Telkom Kebut Streamlining 50 Entitas, Fokuskan Bisnis pada Empat Segmen Utama
Tim SINDOmakassar
Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:23 WIB
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mempercepat penataan portofolio bisnis dengan menyederhanakan 50 entitas di lingkungan TelkomGroup. Foto/Istimewa
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mempercepat penataan portofolio bisnis dengan menyederhanakan 50 entitas di lingkungan TelkomGroup. Hingga semester I 2026, sebanyak 24 entitas telah selesai ditata, sementara proses terhadap 26 entitas lainnya terus berjalan dengan target penyelesaian semaksimal mungkin pada akhir 2026.
Program streamlining ini merupakan bagian dari transformasi Telkom dari Operating Holding menjadi Strategic Holding melalui inisiatif strategis TLKM 30. Langkah tersebut juga sejalan dengan arah penataan portofolio badan usaha milik negara (BUMN) yang didorong Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan (BP) BUMN.
Penataan dilakukan untuk menyederhanakan struktur bisnis, mengurangi tumpang tindih usaha, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat fokus setiap entitas pada bisnis inti. Melalui langkah ini, Telkom ingin membangun ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi, lincah, dan mampu menciptakan nilai secara berkelanjutan.
Sebagai salah satu BUMN dengan jumlah anak usaha terbanyak, Telkom menghadapi tantangan berupa kompleksitas pengelolaan lintas lini bisnis. Sejumlah entitas juga dinilai perlu ditata agar dapat bergerak lebih efektif, meningkatkan produktivitas, dan menangkap peluang pasar dengan lebih cepat.
Dalam transformasi menuju Strategic Holding, Telkom menata portofolio bisnis ke dalam empat segmen utama, yakni Business-to-Consumer (B2C), B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International. Pengelompokan ini diharapkan mengoptimalkan potensi setiap segmen, membuka peluang kemitraan strategis, serta meningkatkan nilai bisnis yang selama ini belum tergarap maksimal.
Penataan tersebut juga mendukung ambisi Telkom mencapai target valuasi lebih dari Rp550 triliun pada 2030. Melalui struktur Holding Company–Operating Company (HoldCo–OpCo), Telkom mengarahkan setiap perusahaan operasional atau Operating Company (OpCo) agar memiliki fokus bisnis yang lebih jelas, dengan dukungan sumber daya dan strategi yang selaras.
Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, mengatakan percepatan streamlining dilakukan secara disiplin dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Program streamlining ini merupakan bagian dari transformasi Telkom dari Operating Holding menjadi Strategic Holding melalui inisiatif strategis TLKM 30. Langkah tersebut juga sejalan dengan arah penataan portofolio badan usaha milik negara (BUMN) yang didorong Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan (BP) BUMN.
Penataan dilakukan untuk menyederhanakan struktur bisnis, mengurangi tumpang tindih usaha, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat fokus setiap entitas pada bisnis inti. Melalui langkah ini, Telkom ingin membangun ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi, lincah, dan mampu menciptakan nilai secara berkelanjutan.
Sebagai salah satu BUMN dengan jumlah anak usaha terbanyak, Telkom menghadapi tantangan berupa kompleksitas pengelolaan lintas lini bisnis. Sejumlah entitas juga dinilai perlu ditata agar dapat bergerak lebih efektif, meningkatkan produktivitas, dan menangkap peluang pasar dengan lebih cepat.
Dalam transformasi menuju Strategic Holding, Telkom menata portofolio bisnis ke dalam empat segmen utama, yakni Business-to-Consumer (B2C), B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International. Pengelompokan ini diharapkan mengoptimalkan potensi setiap segmen, membuka peluang kemitraan strategis, serta meningkatkan nilai bisnis yang selama ini belum tergarap maksimal.
Penataan tersebut juga mendukung ambisi Telkom mencapai target valuasi lebih dari Rp550 triliun pada 2030. Melalui struktur Holding Company–Operating Company (HoldCo–OpCo), Telkom mengarahkan setiap perusahaan operasional atau Operating Company (OpCo) agar memiliki fokus bisnis yang lebih jelas, dengan dukungan sumber daya dan strategi yang selaras.
Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, mengatakan percepatan streamlining dilakukan secara disiplin dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.