home news

Opini

Jayapura: Jangan Sampai Kita Terlalu Cepat Melupakan Akar

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:53 WIB
Muhammad Rifai Darus (MRD) (Pendamping Gubernur Papua dalam sebuah perjalanan). Foto: Istimewa
Muhammad Rifai Darus (MRD)(Pendamping Gubernur Papua dalam sebuah perjalanan)

KEMARIN, sebelum melanjutkan perjalanan dengan Kereta Cepat Whoosh ke Bandung, saya dan Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, singgah sejenak di sebuah masjid kecil dekat stasiun Guna melaksanakan salat Jum'at. karpetnya begitu empuk dan suasana cukup sejuk sebelum jamaahnya mulai berdatangan. Tidak ada protokoler, tidak ada kamera. Hanya jeda singkat sebelum keberangkatan.

Kami duduk tanpa banyak bicara pada awalnya.

Di luar, kereta cepat itu berdiri gagah simbol percepatan Indonesia. Negeri ini memang sedang berlari. Dan kita semua tahu, dalam banyak hal, kita memang tidak boleh berjalan lambat.

Saya memandang kereta itu agak lama, mungkin lebih lama dari biasanya. Lalu saya berkata pelan: “Bapak Gub, pembangunan bisa melesat seperti ini. Tapi masyarakat kita di Papua tidak hidup dengan logika kecepatan. Mereka hidup dengan ritme adat. Kalau kita terlalu cepat tanpa mendengar, bisa ada yang tertinggal… dan yang tertinggal itu biasanya yang paling rentan,”

Ia diam. Saya tahu itu cara beliau mencerna sesuatu.

Beberapa saat kemudian beliau berkata, singkat saja:“Papua boleh maju. Tapi jangan sampai kehilangan dirinya.”
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya