home ekbis

BI Sulsel Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Lewat BEKS 2026

Jum'at, 09 Oktober 2026 - 18:58 WIB
Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan berbagai mitra strategis memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan. Foto/IST
Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan berbagai mitra strategis memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKS) 2026 yang dibuka di Makassar pada Jumat (9/10).

Mengusung tema “Akselerasi Sinergi Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulawesi Selatan yang Inovatif, Inklusif, dan Berkelanjutan”, BEKS 2026 menghadirkan sejumlah agenda untuk memperluas dampak ekonomi syariah, mulai dari penyerahan sertifikat halal, penguatan wakaf produktif, hingga pengembangan pariwisata ramah Muslim.

Pembukaan BEKS 2026 dilakukan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, bersama Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi. Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama RI, Muhammad Fuad Nasar, yang mewakili Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Wakil Bupati Maros A. Muetazim Mansyur.

Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan, pimpinan perangkat daerah dan instansi vertikal, perbankan dan lembaga keuangan syariah, perguruan tinggi, pondok pesantren, lembaga pengelola zakat dan wakaf, lembaga pemeriksa halal, serta pelaku usaha dan penggiat ekonomi syariah.

Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus memperkuat fondasi ekonomi syariah melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mengoptimalkan potensi ekonomi syariah di daerah. Dengan jumlah penduduk Muslim mencapai 8,53 juta jiwa atau sekitar 90 persen dari total populasi, Sulawesi Selatan dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat ekonomi syariah di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Fatmawati berharap BEKS dapat menjadi agenda berkelanjutan yang disinergikan dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS). Dengan demikian, program pengembangan ekonomi syariah tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya