Makassar Terapkan Web-GIS Railing Besi untuk Pantau Bangunan di Kawasan Pesisir
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Selasa, 14 Juli 2026 - 19:59 WIB
Kepala Distaru Makassar, Muh. Fuad Azis (kiri) menjelaskan inovasi Railing Besi (Rekayasa Lingkungan di Bentang Pesisir). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan
Dinas Tata Ruang dan Bangunan (Distaru) Kota Makassar meluncurkan inovasi Railing Besi (Rekayasa Lingkungan di Bentang Pesisir) untuk memperkuat pengawasan pemanfaatan ruang, khususnya di kawasan pesisir.
Kepala Distaru Makassar, Muh. Fuad Azis, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk memetakan sekaligus mengidentifikasi bangunan yang tidak sesuai dengan ketentuan tata ruang, terutama di kawasan sempadan pantai.
"Di bentang pesisir ini terdapat beberapa kecamatan yang dilewati oleh garis pantai dengan panjang kurang lebih 54 kilometer. Dalam inovasi ini, kami membagi rencana kerja ke dalam tiga tahapan waktu," jelasnya, Selasa (14/7/2026).
Fuad menjelaskan, tahap awal penerapan Railing Besi telah selesai lebih cepat dari target. Proses identifikasi yang direncanakan berlangsung selama dua bulan dapat dirampungkan dalam waktu sekitar satu setengah bulan.
"Pada tahap awal ini, kami mencoba melakukan identifikasi terhadap penerapan Reling Besi selama 2 bulan. Alhamdulillah, dalam waktu 1,5 bulan saja tahapan ini sudah selesai dan sudah di-launching," paparnya.
Selanjutnya, Distaru akan memperluas implementasi sistem tersebut ke seluruh wilayah Kota Makassar, tidak hanya di kawasan pesisir.
"Tugas kami selanjutnya adalah menyelesaikan penerapan inovasi ini di seluruh bentang pesisir yang ada di Kota Makassar. Penerapannya tidak hanya terbatas di wilayah bentang pesisir saja, melainkan akan diimplementasikan di seluruh wilayah Kota Makassar yang memiliki luas sekitar 177 kilometer persegi," lanjutnya.
Kepala Distaru Makassar, Muh. Fuad Azis, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk memetakan sekaligus mengidentifikasi bangunan yang tidak sesuai dengan ketentuan tata ruang, terutama di kawasan sempadan pantai.
"Di bentang pesisir ini terdapat beberapa kecamatan yang dilewati oleh garis pantai dengan panjang kurang lebih 54 kilometer. Dalam inovasi ini, kami membagi rencana kerja ke dalam tiga tahapan waktu," jelasnya, Selasa (14/7/2026).
Fuad menjelaskan, tahap awal penerapan Railing Besi telah selesai lebih cepat dari target. Proses identifikasi yang direncanakan berlangsung selama dua bulan dapat dirampungkan dalam waktu sekitar satu setengah bulan.
"Pada tahap awal ini, kami mencoba melakukan identifikasi terhadap penerapan Reling Besi selama 2 bulan. Alhamdulillah, dalam waktu 1,5 bulan saja tahapan ini sudah selesai dan sudah di-launching," paparnya.
Selanjutnya, Distaru akan memperluas implementasi sistem tersebut ke seluruh wilayah Kota Makassar, tidak hanya di kawasan pesisir.
"Tugas kami selanjutnya adalah menyelesaikan penerapan inovasi ini di seluruh bentang pesisir yang ada di Kota Makassar. Penerapannya tidak hanya terbatas di wilayah bentang pesisir saja, melainkan akan diimplementasikan di seluruh wilayah Kota Makassar yang memiliki luas sekitar 177 kilometer persegi," lanjutnya.