FIN Expo 2026 Jadi Momentum Perluas Akses & Literasi Keuangan Masyarakat Sulsel
Tri Yari Kurniawan
Sabtu, 03 Oktober 2026 - 19:46 WIB
Suasana pembukaan FIN Expo 2026 di Atrium TSM Makassar pada Sabtu (3/10/2026). Kegiatan ini diproyeksikan membuka akses serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Foto/Tri YK
Kesenjangan antara penggunaan dan pemahaman masyarakat terhadap produk jasa keuangan masih menjadi tantangan di Sulawesi Selatan (Sulsel). Di tengah tingginya tingkat inklusi keuangan, literasi masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan masih perlu diperkuat.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam FIN Expo 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulawesi Selatan di Atrium Mall Trans Studio Makassar, 2-4 Oktober 2026.
Mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk jasa keuangan, tetapi juga ruang edukasi, konsultasi, interaksi, dan kolaborasi antara industri jasa keuangan dengan masyarakat.
Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch Muchlasin, mengatakan berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat literasi keuangan nasional mencapai 69,57 persen, sementara inklusi keuangan telah mencapai 93,61 persen.
Di Sulawesi Selatan, tingkat inklusi keuangan bahkan berada di kisaran 94 persen. Namun, tingkat literasinya masih sekitar 61 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan sekitar 33 persen antara masyarakat yang telah menggunakan produk jasa keuangan dengan mereka yang memahami produk tersebut.
“Artinya, ada masyarakat yang sudah menggunakan jasa keuangan, tetapi belum memahami produk yang digunakan,” ujar Kepala OJK Sulselbar dalam pembukaan FIN Expo 2026 di Atrium TSM Makassar, Sabtu (3/10/2026).
Menurut dia, kesenjangan tersebut perlu dipersempit melalui edukasi yang lebih masif dan pendekatan yang semakin dekat dengan masyarakat. Karena itu, FIN Expo 2026 dirancang agar masyarakat tidak sekadar melihat atau mengenal produk keuangan, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai manfaat, risiko, serta kesesuaian produk dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam FIN Expo 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulawesi Selatan di Atrium Mall Trans Studio Makassar, 2-4 Oktober 2026.
Mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk jasa keuangan, tetapi juga ruang edukasi, konsultasi, interaksi, dan kolaborasi antara industri jasa keuangan dengan masyarakat.
Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch Muchlasin, mengatakan berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat literasi keuangan nasional mencapai 69,57 persen, sementara inklusi keuangan telah mencapai 93,61 persen.
Di Sulawesi Selatan, tingkat inklusi keuangan bahkan berada di kisaran 94 persen. Namun, tingkat literasinya masih sekitar 61 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan sekitar 33 persen antara masyarakat yang telah menggunakan produk jasa keuangan dengan mereka yang memahami produk tersebut.
“Artinya, ada masyarakat yang sudah menggunakan jasa keuangan, tetapi belum memahami produk yang digunakan,” ujar Kepala OJK Sulselbar dalam pembukaan FIN Expo 2026 di Atrium TSM Makassar, Sabtu (3/10/2026).
Menurut dia, kesenjangan tersebut perlu dipersempit melalui edukasi yang lebih masif dan pendekatan yang semakin dekat dengan masyarakat. Karena itu, FIN Expo 2026 dirancang agar masyarakat tidak sekadar melihat atau mengenal produk keuangan, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai manfaat, risiko, serta kesesuaian produk dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.