnya, belum lama ini.
Kegiatan yang dilakukan Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo Jasa Maritim tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pengendalian risiko berjalan efektif di lapangan. Tidak hanya memastikan fasilitas dan personel siap beroperasi, kunjungan ini juga menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi bagian dari setiap aktivitas dan pengambilan keputusan operasional.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui risk control, yakni memastikan setiap potensi risiko dapat dikenali, dikendalikan, dan ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kejadian. Dengan demikian, penerapan keselamatan tidak berhenti pada kebijakan di tingkat manajemen, tetapi diterapkan secara nyata dalam aktivitas operasional sehari-hari.
Pada hari pertama, Direktur Operasi dan Teknik mengunjungi Stasiun Pandu Muara Pegah. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah fasilitas utama, antara lain stasiun radio, dermaga apung, serta kesiapan personel pandu yang tengah melaksanakan tugas jaga.
Pemeriksaan langsung di lapangan dilakukan untuk memperoleh gambaran aktual mengenai kondisi fasilitas dan sarana pendukung operasional. Langkah ini sekaligus memastikan seluruh fasilitas dapat berfungsi dengan baik dan personel yang bertugas berada dalam kondisi siap memberikan pelayanan pemanduan secara aman dan andal.
Kunjungan tersebut juga menjadi ruang dialog antara manajemen dan personel di lapangan. Berbagai kondisi, kebutuhan, serta masukan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dibahas secara langsung untuk menjadi bahan evaluasi dan perbaikan operasional.
Pada hari kedua, kunjungan dilanjutkan ke Stasiun Pandu Mahulu. Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo Jasa Maritim, Warsilan, mengatakan bahwa kondisi aktual di lapangan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memastikan kesiapan operasional.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa fasilitas dan sumber daya yang tersedia benar-benar mampu mendukung pelaksanaan kegiatan pemanduan. Kondisi lapangan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan, terutama karena karakteristik operasi pemanduan sangat dinamis dan membutuhkan kesiapan personel maupun fasilitas secara berkesinambungan,” ujar Warsilan.
Selain memastikan kesiapan fasilitas dan personel, penerapan Stop Work Authority (SWA) turut menjadi perhatian dalam rangkaian management walkthrough. SWA merupakan hak sekaligus kewajiban setiap pekerja maupun kontraktor untuk menghentikan sementara pekerjaan apabila menemukan kondisi atau perilaku yang tidak aman.
Penerapan SWA menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, supervisor, atau petugas keselamatan, tetapi merupakan tanggung jawab setiap orang yang terlibat dalam kegiatan operasional.
Melalui SWA, setiap pekerja memiliki ruang untuk mengambil tindakan ketika menemukan risiko yang belum terkendali. Pekerjaan dapat dihentikan sementara untuk dilakukan penilaian ulang terhadap kondisi di lapangan dan efektivitas pengendalian risiko sebelum pekerjaan diputuskan untuk dilanjutkan.
Penguatan pendekatan tersebut sejalan dengan arahan strategis Danantara untuk mendorong pergeseran paradigma dari accident prevention menuju risk control. Fokusnya tidak semata-mata mencari pihak yang bertanggung jawab ketika terjadi insiden, tetapi memastikan kondisi, risiko, critical control, pengambilan keputusan, serta pembelajaran dari setiap kejadian dikelola secara sistematis.
Dalam penerapannya, PT Pelindo Jasa Maritim memastikan setiap temuan terkait sarana stasiun, perangkat komunikasi, alat pelindung diri (APD), maupun fasilitas pendukung lainnya tidak berhenti sebagai catatan. Setiap isu harus ditindaklanjuti hingga penyelesaiannya ditutup dan diverifikasi untuk memastikan pengendalian telah berjalan efektif.
“Melalui kunjungan lapangan, dialog bersama personel, serta penguatan penerapan SWA dan risk control, PT Pelindo Jasa Maritim terus berkomitmen membangun operasional yang aman, andal, dan berkelanjutan. Keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap pengambilan keputusan. Kita berangkat bersama, kita pulang bersama,” ujar Warsilan menutup rangkaian management walkthrough.
Kegiatan yang dilakukan Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo Jasa Maritim tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pengendalian risiko berjalan efektif di lapangan. Tidak hanya memastikan fasilitas dan personel siap beroperasi, kunjungan ini juga menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi bagian dari setiap aktivitas dan pengambilan keputusan operasional.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui risk control, yakni memastikan setiap potensi risiko dapat dikenali, dikendalikan, dan ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kejadian. Dengan demikian, penerapan keselamatan tidak berhenti pada kebijakan di tingkat manajemen, tetapi diterapkan secara nyata dalam aktivitas operasional sehari-hari.
Pada hari pertama, Direktur Operasi dan Teknik mengunjungi Stasiun Pandu Muara Pegah. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah fasilitas utama, antara lain stasiun radio, dermaga apung, serta kesiapan personel pandu yang tengah melaksanakan tugas jaga.
Pemeriksaan langsung di lapangan dilakukan untuk memperoleh gambaran aktual mengenai kondisi fasilitas dan sarana pendukung operasional. Langkah ini sekaligus memastikan seluruh fasilitas dapat berfungsi dengan baik dan personel yang bertugas berada dalam kondisi siap memberikan pelayanan pemanduan secara aman dan andal.
Kunjungan tersebut juga menjadi ruang dialog antara manajemen dan personel di lapangan. Berbagai kondisi, kebutuhan, serta masukan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dibahas secara langsung untuk menjadi bahan evaluasi dan perbaikan operasional.
Pada hari kedua, kunjungan dilanjutkan ke Stasiun Pandu Mahulu. Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo Jasa Maritim, Warsilan, mengatakan bahwa kondisi aktual di lapangan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memastikan kesiapan operasional.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa fasilitas dan sumber daya yang tersedia benar-benar mampu mendukung pelaksanaan kegiatan pemanduan. Kondisi lapangan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan, terutama karena karakteristik operasi pemanduan sangat dinamis dan membutuhkan kesiapan personel maupun fasilitas secara berkesinambungan,” ujar Warsilan.
Selain memastikan kesiapan fasilitas dan personel, penerapan Stop Work Authority (SWA) turut menjadi perhatian dalam rangkaian management walkthrough. SWA merupakan hak sekaligus kewajiban setiap pekerja maupun kontraktor untuk menghentikan sementara pekerjaan apabila menemukan kondisi atau perilaku yang tidak aman.
Penerapan SWA menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, supervisor, atau petugas keselamatan, tetapi merupakan tanggung jawab setiap orang yang terlibat dalam kegiatan operasional.
Melalui SWA, setiap pekerja memiliki ruang untuk mengambil tindakan ketika menemukan risiko yang belum terkendali. Pekerjaan dapat dihentikan sementara untuk dilakukan penilaian ulang terhadap kondisi di lapangan dan efektivitas pengendalian risiko sebelum pekerjaan diputuskan untuk dilanjutkan.
Penguatan pendekatan tersebut sejalan dengan arahan strategis Danantara untuk mendorong pergeseran paradigma dari accident prevention menuju risk control. Fokusnya tidak semata-mata mencari pihak yang bertanggung jawab ketika terjadi insiden, tetapi memastikan kondisi, risiko, critical control, pengambilan keputusan, serta pembelajaran dari setiap kejadian dikelola secara sistematis.
Dalam penerapannya, PT Pelindo Jasa Maritim memastikan setiap temuan terkait sarana stasiun, perangkat komunikasi, alat pelindung diri (APD), maupun fasilitas pendukung lainnya tidak berhenti sebagai catatan. Setiap isu harus ditindaklanjuti hingga penyelesaiannya ditutup dan diverifikasi untuk memastikan pengendalian telah berjalan efektif.
“Melalui kunjungan lapangan, dialog bersama personel, serta penguatan penerapan SWA dan risk control, PT Pelindo Jasa Maritim terus berkomitmen membangun operasional yang aman, andal, dan berkelanjutan. Keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap pengambilan keputusan. Kita berangkat bersama, kita pulang bersama,” ujar Warsilan menutup rangkaian management walkthrough.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Pendapatan PJM Kotabaru Tumbuh 29%, Topang Kinerja Wilayah 3
Pendapatan usaha Unit Pelindo Jasa Maritim (PJM) Kotabaru tumbuh 29% secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga Juli 2026.
Senin, 31 Agu 2026 16:02
News
Norden Puji Layanan Pandu Tunda PJM yang Andal dan Tepat Waktu
Perusahaan pelayaran asal Denmark, Norden, menilai layanan pemanduan dan penundaan kapal yang diberikan PJM telah memenuhi standar internasional, terutama dalam aspek keselamatan, keandalan, dan ketepatan waktu.
Senin, 31 Agu 2026 10:37
News
PJM Apresiasi Warga Tabaringan, Lorong 154 Berubah Semakin Asri
Perubahan tersebut menjadi bagian dari gerakan lingkungan dan kebersihan yang digagas PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) di kawasan permukiman padat penduduk.
Senin, 31 Agu 2026 10:16
Ekbis
Kinerja PJM Melonjak, Pendapatan Tumbuh 12% dan Laba Lampaui Target
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) mencatatkan perbaikan kinerja keuangan yang signifikan hingga Juli 2026. Pendapatan dan laba perusahaan mengalami kenaikan
Senin, 24 Agu 2026 20:08
News
Pelindo Jasa Maritim Bekali Mahasiswa Magang dengan Edukasi GRC
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) menanamkan pemahaman tentang tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan sejak dini kepada mahasiswa magang.
Jum'at, 21 Agu 2026 15:26
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PLN Ungkap Alasan Pemadaman Listrik di Sulsel, Berlangsung hingga Empat Hari
2
FIFGROUP Bekali Siswa SMKN 7 Makassar Literasi Keuangan
3
PLN Pastikan Pasokan Listrik Makassar Kembali Normal Tanggal 5 September
4
MediaMIND 2026: PT Vale Bagikan Kisah Pemberdayaan Masyarakat dari Tiga Provinsi
5
FKR Laporkan Dugaan Penyimpangan Anggaran Makan-Minum DPRD Jeneponto
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PLN Ungkap Alasan Pemadaman Listrik di Sulsel, Berlangsung hingga Empat Hari
2
FIFGROUP Bekali Siswa SMKN 7 Makassar Literasi Keuangan
3
PLN Pastikan Pasokan Listrik Makassar Kembali Normal Tanggal 5 September
4
MediaMIND 2026: PT Vale Bagikan Kisah Pemberdayaan Masyarakat dari Tiga Provinsi
5
FKR Laporkan Dugaan Penyimpangan Anggaran Makan-Minum DPRD Jeneponto