Proyek Karebosi Ditunda ke 2027, Anggaran Rp48 Miliar Jadi SILPA
Selasa, 01 Sep 2026 21:21
Kepala BPKAD Kota Makassar Muh. Dahlan di ruang Media Center Balai Kota Makassar, Senin (1/9/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Proyek revitalisasi Karebosi dipastikan tidak berjalan pada tahun anggaran 2026. Anggaran sekitar Rp48 miliar yang telah dialokasikan untuk proyek tersebut akan menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA).
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar, Muh. Dahlan, mengatakan proyek Karebosi baru akan dilanjutkan pada tahun depan.
"Seperti proyek Karebosi. Tahun ini proyek Karebosi tidak jalan dan baru akan dimulai tahun depan," jelasnya, Senin (1/9/2026).
Menurut Dahlan, anggaran yang tidak terserap tahun ini akan kembali dialokasikan untuk proyek tersebut pada 2027. Rencana itu telah tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun berikutnya.
"Anggaran itu pasti tidak terpakai dan menjadi SILPA. Namun, tahun depan pasti akan digunakan kembali. Anggarannya sekitar Rp48 miliar. Kayaknya lebih besar dibanding tahun lalu. Tahun lalu sekitar Rp70-an miliar. Tahun depan anggarannya cukup besar. Sudah masuk di RKPD, angkanya sekitar Rp47 miliar hingga Rp48 miliar," tambah Dahlan.
Ia mengatakan, pembahasan lebih lanjut mengenai alokasi anggaran dan proyek besar pada 2027 baru akan dimulai secara resmi pada November mendatang.
"Yang jelas proyek yang pasti jalan itu seperti Jalan Untia. Untuk detail pastinya, pihak Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah) yang lebih mengetahuinya," sebutnya kepada awak media.
Dahlan menjelaskan, pengawalan alokasi anggaran masih berada pada tahap perencanaan di Bappelitbangda. Dokumen resmi terkait rencana tersebut belum diterima BPKAD.
"Karena prosesnya masih berada di tahap perencanaan di Bappelitbangda. Dokumen resminya belum sampai ke meja saya. Walaupun nanti sudah masuk ke Dokumen KUA-PPAS, tetap harus kita bahas bersama di DPRD. Setelah disetujui dalam pembahasan tersebut, barulah bisa dijalankan," jelasnya.
APBD Perubahan
Terkait proyeksi APBD Perubahan, Dahlan memperkirakan nilai anggaran secara makro tidak mengalami perubahan signifikan.
"Kalau di RKPD kemungkinan tidak ada perubahan signifikan, tetap bertahan di angka Rp5,1 triliun hingga Rp5,2 triliun. Hanya saja, dalam proses pembahasan biasanya beberapa teman-teman SKPD akan melakukan penyesuaian (pengurangan) agar lebih realistis. Di APBD Perubahan ini kita harus realistis melihat kegiatan mana yang betul-betul bisa dilaksanakan dan mana yang tidak. Jika sudah tidak memungkinkan, lebih baik dihapus," paparnya.
Sebagai langkah menjaga stabilitas fiskal, BPKAD sebelumnya melakukan efisiensi pada pos Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP/TSPP).
"Kemarin kita sudah melakukan efisiensi pada pos TPP/TSPP (Tunjangan Perbaikan Penghasilan). Anggarannya kita kurangi untuk menutupi kebutuhan kegiatan teknis di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), khususnya terkait penanganan TPA. Untuk angka pastinya saya kurang hafal, tetapi nilainya mencapai puluhan miliar rupiah," kata Dahlan.
Dahlan meminta setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) realistis dalam melihat sisa waktu pelaksanaan kegiatan pada APBD Perubahan.
"Di APBD Perubahan nanti, tiap SKPD harus realistis melihat sisa waktu pelaksanaan yang tinggal 3 bulan. SKPD tentu akan berpikir ulang karena kita menargetkan realisasi anggaran mencapai 95% di akhir tahun. Jika ada kegiatan yang sudah tidak mungkin selesai, tentu akan dihilangkan agar tidak menurunkan persentase serapan anggaran," pesannya.
Di sisi lain, BPKAD Kota Makassar mencatat realisasi belanja daerah mencapai 44 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 37 persen.
"Saat ini serapan belanja kita berada di angka 44%. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (37%), ada kenaikan sekitar 7%. Jadi progresnya masih lumayan bagus. Begitu juga dengan pendapatan daerah yang sudah mencapai 59%, meningkat dari tahun lalu yang sebesar 54%," jabarnya.
