KPRP Bawa Masukan Tokoh dan Akademisi Makassar Soal Reformasi Polri ke Jakarta
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Rabu, 17 Desember 2025 - 10:29 WIB
KPRP saat melakukan konferensi pers di Gedung Fakultas Hukum, Unhas, Selasa (16/12/2025). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Fakultas Hukum (FH) Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah rapat Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Republik Indonesia (KPRP), Selasa (16/12/2025).
Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, menjelaskan pertemuan ini merupakan diskusi penting antar KPRP bersama tokoh agama, masyarakat, hingga akademisi, membahas reformasi Polri ke depan.
"Sangat terbuka dan sangat produktif. Saya merasa bangga bersyukur bisa menjadi host untuk tim Komisi Percepatan Reformasi Polri yang telah memberikan kesempatan juga bagi kami di Unhas untuk memberi masukan-masukan yang tujuannya sangat baik untuk memberikan kesempatan masyarakat dalam penguatan Polri," ucapnya.
Sementara, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, Marzuki, menyampaikan bahwa dalam pertemuan itu, pihaknya memberikan saran dan harapan kepada tim KPRP dari sisi ekonomi, bisnis, dan keuangan untuk rencana reformasi kepolisian.
Budayawan dan Dosen Universitas Negeri Makassar, Prof Ima Kusumah, menyoroti kekhususan antropologi dan sejarah dalam reformasi KPRP di masa depan.
"Kami menginginkan agar pihak kepolisian menggunakan pendekatan kearifan masyarakat. Karena ini penting bagi masyarakat kita bersama Polri," harapnya.
Selain itu, Ketua Persekutuan Gerija Indonesia Wilayah (PGIW) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselrabar), Pendeta Adrie Massie.
Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, menjelaskan pertemuan ini merupakan diskusi penting antar KPRP bersama tokoh agama, masyarakat, hingga akademisi, membahas reformasi Polri ke depan.
"Sangat terbuka dan sangat produktif. Saya merasa bangga bersyukur bisa menjadi host untuk tim Komisi Percepatan Reformasi Polri yang telah memberikan kesempatan juga bagi kami di Unhas untuk memberi masukan-masukan yang tujuannya sangat baik untuk memberikan kesempatan masyarakat dalam penguatan Polri," ucapnya.
Sementara, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, Marzuki, menyampaikan bahwa dalam pertemuan itu, pihaknya memberikan saran dan harapan kepada tim KPRP dari sisi ekonomi, bisnis, dan keuangan untuk rencana reformasi kepolisian.
Budayawan dan Dosen Universitas Negeri Makassar, Prof Ima Kusumah, menyoroti kekhususan antropologi dan sejarah dalam reformasi KPRP di masa depan.
"Kami menginginkan agar pihak kepolisian menggunakan pendekatan kearifan masyarakat. Karena ini penting bagi masyarakat kita bersama Polri," harapnya.
Selain itu, Ketua Persekutuan Gerija Indonesia Wilayah (PGIW) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselrabar), Pendeta Adrie Massie.