OJK Bekali Nelayan Jeneponto Cakap Kelola Keuangan dan Waspada Investasi Ilegal
Tri Yari Kurniawan
Selasa, 22 September 2026 - 09:29 WIB
OJK terus memperkuat literasi keuangan masyarakat pesisir Jeneponto sekaligus mengingatkan mereka agar waspada terhadap tawaran investasi ilegal. Foto/Istimewa
Meningkatkan pendapatan belum cukup untuk mendorong kesejahteraan masyarakat nelayan tanpa diiringi kemampuan mengelola keuangan secara bijak. Karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi keuangan masyarakat pesisir Jeneponto sekaligus mengingatkan mereka agar waspada terhadap tawaran investasi ilegal.
Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Balangloe, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini menyasar masyarakat pesisir dan nelayan untuk memperluas akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang aman, mudah, terjangkau, dan sesuai kebutuhan.
Asisten Direktur OJK Sulsel Sulbar, Mushadi Nurali, yang mewakili Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, mengatakan kemampuan mengelola keuangan merupakan salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Mushadi, masyarakat nelayan dan pelaku usaha pesisir perlu membangun kebiasaan keuangan yang sehat. Hal itu antara lain dilakukan dengan membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran, menyiapkan dana darurat, serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kemampuan dan kebutuhan.
“Peningkatan literasi keuangan tidak hanya mengenai bagaimana masyarakat dapat mengakses produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, memahami manfaat dan risikonya, serta terlindungi dari berbagai bentuk penipuan dan investasi ilegal,” kata Mushadi.
Literasi keuangan menjadi semakin penting bagi masyarakat nelayan karena kemampuan mengelola pendapatan dapat menentukan keberlanjutan usaha dan pemenuhan kebutuhan keluarga. Dengan pengelolaan yang baik, pendapatan dari usaha perikanan diharapkan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga dapat mendukung pengembangan usaha.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jeneponto, Abd. Rajab Gaus, mengapresiasi sinergi OJK melalui program EKI dan KNMP. Menurutnya, pengembangan kawasan nelayan tidak cukup hanya dengan dukungan terhadap produksi dan sarana prasarana perikanan.
Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Balangloe, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini menyasar masyarakat pesisir dan nelayan untuk memperluas akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang aman, mudah, terjangkau, dan sesuai kebutuhan.
Asisten Direktur OJK Sulsel Sulbar, Mushadi Nurali, yang mewakili Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, mengatakan kemampuan mengelola keuangan merupakan salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Mushadi, masyarakat nelayan dan pelaku usaha pesisir perlu membangun kebiasaan keuangan yang sehat. Hal itu antara lain dilakukan dengan membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran, menyiapkan dana darurat, serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kemampuan dan kebutuhan.
“Peningkatan literasi keuangan tidak hanya mengenai bagaimana masyarakat dapat mengakses produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, memahami manfaat dan risikonya, serta terlindungi dari berbagai bentuk penipuan dan investasi ilegal,” kata Mushadi.
Literasi keuangan menjadi semakin penting bagi masyarakat nelayan karena kemampuan mengelola pendapatan dapat menentukan keberlanjutan usaha dan pemenuhan kebutuhan keluarga. Dengan pengelolaan yang baik, pendapatan dari usaha perikanan diharapkan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga dapat mendukung pengembangan usaha.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jeneponto, Abd. Rajab Gaus, mengapresiasi sinergi OJK melalui program EKI dan KNMP. Menurutnya, pengembangan kawasan nelayan tidak cukup hanya dengan dukungan terhadap produksi dan sarana prasarana perikanan.