home makassar city

Hartono Usul Gratis Iuran Sampah Warga Sekitar TPA Antang

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:03 WIB
Anggota DPRD Kota Makassar, Hartono, saat ditemui di Kantor Perumnas Regional VII, Jalan Hertasning, Selasa (24/2/2026). Foto: Istimewa
Anggota DPRD Kota Makassar, Hartono, menyoroti dampak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang terhadap warga Kecamatan Manggala. Ia mengusulkan pembebasan iuran sampah bagi masyarakat terdampak sebagai bentuk kompensasi atas gangguan lingkungan yang terjadi bertahun-tahun.

Sorotan itu disampaikan Hartono usai meninjau TPA Antang, Selasa (24/2/2026). Menurutnya, keberadaan TPA telah menjadi bagian dari keseharian warga, termasuk persoalan bau tidak sedap yang kerap tercium hingga kawasan Bukit Baruga, terutama saat peralihan musim.

"Maka kami, saya pribadi sebagai anggota DPRD mengusulkan kepada pemerintah kota sebagai bentuk kompensasi kita kepada mereka yang setiap hari menikmati bau sampah, kenapa tidak secara keseluruhan yang terdampak itu diberikan kompensasi berupa penggratisan dari iuran sampah tanpa melihat dia memenuhi syarat gratis atau tidak," usulnya.

Hartono menyebut usulan pembebasan iuran sampah telah berulang kali disampaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Badan Pendapatan Daerah Kota Makassar, termasuk dalam pembahasan Badan Anggaran DPRD. Namun, hingga kini belum terealisasi.

"Di Banggar juga saya sampaikan supaya dipertimbangkan untuk tidak lagi terlalu menghitung penerimaan kota, pendapatan di Kecamatan Manggala dari retribusi sampah. Kita berharap memang masih dihitung dan diberikan kompensasi berupa penggratisan. Ya, mudah-mudahan ini bisa menjadi keputusan supaya ya jangan hanya bau sampahnya yang terus dinikmati oleh masyarakat kita di sana," harapnya.

Selain kompensasi, Hartono juga menyoroti risiko keselamatan akibat kondisi TPA Antang yang dinilai telah melebihi kapasitas. Ia mengingatkan potensi longsor gunungan sampah yang dapat mengancam warga sekitar.

"Ini saja tempat numpuk sampah kan tidak mungkin dibangun di tempat tumpukan sampah itu. Karena sudah harus dipindahkan nanti. Nah itu saja yang tempat nimbun sekarang ini sudah over kapasitas, makanya sekarang yang menjadi kekhawatiran itu kalau-kalau tumpukan sampah itu longsor," kata Hartono.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya