BPBD Kota Makassar Siapkan Langkah Antisipasi Hadapi Kekeringan
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Rabu, 15 April 2026 - 18:07 WIB
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar (tengah), saat ditemui di Ruang Media Center Balai Kota, Rabu (15/4/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mulai mematangkan langkah antisipasi menghadapi ancaman bencana kekeringan yang diprediksi akan mulai melanda pada Mei mendatang dan mencapai puncaknya pada Oktober 2026.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun master plan dan Rencana Kontingensi (Renkon) untuk memitigasi dampak kekeringan. Langkah ini diambil berdasarkan data dari BMKG agar masyarakat tidak perlu panik dalam menghadapi situasi tersebut.
"Seperti kita ketahui sekarang ini ada dengan informasi BMKG, akan ada bencana kekeringan yaitu di Bulan Mei dan puncaknya itu bulan Oktober. Tetapi kita jangan terus memberikan informasi-informasi ke masyarakat supaya masyarakat tidak panik," ujarnya, Senin (15/4/2026).
Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyusun master plan penanganan kekeringan dengan memperkuat koordinasi serta menghimpun seluruh pemangku kepentingan (stakeholder), baik dari unsur potensi masyarakat maupun lintas dinas seperti Dinas PU, Damkar, dan Dinas Sosial.
"Ada kekuatan-kekuatan lain seperti PDAM atau BUMN yang kita kumpul. Kita sudah melakukan koordinasi untuk memberikan mereka ruang untuk bagaimana menghadapi bencana kekeringan secara bersama-sama. Jadi ada tiga sebetulnya perlu kita antisipasi dalam bencana kekeringan ini," kata Fadli.
BPBD memprediksi tiga masalah utama yang akan muncul akibat kekeringan, dimulai dengan krisis air bersih yang penanganannya akan melibatkan PDAM serta dukungan mobil RO dari TNI dan Polri..
"Kedua adalah kebakaran. Kebakaran ini juga pada saat kekeringan itu bisa memicu kebakaran, karena sedangkan musim hujan saja kebakaran apalagi kalau musim kering lagi. Jadi ada pemadam kebakaran sebagai shelter di sini nanti. Tentu saja dari ke semua itu BPBD sebagai komando," jelasnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun master plan dan Rencana Kontingensi (Renkon) untuk memitigasi dampak kekeringan. Langkah ini diambil berdasarkan data dari BMKG agar masyarakat tidak perlu panik dalam menghadapi situasi tersebut.
"Seperti kita ketahui sekarang ini ada dengan informasi BMKG, akan ada bencana kekeringan yaitu di Bulan Mei dan puncaknya itu bulan Oktober. Tetapi kita jangan terus memberikan informasi-informasi ke masyarakat supaya masyarakat tidak panik," ujarnya, Senin (15/4/2026).
Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyusun master plan penanganan kekeringan dengan memperkuat koordinasi serta menghimpun seluruh pemangku kepentingan (stakeholder), baik dari unsur potensi masyarakat maupun lintas dinas seperti Dinas PU, Damkar, dan Dinas Sosial.
"Ada kekuatan-kekuatan lain seperti PDAM atau BUMN yang kita kumpul. Kita sudah melakukan koordinasi untuk memberikan mereka ruang untuk bagaimana menghadapi bencana kekeringan secara bersama-sama. Jadi ada tiga sebetulnya perlu kita antisipasi dalam bencana kekeringan ini," kata Fadli.
BPBD memprediksi tiga masalah utama yang akan muncul akibat kekeringan, dimulai dengan krisis air bersih yang penanganannya akan melibatkan PDAM serta dukungan mobil RO dari TNI dan Polri..
"Kedua adalah kebakaran. Kebakaran ini juga pada saat kekeringan itu bisa memicu kebakaran, karena sedangkan musim hujan saja kebakaran apalagi kalau musim kering lagi. Jadi ada pemadam kebakaran sebagai shelter di sini nanti. Tentu saja dari ke semua itu BPBD sebagai komando," jelasnya.