home news

Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:55 WIB
Proyek pembangunan Jaringan Air Baku Bendungan Karalloe dilaporkan mengalami kebocoran. Foto: SINDO Makassar/Sulaiman Nai
Proyek pembangunan Jaringan Air Baku Bendungan Karalloe Tahap II yang berlokasi di Desa Paitana, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan publik.

Proyek yang menelan anggaran negara sekitar Rp26 miliar itu dilaporkan mengalami kebocoran, meski baru dibangun dan telah beberapa kali dilakukan perbaikan.

Proyek tersebut diketahui dikerjakan pada tahun 2024 oleh PT Cakra Gatra Utama. Berdasarkan informasi di lapangan, perbaikan terhadap jaringan air baku telah dilakukan sebanyak dua kali. Namun, rembesan air masih ditemukan di sejumlah titik konstruksi.

Temuan di lapangan menunjukkan adanya kebocoran pada beberapa bagian jaringan air baku yang tampak dibiarkan mengalir. Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait kualitas pengerjaan proyek.

"Saya lihat banyak sekali rembesan air yang keluar, padahal sudah dua kalimi perbaiki, ini baru baru lagi selesai diperbaiki tapi masih merembes," ungkap salah seorang warga Desa Paitana yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi tersebut dinilai ironis, mengingat proyek Jaringan Air Baku Bendungan Karalloe Tahap II digadang-gadang sebagai infrastruktur penting untuk mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat Jeneponto.

“Anggarannya kurang lebih Rp26 M, tapi hasilnya mengecewakan. Waktu baru dibangun saja itu sudah bocor, ini lagi sudah dua kalaimi diperbaiki masih bocor masih banyak rembesan,” ungkap seorang warga Desa Paitana dengan nada kesal, Selasa (20/01/2026).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya