Capaian Perlinsos Makassar di Posisi 24 Nasional, Dinsos Dorong Keaktifan Agen
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Senin, 05 Oktober 2026 - 12:56 WIB
Kepala Dinsos Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, saat ditemui di GOR Sudiang, pada Minggu (4/10/2026) kemarin.
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar terus mematangkan pendataan program Perlindungan Sosial (Perlinsos) di seluruh wilayah, Senin (5/10/2026).
Kepala Dinsos Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, menegaskan pihaknya optimistis angka tersebut dapat meningkat hingga target 50 persen sampai akhir tahun ini.
"Dengan adanya Gerakan Nasional Peduli Tetangga ini, kita berharap ada peningkatan progres dari 31% menjadi 50% sampai akhir tahun ini," tegasnya.
Berdasarkan data yang ada, kata dia, jumlah warga yang telah berhasil terdata mencapai sekitar 131.000 Kepala Keluarga (KK).
"Untuk sampai hari ini, progres Kota Makassar berada di posisi ke-24 dari 43 kabupaten/kota yang menjadi percontohan (piloting). Persentasenya mencapai 31 sekian persen, dengan jumlah masyarakat yang sudah terdata ada sekitar 131.000 dari total 446.000 KK," sambungnya.
Andi Bukti menjelaskan, target yang dipatok oleh pemerintah pusat melalui Pusdatin Kementerian Sosial memang berada di angka 50 persen.
"Berlanjut sampai tahun depan. Namun, target dari pusat sebenarnya hanya 50%. Kenapa 50%? Karena dianggap bahwa 50% ini sudah mewakili masyarakat kurang mampu," jelasnya kepada awak media.
Kepala Dinsos Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, menegaskan pihaknya optimistis angka tersebut dapat meningkat hingga target 50 persen sampai akhir tahun ini.
"Dengan adanya Gerakan Nasional Peduli Tetangga ini, kita berharap ada peningkatan progres dari 31% menjadi 50% sampai akhir tahun ini," tegasnya.
Berdasarkan data yang ada, kata dia, jumlah warga yang telah berhasil terdata mencapai sekitar 131.000 Kepala Keluarga (KK).
"Untuk sampai hari ini, progres Kota Makassar berada di posisi ke-24 dari 43 kabupaten/kota yang menjadi percontohan (piloting). Persentasenya mencapai 31 sekian persen, dengan jumlah masyarakat yang sudah terdata ada sekitar 131.000 dari total 446.000 KK," sambungnya.
Andi Bukti menjelaskan, target yang dipatok oleh pemerintah pusat melalui Pusdatin Kementerian Sosial memang berada di angka 50 persen.
"Berlanjut sampai tahun depan. Namun, target dari pusat sebenarnya hanya 50%. Kenapa 50%? Karena dianggap bahwa 50% ini sudah mewakili masyarakat kurang mampu," jelasnya kepada awak media.