Bukit Baruga Kembangkan Urban Farming Terintegrasi, Berpotensi Jadi Percontohan di Makassar
Selasa, 08 Sep 2026 16:09
Pengembangan urban farming di kawasan Bukit Baruga, Makassar, berpeluang dikembangkan sebagai percontohan pertanian perkotaan yang terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Pengembangan urban farming di kawasan Bukit Baruga, Makassar, mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Makassar dan berpeluang dikembangkan sebagai percontohan pertanian perkotaan yang terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan.
Potensi tersebut terlihat dari konsep urban farming di kawasan Masjid Bin Baz, Bukit Baruga, yang tidak hanya memanfaatkan lahan untuk budidaya tanaman hortikultura melalui sistem greenhouse, tetapi juga mengintegrasikan pengelolaan air bekas wudhu dan pemanfaatan pupuk organik dari biopori.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melihat langsung perkembangan program tersebut saat menghadiri kegiatan panen melon di kawasan urban farming Bukit Baruga, Jumat (4/9/2026). Sebelumnya, program ini juga telah diluncurkan bersama Wali Kota Makassar.
Menurut Munafri, konsep yang dikembangkan Bukit Baruga menarik karena menggabungkan aktivitas pertanian dengan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di kawasan.
“Yang paling menarik adalah pola terintegrasi yang dilakukan ini. Hasil limbah buangan dari air wudhu dikelola kembali untuk menyiram tanaman-tanaman yang ada. Pupuk-pupuk yang dipergunakan juga pupuk organik yang datang dari biopori,” ujarnya.
Ia menilai konsep tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas sebagai salah satu model urban farming di kawasan perkotaan. Pemanfaatan lahan, pengelolaan air bekas wudhu, serta penggunaan pupuk organik dari biopori menjadi bagian dari pendekatan yang dapat mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Bagi Bukit Baruga, pengembangan urban farming merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan ruang dan sumber daya di dalam kawasan agar memberikan manfaat produktif sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
Chief Operating Officer Kalla Land, M. Natsir Mardan, mengatakan program tersebut dikembangkan sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi kawasan melalui aktivitas yang produktif dan berkelanjutan.
“Kami melihat urban farming sebagai salah satu bentuk pemanfaatan ruang dan sumber daya yang dapat memberikan nilai tambah bagi kawasan. Ke depan, kami berharap pengembangannya dapat semakin optimal dan menjadi contoh bagaimana aktivitas produktif dapat berjalan beriringan dengan pengelolaan lingkungan di kawasan Bukit Baruga,” pungkasnya.
Urban farming di Masjid Bin Baz dikembangkan menggunakan sistem greenhouse untuk menciptakan proses budidaya yang lebih terkontrol. Selain melon, area tersebut juga dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai jenis tanaman hortikultura lainnya.
Konsep pertanian ini turut mengintegrasikan pemanfaatan air bekas wudhu untuk kebutuhan penyiraman tanaman serta penggunaan pupuk organik yang berasal dari pengelolaan biopori.
Pengembangan urban farming tersebut menjadi bagian dari upaya Bukit Baruga menghadirkan ruang produktif di dalam kawasan sekaligus mendorong praktik pengelolaan lingkungan yang memberikan manfaat berkelanjutan.
Dengan pengembangan yang dilakukan secara bertahap, urban farming Bukit Baruga diharapkan terus berkembang dan dapat menjadi salah satu contoh penerapan pertanian perkotaan yang mengintegrasikan produktivitas, pemanfaatan sumber daya, dan pengelolaan lingkungan.
Potensi tersebut terlihat dari konsep urban farming di kawasan Masjid Bin Baz, Bukit Baruga, yang tidak hanya memanfaatkan lahan untuk budidaya tanaman hortikultura melalui sistem greenhouse, tetapi juga mengintegrasikan pengelolaan air bekas wudhu dan pemanfaatan pupuk organik dari biopori.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melihat langsung perkembangan program tersebut saat menghadiri kegiatan panen melon di kawasan urban farming Bukit Baruga, Jumat (4/9/2026). Sebelumnya, program ini juga telah diluncurkan bersama Wali Kota Makassar.
Menurut Munafri, konsep yang dikembangkan Bukit Baruga menarik karena menggabungkan aktivitas pertanian dengan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di kawasan.
“Yang paling menarik adalah pola terintegrasi yang dilakukan ini. Hasil limbah buangan dari air wudhu dikelola kembali untuk menyiram tanaman-tanaman yang ada. Pupuk-pupuk yang dipergunakan juga pupuk organik yang datang dari biopori,” ujarnya.
Ia menilai konsep tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas sebagai salah satu model urban farming di kawasan perkotaan. Pemanfaatan lahan, pengelolaan air bekas wudhu, serta penggunaan pupuk organik dari biopori menjadi bagian dari pendekatan yang dapat mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Bagi Bukit Baruga, pengembangan urban farming merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan ruang dan sumber daya di dalam kawasan agar memberikan manfaat produktif sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
Chief Operating Officer Kalla Land, M. Natsir Mardan, mengatakan program tersebut dikembangkan sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi kawasan melalui aktivitas yang produktif dan berkelanjutan.
“Kami melihat urban farming sebagai salah satu bentuk pemanfaatan ruang dan sumber daya yang dapat memberikan nilai tambah bagi kawasan. Ke depan, kami berharap pengembangannya dapat semakin optimal dan menjadi contoh bagaimana aktivitas produktif dapat berjalan beriringan dengan pengelolaan lingkungan di kawasan Bukit Baruga,” pungkasnya.
Urban farming di Masjid Bin Baz dikembangkan menggunakan sistem greenhouse untuk menciptakan proses budidaya yang lebih terkontrol. Selain melon, area tersebut juga dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai jenis tanaman hortikultura lainnya.
Konsep pertanian ini turut mengintegrasikan pemanfaatan air bekas wudhu untuk kebutuhan penyiraman tanaman serta penggunaan pupuk organik yang berasal dari pengelolaan biopori.
Pengembangan urban farming tersebut menjadi bagian dari upaya Bukit Baruga menghadirkan ruang produktif di dalam kawasan sekaligus mendorong praktik pengelolaan lingkungan yang memberikan manfaat berkelanjutan.
Dengan pengembangan yang dilakukan secara bertahap, urban farming Bukit Baruga diharapkan terus berkembang dan dapat menjadi salah satu contoh penerapan pertanian perkotaan yang mengintegrasikan produktivitas, pemanfaatan sumber daya, dan pengelolaan lingkungan.
(TRI)
Berita Terkait
Makassar City
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Wali Kota Makassar Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Kamis, 22 Okt 2026 22:18
Sulsel
Cegah Gangguan Distribusi Air, PDAM Makassar Koordinasi dengan Dinas PU
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, mengunjungi Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar di Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (22/10/2026).
Kamis, 22 Okt 2026 11:09
Makassar City
Pemkot Makassar Dorong PAUD Negeri jadi Pusat Pendidikan Lokal dan Ramah Iklim
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali tampil di panggung nasional untuk membagikan praktik baik pembangunan sumber daya manusia melalui pengembangan anak usia dini.
Kamis, 22 Okt 2026 06:16
Sulsel
Pemkot Siapkan Beasiswa APBD untuk 400 Siswa dari Keluarga Kurang Mampu
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyiapkan program beasiswa dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bagi 400 siswa SD dan SMP dari keluarga kurang mampu.
Kamis, 22 Okt 2026 06:09
Lifestyle
Bukit Baruga Ajak Warga Hidup Sehat Lewat Olahraga dan Podcast
Bukit Baruga menggelar kegiatan Poundfit dan Podcast Keliling untuk mendukung gaya hidup sehat di Driving Range Golf, kawasan Bukit Baruga, akhir pekan lalu.
Rabu, 21 Okt 2026 13:28
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Enduro Home Service, Cara Pertamina Lubricants Merintis Wirausaha dari Bengkel Sekolah
2
Land Cruiser FJ Debut di Indonesia Timur, Kalla Toyota Buka Prospek
3
Golkar Sulsel Gelar Pelantikan dan Pesta Rakyat, Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadir
4
Hadapi Sorotan MSCI, OJK Tegaskan Komitmen Reformasi Pasar Modal
5
Tingkatkan Kualitas Layanan Informasi Publik, Pemkab Gowa Evaluasi Kinerja PPID
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Enduro Home Service, Cara Pertamina Lubricants Merintis Wirausaha dari Bengkel Sekolah
2
Land Cruiser FJ Debut di Indonesia Timur, Kalla Toyota Buka Prospek
3
Golkar Sulsel Gelar Pelantikan dan Pesta Rakyat, Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadir
4
Hadapi Sorotan MSCI, OJK Tegaskan Komitmen Reformasi Pasar Modal
5
Tingkatkan Kualitas Layanan Informasi Publik, Pemkab Gowa Evaluasi Kinerja PPID