Kisah Haji Amir Tumbuh Bersama Asuransi Astra: Truk Terbakar, Bisnis Terus Berkibar
Tri Yari Kurniawan
Rabu, 07 Oktober 2026 - 08:05 WIB
Penanggung jawab Bulukumba Jaya Motor, Amiruddin alias Haji Amir, memperlihatkan sejumlah polis kendaraan dari Asuransi Astra yang telah dipercayanya selama puluhan tahun. Foto/Tri Yari Kurniawan
Ada satu peristiwa dari puluhan tahun lalu yang masih tersimpan kuat dalam ingatan Amiruddin (62), penanggung jawab Bulukumba Jaya Motor. Sebuah truk terbakar di sebuah gudang di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Api melahap kendaraan itu hingga yang tersisa hanya kerangka.
Bagi Haji Amir-sapaan akrab Amiruddin, peristiwa itu semestinya menjadi cerita tentang kehilangan. Namun, yang justru melekat dalam memorinya adalah apa yang terjadi setelah api padam. Truk yang diasuransikan melalui PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) itu diganti sesuai dengan nilai pertanggungan. Proses klaimnya berlangsung relatif cepat dan tidak berlarut-larut.
“Enggak lama prosesnya. Barangkali satu bulan sudah selesai. Yang penting apa yang dibutuhkan Asuransi Astra dipenuhi,” kenang Haji Amir saat berbincang dengan SINDO Makassar, belum lama ini.
Puluhan tahun berlalu, Haji Amir masih menjalankan bisnisnya. Di Jalan Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa, kendaraan keluar-masuk dari showroom Bulukumba Jaya Motor yang bergerak di bidang jual beli mobil bekas. Bisnis yang dirintis dan dijalaninya selama bertahun-tahun itu telah tumbuh melewati berbagai zaman.
Hingga kini, sebagian besar aset usahanya masih mendapatkan perlindungan asuransi. Setidaknya belasan unit kendaraan terproteksi melalui Asuransi Astra. Sejumlah bangunan yang mendukung aktivitas bisnisnya pun turut mendapat perlindungan. Bahkan, salah satu bangunan yang mengalami kerusakan akibat bencana kini tengah dalam proses klaim.
Dari truk yang terbakar hingga bangunan yang rusak akibat bencana, berbagai peristiwa itu meninggalkan pengalaman sekaligus pelajaran berharga. Dalam dunia usaha, risiko dan kerugian bisa datang kapan saja. Namun, roda bisnis tidak boleh ikut berhenti.
Bagi Haji Amir, di situlah asuransi menemukan arti pentingnya. Bukan semata-mata mengganti kerugian ketika musibah terjadi, melainkan memberikan rasa aman dan tenang agar pemilik usaha tetap dapat melangkah ketika risiko datang.
Bagi Haji Amir-sapaan akrab Amiruddin, peristiwa itu semestinya menjadi cerita tentang kehilangan. Namun, yang justru melekat dalam memorinya adalah apa yang terjadi setelah api padam. Truk yang diasuransikan melalui PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) itu diganti sesuai dengan nilai pertanggungan. Proses klaimnya berlangsung relatif cepat dan tidak berlarut-larut.
“Enggak lama prosesnya. Barangkali satu bulan sudah selesai. Yang penting apa yang dibutuhkan Asuransi Astra dipenuhi,” kenang Haji Amir saat berbincang dengan SINDO Makassar, belum lama ini.
Puluhan tahun berlalu, Haji Amir masih menjalankan bisnisnya. Di Jalan Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa, kendaraan keluar-masuk dari showroom Bulukumba Jaya Motor yang bergerak di bidang jual beli mobil bekas. Bisnis yang dirintis dan dijalaninya selama bertahun-tahun itu telah tumbuh melewati berbagai zaman.
Hingga kini, sebagian besar aset usahanya masih mendapatkan perlindungan asuransi. Setidaknya belasan unit kendaraan terproteksi melalui Asuransi Astra. Sejumlah bangunan yang mendukung aktivitas bisnisnya pun turut mendapat perlindungan. Bahkan, salah satu bangunan yang mengalami kerusakan akibat bencana kini tengah dalam proses klaim.
Dari truk yang terbakar hingga bangunan yang rusak akibat bencana, berbagai peristiwa itu meninggalkan pengalaman sekaligus pelajaran berharga. Dalam dunia usaha, risiko dan kerugian bisa datang kapan saja. Namun, roda bisnis tidak boleh ikut berhenti.
Bagi Haji Amir, di situlah asuransi menemukan arti pentingnya. Bukan semata-mata mengganti kerugian ketika musibah terjadi, melainkan memberikan rasa aman dan tenang agar pemilik usaha tetap dapat melangkah ketika risiko datang.