home ekbis

Perkuat Literasi Keuangan, OJK dan DPR RI Edukasi Warga Maros

Jum'at, 30 Oktober 2026 - 17:41 WIB
OJK Sulselbar bersama Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, menggelar edukasi keuangan bagi masyarakat di Kabupaten Maros, Kamis (29/10). Foto/Istimewa
Kemampuan mengelola penghasilan, menentukan prioritas kebutuhan, hingga mengenali risiko penipuan menjadi bekal penting bagi setiap keluarga dalam menjaga ketahanan ekonomi. Untuk memperkuat kecakapan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, menggelar edukasi keuangan bagi masyarakat di Kabupaten Maros, Kamis (29/10).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih bijak memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan formal. Dengan pemahaman yang memadai, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Kepala OJK Sulsel Sulbar, Moch. Muchlasin, mengatakan kemampuan mengelola keuangan merupakan kecakapan dasar yang perlu dimiliki setiap individu dan keluarga. Terlebih, dinamika ekonomi dan semakin beragamnya produk serta layanan keuangan menuntut masyarakat lebih cermat dalam mengambil keputusan.

Menurut dia, masyarakat perlu memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, mengatur pendapatan, menyusun prioritas pengeluaran, serta mempersiapkan kebutuhan keuangan pada masa mendatang.

Keputusan keuangan yang tepat tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi rumah tangga, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi masyarakat secara lebih luas.

“Yang ingin kita bangun bukan sekadar masyarakat yang mengenal produk dan layanan jasa keuangan, tetapi masyarakat yang mampu mengambil keputusan keuangan secara sadar dan bertanggung jawab. Masyarakat harus memahami kapan perlu menabung, kapan membutuhkan pembiayaan, bagaimana mengelola risiko, dan bagaimana memastikan bahwa setiap keputusan keuangan memberikan manfaat bagi masa depan,” ungkap Muchlasin.

Ia juga mengingatkan bahwa kemudahan akses terhadap layanan keuangan digital harus diimbangi dengan kewaspadaan. Masyarakat perlu bersikap kritis terhadap tawaran investasi maupun pinjaman yang menjanjikan keuntungan atau kemudahan secara tidak wajar.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya