home makassar city

RSUD Daya Makassar Luncurkan Geliat, Percepat Penanganan Pasien Telantar

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:56 WIB
Direktur RSUD Makassar, dr. A. Any Muliany, saat ditemui di ruangannya, Rabu (15/7/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
RSUD Kota Makassar (RSUD Daya) meluncurkan inovasi pelayanan Geliat (Gerakan Empati Layanan Integrasi Aktif Terpadu) untuk mempercepat penanganan pasien telantar. Program ini bertujuan mengatasi kendala administrasi dan koordinasi yang selama ini membuat pasien tetap dirawat di rumah sakit meski telah dinyatakan sembuh.

Direktur RSUD Kota Makassar, dr. A. Any Muliany, mengatakan Geliat merupakan proyek perubahan yang mengintegrasikan layanan rumah sakit dengan sejumlah instansi terkait agar proses penanganan hingga pemulangan pasien telantar dapat berlangsung lebih cepat.

"Rumah Sakit Daya merupakan salah satu rumah sakit milik Pemerintah Kota Makassar. Semua warga bahkan bukan hanya yang di Makassar, tetapi di luar Makassar pun paham bahwa di rumah sakit Pemerintah Kota ini terdapat program Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah). Oleh karena itu, setiap ada warga telantar tanpa identitas yang ditemukan di jalan dan membutuhkan pelayanan medis kedokteran, mereka akan dibawa ke sini," jelasnya, Rabu (15/7/2026).

Menurut dr. Any, selama ini kendala utama terjadi setelah pasien selesai menjalani perawatan medis. Banyak pasien telantar belum bisa dipulangkan karena tidak memiliki alamat yang jelas atau terkendala proses administrasi.

"Kendalanya selama ini adalah setelah pasien selesai kita tangani secara medis dan kondisinya sudah membaik untuk dipulangkan, tidak ada tempat tujuannya. Memang di Dinas Sosial ada yang namanya RPTC (Rumah Perlindungan dan Trauma Center)," ungkapnya.

Ia mengatakan Dinas Sosial Kota Makassar selama ini membantu proses reunifikasi atau pemulangan pasien ke daerah asal. Namun, proses tersebut kerap memerlukan waktu cukup lama.

"Tetapi prosesnya kadang-kadang lama dan membutuhkan waktu berhari-hari karena terkendala masalah administrasi dan sebagainya. Kami pernah merawat pasien yang dokter sudah izinkan untuk pulang hari ini, tetapi terpaksa harus tetap tinggal di rumah sakit sampai beberapa hari ke depan menunggu penyelesaian administrasi tersebut," sambungnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya