Produksi Sampah Makassar 800 Ton/Hari, Appi Minta Sistem Pengangkutan Ditata
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Senin, 06 April 2026 - 16:45 WIB
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Rapat Koordinasi Persampahan di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Senin (6/4/2026). Foto: Istimewa
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah di wilayah masing-masing. Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Senin (6/4/2026).
Dalam rapat itu, Munafri menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Makassar dan harus ditangani secara berkelanjutan serta terintegrasi lintas sektor.
Ia mengungkapkan, produksi sampah di Makassar saat ini mencapai sekitar 800 ton per hari. Namun, kapasitas pengangkutan baru mampu menjangkau sekitar 67 persen.
"Produksi sampah di Makassar telah mencapai sekitar 800 ton per hari. Perlu solusi penanganan serius," tegasnya.
Kondisi tersebut berdampak pada masih adanya lebih dari 30 persen atau sekitar 240 ton sampah yang berpotensi tidak terangkut setiap hari.
"Kondisi tersebut menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani melalui pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, terutama pada aspek pengangkutan. Ini angka yang besar, artinya masih ada ratusan ton sampah yang tertinggal di wilayah kita setiap hari. Ini tidak bisa dibiarkan," tegasnya.
Munafri menilai, salah satu persoalan utama terletak pada ketidaksinkronan antara waktu pembuangan sampah oleh masyarakat dan jadwal pengangkutan oleh armada.
Dalam rapat itu, Munafri menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Makassar dan harus ditangani secara berkelanjutan serta terintegrasi lintas sektor.
Ia mengungkapkan, produksi sampah di Makassar saat ini mencapai sekitar 800 ton per hari. Namun, kapasitas pengangkutan baru mampu menjangkau sekitar 67 persen.
"Produksi sampah di Makassar telah mencapai sekitar 800 ton per hari. Perlu solusi penanganan serius," tegasnya.
Kondisi tersebut berdampak pada masih adanya lebih dari 30 persen atau sekitar 240 ton sampah yang berpotensi tidak terangkut setiap hari.
"Kondisi tersebut menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani melalui pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, terutama pada aspek pengangkutan. Ini angka yang besar, artinya masih ada ratusan ton sampah yang tertinggal di wilayah kita setiap hari. Ini tidak bisa dibiarkan," tegasnya.
Munafri menilai, salah satu persoalan utama terletak pada ketidaksinkronan antara waktu pembuangan sampah oleh masyarakat dan jadwal pengangkutan oleh armada.