Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen Per Agustus 2026
Jum'at, 18 Sep 2026 08:59
PT Pelabuhan Indonesia Regional 4 mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional sepanjang Januari hingga Agustus 2026, terkhusus trafik penumpang. Foto/Istimewa
MAKASSAR - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Pertumbuhan sektor penumpang menjadi penopang utama dengan lonjakan mencapai 12,9 persen secara tahunan (year-on-year), yakni dari 5,33 juta orang menjadi 6,02 juta orang.
Kinerja positif tersebut juga tecermin pada trafik kapal berdasarkan bobot kotor (gross tonnage/GT) yang tumbuh 5,3 persen dari 279,99 juta GT menjadi 294,82 juta GT. Sementara dari sisi frekuensi kunjungan, jumlah kapal yang dilayani meningkat 2,4 persen dari 78.172 unit menjadi 80.023 unit.
Untuk arus peti kemas, realisasi hingga Agustus 2026 mencapai 1,70 juta TEUs, naik 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,64 juta TEUs. Jika dihitung berdasarkan satuan boks, volume peti kemas tumbuh 3,7 persen dari 1,38 juta boks menjadi 1,43 juta boks.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menegaskan bahwa tren positif ini membuktikan aktivitas ekonomi dan konektivitas di kawasan timur Indonesia tetap tangguh di tengah dinamika perdagangan global maupun domestik.
“Pertumbuhan trafik kapal, peti kemas, dan penumpang hingga Agustus 2026 mencerminkan peran pelabuhan yang terus menguat dalam mendukung mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi barang di wilayah kerja Regional 4,” ujar Abdul Azis.
Abdul Azis menambahkan, Pelindo Regional 4 konsisten meningkatkan keandalan layanan melalui koordinasi operasional yang solid, optimalisasi sarana-prasarana, serta peningkatan mutu pelayanan bagi seluruh pengguna jasa. Langkah strategis ini sejalan dengan agenda Danantara Indonesia dalam memperkuat kelancaran arus logistik dan perdagangan nasional.
“Setiap cabang memiliki karakteristik dan potensi komoditas yang khas. Kami terus mendorong seluruh unit operasional agar responsif terhadap kebutuhan pasar serta sigap menangkap peluang pertumbuhan trafik di daerah masing-masing,” tuturnya.
Pelabuhan Ternate Memimpin Pertumbuhan Kapal
Berdasarkan bobot kotor kapal (GT), Pelabuhan Ternate mencatatkan lonjakan tertinggi hingga 302,3 persen, yaitu dari 3,68 juta GT menjadi 14,79 juta GT. Lonjakan ini didorong oleh integrasi pencatatan arus kegiatan Lawui oleh anak usaha Pelindo, PT Jasa Armada Indonesia (JAI) Tbk.
Pelabuhan Pantoloan menyusul di posisi kedua dengan kenaikan 20 persen menjadi 4,72 juta GT akibat meningkatnya aktivitas kapal penumpang dan tongkang di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).
Pertumbuhan signifikan juga tercatat di Pelabuhan Samarinda (naik 14,1 persen menjadi 37,21 juta GT), Pelabuhan Merauke (naik 12,4 persen menjadi 1,21 juta GT), dan Pelabuhan Bontang (naik 10,4 persen menjadi 24,08 juta GT).
Makassar New Port Rajai Arus Peti Kemas
Di sektor peti kemas, TPK New Makassar 2 atau Makassar New Port (MNP) memimpin pertumbuhan sebesar 24,2 persen, dari 255.378 TEUs menjadi 317.219 TEUs. Lonjakan volume ini dipicu oleh peningkatan komoditas ekspor dan antarpulau, khususnya hasil pertanian dan nikel.
Pertumbuhan peti kemas juga dicatatkan oleh Pelabuhan Parepare yang naik 16,3 persen menjadi 8.190 TEUs seiring masuknya layanan komoditas beras oleh PT Meratus. Selain itu, Pelabuhan Kendari tumbuh 15,7 persen (109.504 TEUs), Pelabuhan Jayapura naik 11,2 persen (62.273 TEUs), dan Pelabuhan Merauke meningkat 10,6 persen (37.237 TEUs) yang didorong oleh kebutuhan material Proyek Strategis Nasional di Papua Selatan.
