Atasi Geng Motor dan Perang Kelompok, TNI-Polri Didesak Bertindak Tegas
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Kamis, 05 November 2026 - 21:46 WIB
Foto bersama antara DPRD Makassar bersama pihak kepolisian, Kamis (5/11/2026). Foto: Istimewa
DPRD Kota Makassar melakukan kunjungan silaturahmi dengan jajaran Polrestabes Makassar, Kejaksaan dan TNI di Polrestabes Kota Makassar, Kamis (5/11/2026).
Pertemuan ini dilakukan untuk membangun sinergi antara DPRD, Pemerintah Kota Makassar, Polri, dan TNI dalam mencegah serta mengatasi maraknya perang kelompok dan aksi geng motor.
Anggota DPRD Kota Makassar, Muchlis Misba, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penindakan tegas dari aparat kepolisian dan TNI terhadap para pelaku aksi kejahatan jalanan tersebut.
"Pihak kepolisian meminta kepada kami anggota DPRD untuk memberikan penegasan kepada pihak Polri dan TNI. Kami mewakili masyarakat meminta kepada Polri, polsek, dan TNI untuk menindak tegas pelaku perang kelompok dan geng motor. Menggingat sudah banyak cukup korban, kurang lebih sudah 5 orang yang meninggal dunia dalam dua tahun terakhir, termasuk yang terkena busur," katanya.
Legislator partai Hanura itu mengimbau para camat dan lurah untuk berperan aktif turun ke tengah masyarakat guna memberikan edukasi kepada para pemuda agar tidak terlibat dalam perang kelompok.
"Perang kelompok ini sangat merugikan orang yang tidak bersalah. Kaitannya dengan itu, kalau Makassar kacau, banyak hal yang tidak bisa berjalan dengan baik di pemerintahan. Sinergilah antara DPRD Kota Makassar, pemerintah kota (dalam hal ini camat, lurah, dan RT/RW), serta para tokoh masyarakat untuk bersama-sama menghimbau masyarakat dan mencegah perang kelompok serta geng motor," pesannya.
Ia menekankan kepada pihak kepolisian bahwa langkah pencegahan perang kelompok lebih efektif dilakukan dengan melibatkan partisipasi aktif para tokoh masyarakat secara intensif.
Pertemuan ini dilakukan untuk membangun sinergi antara DPRD, Pemerintah Kota Makassar, Polri, dan TNI dalam mencegah serta mengatasi maraknya perang kelompok dan aksi geng motor.
Anggota DPRD Kota Makassar, Muchlis Misba, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penindakan tegas dari aparat kepolisian dan TNI terhadap para pelaku aksi kejahatan jalanan tersebut.
"Pihak kepolisian meminta kepada kami anggota DPRD untuk memberikan penegasan kepada pihak Polri dan TNI. Kami mewakili masyarakat meminta kepada Polri, polsek, dan TNI untuk menindak tegas pelaku perang kelompok dan geng motor. Menggingat sudah banyak cukup korban, kurang lebih sudah 5 orang yang meninggal dunia dalam dua tahun terakhir, termasuk yang terkena busur," katanya.
Legislator partai Hanura itu mengimbau para camat dan lurah untuk berperan aktif turun ke tengah masyarakat guna memberikan edukasi kepada para pemuda agar tidak terlibat dalam perang kelompok.
"Perang kelompok ini sangat merugikan orang yang tidak bersalah. Kaitannya dengan itu, kalau Makassar kacau, banyak hal yang tidak bisa berjalan dengan baik di pemerintahan. Sinergilah antara DPRD Kota Makassar, pemerintah kota (dalam hal ini camat, lurah, dan RT/RW), serta para tokoh masyarakat untuk bersama-sama menghimbau masyarakat dan mencegah perang kelompok serta geng motor," pesannya.
Ia menekankan kepada pihak kepolisian bahwa langkah pencegahan perang kelompok lebih efektif dilakukan dengan melibatkan partisipasi aktif para tokoh masyarakat secara intensif.