Harga Cabai Naik, TPID Sulsel Gelar Gerakan Pangan Murah di Makassar
Tri Yari Kurniawan
Rabu, 30 September 2026 - 20:21 WIB
Guna membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga daya beli, TPID Sulsel menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Makassar. Foto/Istimewa
Harga cabai yang masih berada di atas harga acuan menjadi perhatian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan. Untuk membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga daya beli, TPID Sulsel menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Makassar, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan yang digelar di Halaman Kantor Camat Tallo tersebut tidak hanya menghadirkan pangan murah, tetapi juga dirangkaikan dengan edukasi QRIS dan hilirisasi komoditas cabai. Langkah ini menjadi bagian dari sinergi pemerintah daerah dan Bank Indonesia dalam merespons perkembangan harga pangan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi daerah.
GPM dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan Muh. Ilyas. Hadir pula Camat Tallo Andi Husni dan Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Oki Hermawan.
Pelaksanaan GPM diarahkan pada prinsip 4T, yakni tepat lokasi, tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat komoditas. Prinsip tersebut diterapkan terutama untuk komoditas pangan yang mengalami tekanan harga sehingga intervensi dapat dilakukan secara lebih terarah.
Cabai menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian dalam GPM kali ini. Berdasarkan perkembangan harga per 25 September 2026, harga cabai rawit merah di Kota Makassar tercatat Rp71.250 per kilogram. Angka tersebut berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen yang berada pada kisaran Rp40.000–Rp57.000 per kilogram.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pelaksanaan intervensi melalui GPM. Sebanyak 250 paket tebus murah cabai disiapkan dengan harga Rp17.500 per paket.
Setiap paket berisi cabai merah 200 gram, cabai rawit 200 gram, dan cabai keriting 200 gram. Pembelian menggunakan QRIS sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh komoditas dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga mendapatkan pengalaman bertransaksi secara non-tunai.
Kegiatan yang digelar di Halaman Kantor Camat Tallo tersebut tidak hanya menghadirkan pangan murah, tetapi juga dirangkaikan dengan edukasi QRIS dan hilirisasi komoditas cabai. Langkah ini menjadi bagian dari sinergi pemerintah daerah dan Bank Indonesia dalam merespons perkembangan harga pangan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi daerah.
GPM dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan Muh. Ilyas. Hadir pula Camat Tallo Andi Husni dan Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Oki Hermawan.
Pelaksanaan GPM diarahkan pada prinsip 4T, yakni tepat lokasi, tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat komoditas. Prinsip tersebut diterapkan terutama untuk komoditas pangan yang mengalami tekanan harga sehingga intervensi dapat dilakukan secara lebih terarah.
Cabai menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian dalam GPM kali ini. Berdasarkan perkembangan harga per 25 September 2026, harga cabai rawit merah di Kota Makassar tercatat Rp71.250 per kilogram. Angka tersebut berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen yang berada pada kisaran Rp40.000–Rp57.000 per kilogram.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pelaksanaan intervensi melalui GPM. Sebanyak 250 paket tebus murah cabai disiapkan dengan harga Rp17.500 per paket.
Setiap paket berisi cabai merah 200 gram, cabai rawit 200 gram, dan cabai keriting 200 gram. Pembelian menggunakan QRIS sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh komoditas dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga mendapatkan pengalaman bertransaksi secara non-tunai.