Manado & Kendari Tumbuh Pesat di Sektor Nonpetikemas - Penumpang
Untuk arus barang nonpetikemas (tonase), Pelabuhan Manado mencatat kenaikan tertinggi sebesar 171,2 persen menjadi 145.532 ton berkat lonjakan pengiriman pasokan menuju Halmahera. Kinerja positif juga diikuti oleh Pelabuhan Jayapura (naik 101,3 persen), Samarinda (naik 93,4 persen), Parepare (naik 28 persen), serta Makassar (naik 4,6 persen).
Sementara pada sektor penumpang, Pelabuhan Kendari membukukan lonjakan tertinggi sebesar 34,5 persen menjadi 494.119 orang pascapembukaan rute baru menuju Konawe Kepulauan. Kenaikan penumpang juga dirasakan oleh Pelabuhan Ambon (naik 18,9 persen), Parepare (naik 17,8 persen), Balikpapan (naik 12,6 persen), dan Makassar (naik 9,8 persen), yang seluruhnya ditopang oleh tingginya mobilitas warga pada musim mudik Lebaran serta libur hari raya.
Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menjelaskan bahwa capaian di setiap daerah dipengaruhi faktor yang beragam, mulai dari pembukaan rute pelayaran baru hingga peningkatan komoditas unggulan daerah.
Kendati demikian, manajemen tetap melakukan evaluasi mendalam pada beberapa indikator yang belum memenuhi target, seperti volume barang nonpetikemas di sejumlah pelabuhan tertentu.
“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan pengguna jasa, maskapai pelayaran, dan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi muatan serta menjamin kelancaran kelautan hingga akhir tahun,” pungkas Yusida.
Kinerja positif tersebut juga tecermin pada trafik kapal berdasarkan bobot kotor (gross tonnage/GT) yang tumbuh 5,3 persen dari 279,99 juta GT menjadi 294,82 juta GT. Sementara dari sisi frekuensi kunjungan, jumlah kapal yang dilayani meningkat 2,4 persen dari 78.172 unit menjadi 80.023 unit.
Untuk arus peti kemas, realisasi hingga Agustus 2026 mencapai 1,70 juta TEUs, naik 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,64 juta TEUs. Jika dihitung berdasarkan satuan boks, volume peti kemas tumbuh 3,7 persen dari 1,38 juta boks menjadi 1,43 juta boks.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menegaskan bahwa tren positif ini membuktikan aktivitas ekonomi dan konektivitas di kawasan timur Indonesia tetap tangguh di tengah dinamika perdagangan global maupun domestik.
“Pertumbuhan trafik kapal, peti kemas, dan penumpang hingga Agustus 2026 mencerminkan peran pelabuhan yang terus menguat dalam mendukung mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi barang di wilayah kerja Regional 4,” ujar Abdul Azis.
Abdul Azis menambahkan, Pelindo Regional 4 konsisten meningkatkan keandalan layanan melalui koordinasi operasional yang solid, optimalisasi sarana-prasarana, serta peningkatan mutu pelayanan bagi seluruh pengguna jasa. Langkah strategis ini sejalan dengan agenda Danantara Indonesia dalam memperkuat kelancaran arus logistik dan perdagangan nasional.
“Setiap cabang memiliki karakteristik dan potensi komoditas yang khas. Kami terus mendorong seluruh unit operasional agar responsif terhadap kebutuhan pasar serta sigap menangkap peluang pertumbuhan trafik di daerah masing-masing,” tuturnya.
Pelabuhan Ternate Memimpin Pertumbuhan Kapal
Berdasarkan bobot kotor kapal (GT), Pelabuhan Ternate mencatatkan lonjakan tertinggi hingga 302,3 persen, yaitu dari 3,68 juta GT menjadi 14,79 juta GT. Lonjakan ini didorong oleh integrasi pencatatan arus kegiatan Lawui oleh anak usaha Pelindo, PT Jasa Armada Indonesia (JAI) Tbk.
Pelabuhan Pantoloan menyusul di posisi kedua dengan kenaikan 20 persen menjadi 4,72 juta GT akibat meningkatnya aktivitas kapal penumpang dan tongkang di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).
Pertumbuhan signifikan juga tercatat di Pelabuhan Samarinda (naik 14,1 persen menjadi 37,21 juta GT), Pelabuhan Merauke (naik 12,4 persen menjadi 1,21 juta GT), dan Pelabuhan Bontang (naik 10,4 persen menjadi 24,08 juta GT).
Makassar New Port Rajai Arus Peti Kemas
Di sektor peti kemas, TPK New Makassar 2 atau Makassar New Port (MNP) memimpin pertumbuhan sebesar 24,2 persen, dari 255.378 TEUs menjadi 317.219 TEUs. Lonjakan volume ini dipicu oleh peningkatan komoditas ekspor dan antarpulau, khususnya hasil pertanian dan nikel.
Pertumbuhan peti kemas juga dicatatkan oleh Pelabuhan Parepare yang naik 16,3 persen menjadi 8.190 TEUs seiring masuknya layanan komoditas beras oleh PT Meratus. Selain itu, Pelabuhan Kendari tumbuh 15,7 persen (109.504 TEUs), Pelabuhan Jayapura naik 11,2 persen (62.273 TEUs), dan Pelabuhan Merauke meningkat 10,6 persen (37.237 TEUs) yang didorong oleh kebutuhan material Proyek Strategis Nasional di Papua Selatan.
Manado & Kendari Tumbuh Pesat di Sektor Nonpetikemas - Penumpang
Untuk arus barang nonpetikemas (tonase), Pelabuhan Manado mencatat kenaikan tertinggi sebesar 171,2 persen menjadi 145.532 ton berkat lonjakan pengiriman pasokan menuju Halmahera. Kinerja positif juga diikuti oleh Pelabuhan Jayapura (naik 101,3 persen), Samarinda (naik 93,4 persen), Parepare (naik 28 persen), serta Makassar (naik 4,6 persen).
Sementara pada sektor penumpang, Pelabuhan Kendari membukukan lonjakan tertinggi sebesar 34,5 persen menjadi 494.119 orang pascapembukaan rute baru menuju Konawe Kepulauan. Kenaikan penumpang juga dirasakan oleh Pelabuhan Ambon (naik 18,9 persen), Parepare (naik 17,8 persen), Balikpapan (naik 12,6 persen), dan Makassar (naik 9,8 persen), yang seluruhnya ditopang oleh tingginya mobilitas warga pada musim mudik Lebaran serta libur hari raya.
Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menjelaskan bahwa capaian di setiap daerah dipengaruhi faktor yang beragam, mulai dari pembukaan rute pelayaran baru hingga peningkatan komoditas unggulan daerah.
Kendati demikian, manajemen tetap melakukan evaluasi mendalam pada beberapa indikator yang belum memenuhi target, seperti volume barang nonpetikemas di sejumlah pelabuhan tertentu.
“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan pengguna jasa, maskapai pelayaran, dan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi muatan serta menjamin kelancaran kelautan hingga akhir tahun,” pungkas Yusida.
(TRI)
Berita Terkait
Makassar City
Pelindo Bantu Atasi Krisis Air Bersih di Delapan Kelurahan Makassar
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di delapan kelurahan yang tersebar di Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah.
Senin, 02 Nov 2026 19:02
News
PT EPI Dorong Pelabuhan Ramah Lingkungan lewat Transformasi Energi
Upaya mewujudkan Green Port didukung PT Energi Pelabuhan Indonesia (PT EPI) melalui pengembangan infrastruktur dan layanan kelistrikan, termasuk Onshore Power Supply (OPS).
Selasa, 27 Okt 2026 20:18
News
Pelindo Gandeng Pemprov Sulsel Perkuat Konektivitas Maritim dan Logistik
Pelindo Regional 4 dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan konektivitas maritim dan memperlancar arus logistik.
Senin, 26 Okt 2026 19:10
News
Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya HSSE Lewat Pelatihan Tanggap Darurat
Kesiapan menghadapi keadaan darurat menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan pekerja dan kelancaran operasional pelabuhan.
Kamis, 22 Okt 2026 20:18
News
Pelindo Salurkan Material Bangunan untuk Korban Kebakaran di Makassar
Warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Makassar, mendapat bantuan material bangunan dari PT Pelabuhan Indonesia Regional 4.
Senin, 19 Okt 2026 19:36
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Senior dan Tokoh Kampus Diharap Turut Jaga Suasana Sejuk Pilrek UNM
2
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Kehilangan Sosok Wartawan Senior Arif Situju
3
Sambut HUT ke-419 Makassar, DPPPA Siapkan Festival Perempuan dan Anak
4
Cegah Stunting, Pemkab Maros Libatkan 11 Perusahaan jadi Orang Tua Asuh
5
Andi Patarai Amir Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Maros
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Senior dan Tokoh Kampus Diharap Turut Jaga Suasana Sejuk Pilrek UNM
2
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Kehilangan Sosok Wartawan Senior Arif Situju
3
Sambut HUT ke-419 Makassar, DPPPA Siapkan Festival Perempuan dan Anak
4
Cegah Stunting, Pemkab Maros Libatkan 11 Perusahaan jadi Orang Tua Asuh
5
Andi Patarai Amir Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Maros