Pemkot Makassar Kejar Target Seragam Gratis, Libatkan 112 Penjahit Lokal
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:54 WIB
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, saat ditemui di salah satu rumah makan, Kamis (13/8/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mempercepat pelaksanaan program pengadaan seragam gratis bagi murid sekolah. Saat ini, proses pengadaan jasa jahit mulai berjalan dengan melibatkan penjahit dan pelaku UMKM lokal.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, mengatakan pengadaan kain hampir rampung dan saat ini proses berlanjut pada jasa jahit.
"Jasa jahit untuk kain sudah hampir rampung karena kita tinggal menunggu berita acara serah terima fisiknya atau BST-nya ya untuk kain. Kemudian untuk jasa jahit ini sementara berproses. Jadi jasa jahit ini dia harus tunduk kepada regulasi terkait mengenai pengadaan barang dan jasa," ujarnya, Kamis (13/8/2026).
Menurut Zulkifly, salah satu kendala dalam proses tersebut adalah masih banyak penjahit lokal yang belum memahami dan melengkapi persyaratan administrasi pengadaan barang dan jasa.
"Akan ditampilkan nanti di InaPro atau di portal pengadaan barang dan jasa. Nah ini kan harus ada regulasinya, ada aturan-aturan dan kebanyakan kita temukan para penjahit yang ada di Kota Makassar itu itu belum paham, belum lengkap terkait mengenai aturan-aturan untuk masuk menjadi berkompetisi di portal pengadaan barang dan jasa," ungkapnya kepada wartawan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemkot Makassar melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendampingi penjahit lokal dalam proses pendaftaran.
"Ini sementara kita meminta bantuan kepada baik dari Dinas Perdagangan, Dinas kemudian Dinas PTSP, kemudian ada bagian pengadaan barang dan jasa, sekaligus mensosialisasikan untuk ikut juga masuk ke situ yang sesuai dengan aturan-aturan. Kalau saya tidak salah ada sudah ada 100 lebih yang mendaftar karena memang kita lebih butuhkan jasa jahit yang banyak supaya bisa mempercepat. Tetapi harus dia tunduk kepada regulasi pengadaan barang dan jasa," lanjutnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, mengatakan pengadaan kain hampir rampung dan saat ini proses berlanjut pada jasa jahit.
"Jasa jahit untuk kain sudah hampir rampung karena kita tinggal menunggu berita acara serah terima fisiknya atau BST-nya ya untuk kain. Kemudian untuk jasa jahit ini sementara berproses. Jadi jasa jahit ini dia harus tunduk kepada regulasi terkait mengenai pengadaan barang dan jasa," ujarnya, Kamis (13/8/2026).
Menurut Zulkifly, salah satu kendala dalam proses tersebut adalah masih banyak penjahit lokal yang belum memahami dan melengkapi persyaratan administrasi pengadaan barang dan jasa.
"Akan ditampilkan nanti di InaPro atau di portal pengadaan barang dan jasa. Nah ini kan harus ada regulasinya, ada aturan-aturan dan kebanyakan kita temukan para penjahit yang ada di Kota Makassar itu itu belum paham, belum lengkap terkait mengenai aturan-aturan untuk masuk menjadi berkompetisi di portal pengadaan barang dan jasa," ungkapnya kepada wartawan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemkot Makassar melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendampingi penjahit lokal dalam proses pendaftaran.
"Ini sementara kita meminta bantuan kepada baik dari Dinas Perdagangan, Dinas kemudian Dinas PTSP, kemudian ada bagian pengadaan barang dan jasa, sekaligus mensosialisasikan untuk ikut juga masuk ke situ yang sesuai dengan aturan-aturan. Kalau saya tidak salah ada sudah ada 100 lebih yang mendaftar karena memang kita lebih butuhkan jasa jahit yang banyak supaya bisa mempercepat. Tetapi harus dia tunduk kepada regulasi pengadaan barang dan jasa," lanjutnya.