Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Temukan Korban Ketiga ATR 42-500
Najmi S Limonu
Rabu, 21 Januari 2026 - 19:45 WIB
Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 pada hari kelima operasi pencarian, Rabu (21/1/2026). Korban tersebut merupakan korban ketiga yang ditemukan sejak proses pencarian dimulai.
Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 12.30 Wita.
“Salah satu korban, telah ditemukan hari ini, pukul 12.30 Wita,” ungkapnya saat ditemui wartawan di Kantor Basarnas Makassar, Rabu malam (21/1/2026).
Syafii menyampaikan, hingga saat ini jenis kelamin korban ketiga tersebut belum dapat dipastikan. Tim SAR masih berupaya melakukan proses evakuasi dari lokasi penemuan.
“Korban ketiga ini sedang diusahakan proses untuk dievakuasi. Kita mengharapkan bisa kita geser ke titik dimana tadi pagi evakuasi korban. Karena itu yang paling cepat, dan menggunakan jalur udara,” ujarnya.
Menurutnya, jalur udara masih menjadi prioritas utama dalam proses evakuasi, mengingat sejumlah pesawat telah disiagakan untuk mendukung pengangkutan korban maupun bagian tubuh korban yang ditemukan.
Ia menambahkan, korban ketiga ditemukan tidak jauh dari sektor satu dan sektor empat, tepatnya di kedalaman jurang kurang dari 1.000 meter.
Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 12.30 Wita.
“Salah satu korban, telah ditemukan hari ini, pukul 12.30 Wita,” ungkapnya saat ditemui wartawan di Kantor Basarnas Makassar, Rabu malam (21/1/2026).
Syafii menyampaikan, hingga saat ini jenis kelamin korban ketiga tersebut belum dapat dipastikan. Tim SAR masih berupaya melakukan proses evakuasi dari lokasi penemuan.
“Korban ketiga ini sedang diusahakan proses untuk dievakuasi. Kita mengharapkan bisa kita geser ke titik dimana tadi pagi evakuasi korban. Karena itu yang paling cepat, dan menggunakan jalur udara,” ujarnya.
Menurutnya, jalur udara masih menjadi prioritas utama dalam proses evakuasi, mengingat sejumlah pesawat telah disiagakan untuk mendukung pengangkutan korban maupun bagian tubuh korban yang ditemukan.
Ia menambahkan, korban ketiga ditemukan tidak jauh dari sektor satu dan sektor empat, tepatnya di kedalaman jurang kurang dari 1.000 meter.