home lifestyle

Bisnis Mencari Efisiensi, Limbah Mulai Dilirik sebagai Sumber Nilai Ekonomi

Minggu, 09 Agustus 2026 - 14:26 WIB
Logo Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Foto: IstimewaProduk baru yang bisa dihasilkan dari barang bekas metode upscycling. Foto: Istimewa
Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di jalur positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, di tengah pertumbuhan tersebut, masyarakat dan pelaku usaha tetap menghadapi kebutuhan untuk mengelola pengeluaran secara lebih efisien.

Situasi ini membuat pertanyaan tentang efisiensi menjadi semakin relevan. Bukan hanya bagaimana mengurangi pengeluaran, tetapi juga bagaimana memanfaatkan kembali sumber daya yang sudah tersedia.

Salah satunya adalah barang yang selama ini dianggap tidak lagi memiliki nilai, termasuk pakaian, seragam, dan material tekstil yang sudah tidak digunakan.

Konsumsi Tetap Jadi Penopang Ekonomi

Konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu motor utama perekonomian Indonesia. Pada kuartal I 2026, konsumsi rumah tangga menyumbang sekitar 54,26 persen terhadap PDB dan tumbuh 5,52 persen secara tahunan.

Angka tersebut menunjukkan betapa pentingnya aktivitas belanja masyarakat bagi perekonomian. Ketika rumah tangga membeli makanan, pakaian, menggunakan transportasi, atau menikmati layanan jasa, aktivitas tersebut ikut menggerakkan berbagai sektor usaha.

Namun, dari sisi bisnis, konsumsi juga berarti kebutuhan untuk terus menyediakan barang baru. Namun, apa yang terjadi dengan barang lama ketika produk baru datang?
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya