Sekretariat DPRD Makassar Benahi Sistem Pemilahan Sampah Kantor
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Selasa, 05 Mei 2026 - 14:29 WIB
Sekretaris DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba menyampaikan upaya sekretariat dalam mendukung program Pemkot Makassar dalam urusan penanganan sampah. Foto: Istimewa
Sekretariat DPRD Kota Makassar mulai membenahi sistem pengelolaan sampah di lingkungan kantor, Selasa (5/5/2026). Langkah ini dilakukan untuk merespons peningkatan volume sampah sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Makassar.
Sekretaris DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba, mengatakan pembenahan difokuskan pada penguatan sistem pemilahan sampah dari sumbernya. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA Tamangapa.
"Kami mendukung penuh program Pemerintah Kota Makassar. Saat ini kami sedang merancang ulang sistem tempat sampah agar proses pemilahan benar-benar berjalan efektif,” ujarnya.
Program pemilahan sampah sendiri terus didorong Pemkot Makassar, mulai dari tingkat rumah tangga, sekolah, hingga perkantoran. Di lingkungan Sekretariat DPRD, penerapannya kini mulai berjalan dan akan diperkuat dengan perbaikan fasilitas.
Rahmat menjelaskan, pembenahan tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana, tetapi juga pada perubahan perilaku pegawai dalam memilah sampah sejak awal.
"Pembenahan ini bukan sekadar soal pengadaan sarana, melainkan bagaimana kita mengedukasi seluruh pegawai agar lebih disiplin memilah sampah sejak dari sumbernya," jelasnya.
Ia berharap langkah ini dapat menciptakan tata kelola sampah yang lebih efektif di lingkungan DPRD Kota Makassar.
Sekretaris DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba, mengatakan pembenahan difokuskan pada penguatan sistem pemilahan sampah dari sumbernya. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA Tamangapa.
"Kami mendukung penuh program Pemerintah Kota Makassar. Saat ini kami sedang merancang ulang sistem tempat sampah agar proses pemilahan benar-benar berjalan efektif,” ujarnya.
Program pemilahan sampah sendiri terus didorong Pemkot Makassar, mulai dari tingkat rumah tangga, sekolah, hingga perkantoran. Di lingkungan Sekretariat DPRD, penerapannya kini mulai berjalan dan akan diperkuat dengan perbaikan fasilitas.
Rahmat menjelaskan, pembenahan tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana, tetapi juga pada perubahan perilaku pegawai dalam memilah sampah sejak awal.
"Pembenahan ini bukan sekadar soal pengadaan sarana, melainkan bagaimana kita mengedukasi seluruh pegawai agar lebih disiplin memilah sampah sejak dari sumbernya," jelasnya.
Ia berharap langkah ini dapat menciptakan tata kelola sampah yang lebih efektif di lingkungan DPRD Kota Makassar.