Legislator Makassar Minta Pemkot Proaktif Awasi Ketersiaan BBM
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Jum'at, 06 Maret 2026 - 23:11 WIB
Anggota Komisi B DPRD Makassar, Basdir, saat ditemui di Kantor Perumnas Regional VII, Jalan Hertasning, Makassar, baru-baru ini. Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Makassar mendapat sorotan dari Anggota Komisi B DPRD Makassar, Basdir. Ia meminta perhatian serius dari berbagai pihak terkait persoalan distribusi BBM di daerah tersebut.
Basdir menilai Pemerintah Kota Makassar perlu bersikap proaktif dalam membantu mengatasi persoalan distribusi BBM, meskipun kewenangan utama berada di pemerintah pusat.
"Kita melihat situasi dunia saat ini sedang tegang. Sebenarnya masalah ketersediaan BBM adalah urusan pemerintah pusat, namun di Makassar pemerintah kota juga harus membantu," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu juga menyoroti potensi praktik kecurangan dalam distribusi BBM di tingkat SPBU, termasuk dugaan kerja sama antara oknum petugas dengan pihak luar.
"Seringkali terjadi kerja sama antara oknum petugas SPBU dengan pemain luar, misalnya ada kendaraan dengan tangki yang sudah dimodifikasi untuk memuat bensin dalam jumlah besar. Hal-hal seperti ini yang harus dicegah, apalagi jika barang sudah langka," tegas Basdir.
Ia mengingatkan bahwa praktik penggunaan kendaraan dengan tangki modifikasi dapat merugikan masyarakat karena memicu kelangkaan BBM di lapangan.
Karena itu, Basdir mendorong peningkatan pengawasan terhadap operasional SPBU oleh pemerintah daerah, Pertamina wilayah Sulawesi Selatan, serta aparat kepolisian.
Basdir menilai Pemerintah Kota Makassar perlu bersikap proaktif dalam membantu mengatasi persoalan distribusi BBM, meskipun kewenangan utama berada di pemerintah pusat.
"Kita melihat situasi dunia saat ini sedang tegang. Sebenarnya masalah ketersediaan BBM adalah urusan pemerintah pusat, namun di Makassar pemerintah kota juga harus membantu," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu juga menyoroti potensi praktik kecurangan dalam distribusi BBM di tingkat SPBU, termasuk dugaan kerja sama antara oknum petugas dengan pihak luar.
"Seringkali terjadi kerja sama antara oknum petugas SPBU dengan pemain luar, misalnya ada kendaraan dengan tangki yang sudah dimodifikasi untuk memuat bensin dalam jumlah besar. Hal-hal seperti ini yang harus dicegah, apalagi jika barang sudah langka," tegas Basdir.
Ia mengingatkan bahwa praktik penggunaan kendaraan dengan tangki modifikasi dapat merugikan masyarakat karena memicu kelangkaan BBM di lapangan.
Karena itu, Basdir mendorong peningkatan pengawasan terhadap operasional SPBU oleh pemerintah daerah, Pertamina wilayah Sulawesi Selatan, serta aparat kepolisian.