Dahlan juga menyampaikan bahwa status aset daerah di Kecamatan Manggala baru akan dibahas dalam rapat khusus yang dijadwalkan pada Selasa (2/9/2026).
"Soal itu (aset di Kecamatan Manggala) besok baru akan kita rapatkan. Saya belum bisa memberikan keterangan karena besok baru dibahas atas perintah dari Pak Wali. Saat ini masih dalam proses (aset kendaraan dinas) termasuk kelanjutan kerja sama terkait aset yang ditangani oleh Kejaksaan," ucapnya.
Menurut Dahlan, baru Sekretariat DPRD dan sebagian Sekretariat Daerah yang menyelesaikan pendataan aset di lingkup SKPD.
"SKPD yang sudah menyelesaikan pendataan aset baru DPRD (Makassar) dan sebagian Sekretariat Daerah. Saat ini penyusunan SK Tim Tim Penertiban Aset sedang dilanjutkan kembali untuk memproses sisa aset yang ada," pungkasnya.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar, Muh. Dahlan, mengatakan proyek Karebosi baru akan dilanjutkan pada tahun depan.
"Seperti proyek Karebosi. Tahun ini proyek Karebosi tidak jalan dan baru akan dimulai tahun depan," jelasnya, Senin (1/9/2026).
Menurut Dahlan, anggaran yang tidak terserap tahun ini akan kembali dialokasikan untuk proyek tersebut pada 2027. Rencana itu telah tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun berikutnya.
"Anggaran itu pasti tidak terpakai dan menjadi SILPA. Namun, tahun depan pasti akan digunakan kembali. Anggarannya sekitar Rp48 miliar. Kayaknya lebih besar dibanding tahun lalu. Tahun lalu sekitar Rp70-an miliar. Tahun depan anggarannya cukup besar. Sudah masuk di RKPD, angkanya sekitar Rp47 miliar hingga Rp48 miliar," tambah Dahlan.
Ia mengatakan, pembahasan lebih lanjut mengenai alokasi anggaran dan proyek besar pada 2027 baru akan dimulai secara resmi pada November mendatang.
"Yang jelas proyek yang pasti jalan itu seperti Jalan Untia. Untuk detail pastinya, pihak Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah) yang lebih mengetahuinya," sebutnya kepada awak media.
Dahlan menjelaskan, pengawalan alokasi anggaran masih berada pada tahap perencanaan di Bappelitbangda. Dokumen resmi terkait rencana tersebut belum diterima BPKAD.
"Karena prosesnya masih berada di tahap perencanaan di Bappelitbangda. Dokumen resminya belum sampai ke meja saya. Walaupun nanti sudah masuk ke Dokumen KUA-PPAS, tetap harus kita bahas bersama di DPRD. Setelah disetujui dalam pembahasan tersebut, barulah bisa dijalankan," jelasnya.
APBD Perubahan
Terkait proyeksi APBD Perubahan, Dahlan memperkirakan nilai anggaran secara makro tidak mengalami perubahan signifikan.
"Kalau di RKPD kemungkinan tidak ada perubahan signifikan, tetap bertahan di angka Rp5,1 triliun hingga Rp5,2 triliun. Hanya saja, dalam proses pembahasan biasanya beberapa teman-teman SKPD akan melakukan penyesuaian (pengurangan) agar lebih realistis. Di APBD Perubahan ini kita harus realistis melihat kegiatan mana yang betul-betul bisa dilaksanakan dan mana yang tidak. Jika sudah tidak memungkinkan, lebih baik dihapus," paparnya.
Sebagai langkah menjaga stabilitas fiskal, BPKAD sebelumnya melakukan efisiensi pada pos Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP/TSPP).
"Kemarin kita sudah melakukan efisiensi pada pos TPP/TSPP (Tunjangan Perbaikan Penghasilan). Anggarannya kita kurangi untuk menutupi kebutuhan kegiatan teknis di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), khususnya terkait penanganan TPA. Untuk angka pastinya saya kurang hafal, tetapi nilainya mencapai puluhan miliar rupiah," kata Dahlan.
Dahlan meminta setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) realistis dalam melihat sisa waktu pelaksanaan kegiatan pada APBD Perubahan.
"Di APBD Perubahan nanti, tiap SKPD harus realistis melihat sisa waktu pelaksanaan yang tinggal 3 bulan. SKPD tentu akan berpikir ulang karena kita menargetkan realisasi anggaran mencapai 95% di akhir tahun. Jika ada kegiatan yang sudah tidak mungkin selesai, tentu akan dihilangkan agar tidak menurunkan persentase serapan anggaran," pesannya.
Di sisi lain, BPKAD Kota Makassar mencatat realisasi belanja daerah mencapai 44 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 37 persen.
"Saat ini serapan belanja kita berada di angka 44%. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (37%), ada kenaikan sekitar 7%. Jadi progresnya masih lumayan bagus. Begitu juga dengan pendapatan daerah yang sudah mencapai 59%, meningkat dari tahun lalu yang sebesar 54%," jabarnya.
Dahlan juga menyampaikan bahwa status aset daerah di Kecamatan Manggala baru akan dibahas dalam rapat khusus yang dijadwalkan pada Selasa (2/9/2026).
"Soal itu (aset di Kecamatan Manggala) besok baru akan kita rapatkan. Saya belum bisa memberikan keterangan karena besok baru dibahas atas perintah dari Pak Wali. Saat ini masih dalam proses (aset kendaraan dinas) termasuk kelanjutan kerja sama terkait aset yang ditangani oleh Kejaksaan," ucapnya.
Menurut Dahlan, baru Sekretariat DPRD dan sebagian Sekretariat Daerah yang menyelesaikan pendataan aset di lingkup SKPD.
"SKPD yang sudah menyelesaikan pendataan aset baru DPRD (Makassar) dan sebagian Sekretariat Daerah. Saat ini penyusunan SK Tim Tim Penertiban Aset sedang dilanjutkan kembali untuk memproses sisa aset yang ada," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Angka Kriminalitas dan Unjuk Rasa di Kota Makassar Turun
Jumlah aksi unjuk rasa di Kota Makassar disebut turun drastis, dari yang sebelumnya mencapai ratusan aksi dalam sepekan menjadi 24 aksi. Penurunan tersebut berjalan beriringan dengan turunnya angka kriminalitas.
Selasa, 01 Sep 2026 06:13
Makassar City
Ada Lurah Sering Nongkrong di Warkop, Legislator Makassar: Perlu Dievaluasi
Pimpinan DPRD Kota Makassar mendesak Pemerintah Kota Makassar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja lurah, menyusul sorotan terhadap pelayanan publik di tingkat kelurahan.
Minggu, 30 Agu 2026 18:43
Makassar City
Makassar Masuk 10 Kota Hub GSIH Global 2026
Kota Makassar menjadi salah satu dari 10 kota hub dalam Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Global Hub 2026.
Kamis, 27 Agu 2026 06:10
Makassar City
1.157 Peserta Ikuti MTQ VIII KORPRI Nasional, Makassar-Pangkep Tuan Rumah
Sebanyak 1.157 peserta dari 117 kafilah mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional 2026 di Sulawesi Selatan.
Selasa, 25 Agu 2026 07:19
Sulsel
Kota Makassar Siap Sambut 1.600 Lebih Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026
Pemkot Makassar memastikan kesiapan menyambut ribuan kafilah MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 dan menjadi salah satu pusat pelaksanaan sekaligus lokasi pembukaan hajatan nasional tersebut.
Senin, 24 Agu 2026 06:16
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PLN Ungkap Alasan Pemadaman Listrik di Sulsel, Berlangsung hingga Empat Hari
2
FIFGROUP Bekali Siswa SMKN 7 Makassar Literasi Keuangan
3
PLN Pastikan Pasokan Listrik Makassar Kembali Normal Tanggal 5 September
4
MediaMIND 2026: PT Vale Bagikan Kisah Pemberdayaan Masyarakat dari Tiga Provinsi
5
FKR Laporkan Dugaan Penyimpangan Anggaran Makan-Minum DPRD Jeneponto
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PLN Ungkap Alasan Pemadaman Listrik di Sulsel, Berlangsung hingga Empat Hari
2
FIFGROUP Bekali Siswa SMKN 7 Makassar Literasi Keuangan
3
PLN Pastikan Pasokan Listrik Makassar Kembali Normal Tanggal 5 September
4
MediaMIND 2026: PT Vale Bagikan Kisah Pemberdayaan Masyarakat dari Tiga Provinsi
5
FKR Laporkan Dugaan Penyimpangan Anggaran Makan-Minum DPRD Jeneponto