Pemkot Makassar–Pertamina Matangkan Aturan Klasterisasi SPBU dan Jam Operasional Solar
Tim SINDOmakassar
Rabu, 23 September 2026 - 19:13 WIB
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, di Rujab Wali Kota Makassar, Rabu (23/9/2026). Foto: SINDO Makassar
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama PT Pertamina Patra Niaga terus mematangkan langkah strategis guna mengurai dan mencegah kemacetan akibat antrean panjang kendaraan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di berbagai SPBU.
Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi antara Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jalan Saleh Dg Tompo Losari, Kecamatan Ujung Pandang, Rabu (23/9/2026).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyebut bahwa kondisi antrean BBM di sejumlah jalan saat ini sudah terpantau baik.
"Ada beberapa hal yang kita bahas secara bersama. Yang pertama adalah bahwa kondisi hari ini di Makassar sudah alhamdulillah baik, tapi masih ada beberapa hal yang harus kita atur lebih detail menyangkut masalah antrean pengisian di bahan bakar solar. Sehingga di solar ini, kita berharap ada klaster yang dibangun untuk proses pengisian yang semaksimal mungkin tidak mengganggu lagi pengguna jalan yang lain," sebutnya.
Munafri menjelaskan, pihak Pertamina mengusulkan pembangunan sistem klaster serta penetapan jam operasional khusus untuk pengisian bahan bakar solar, terutama kendaraan besar, truk maupun bus.
"Jadi ini saya berharap dengan adanya klaster ini atau dengan adanya pembagian jam ini, masyarakat tidak terganggu. Aktivitas masyarakat tidak terganggu, terutama di jam-jam sibuk dan tempat-tempat yang menurut saya bisa menjadi sumber kemacetan ketika antrean itu bisa panjang," jelasnya.
Ia mencontohkan kawasan di Jalan Tentara Pelajar yang berada di ujung tol sebagai salah satu titik yang memerlukan perhatian khusus.
Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi antara Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jalan Saleh Dg Tompo Losari, Kecamatan Ujung Pandang, Rabu (23/9/2026).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyebut bahwa kondisi antrean BBM di sejumlah jalan saat ini sudah terpantau baik.
"Ada beberapa hal yang kita bahas secara bersama. Yang pertama adalah bahwa kondisi hari ini di Makassar sudah alhamdulillah baik, tapi masih ada beberapa hal yang harus kita atur lebih detail menyangkut masalah antrean pengisian di bahan bakar solar. Sehingga di solar ini, kita berharap ada klaster yang dibangun untuk proses pengisian yang semaksimal mungkin tidak mengganggu lagi pengguna jalan yang lain," sebutnya.
Munafri menjelaskan, pihak Pertamina mengusulkan pembangunan sistem klaster serta penetapan jam operasional khusus untuk pengisian bahan bakar solar, terutama kendaraan besar, truk maupun bus.
"Jadi ini saya berharap dengan adanya klaster ini atau dengan adanya pembagian jam ini, masyarakat tidak terganggu. Aktivitas masyarakat tidak terganggu, terutama di jam-jam sibuk dan tempat-tempat yang menurut saya bisa menjadi sumber kemacetan ketika antrean itu bisa panjang," jelasnya.
Ia mencontohkan kawasan di Jalan Tentara Pelajar yang berada di ujung tol sebagai salah satu titik yang memerlukan perhatian khusus.