home news

Opini

Islam Tinggi

Minggu, 01 Maret 2026 - 14:00 WIB
Syarifuddin Jurdi, Dosen UIN Alauddin Makassar dan Komisioner KPU Prov. Sulsel 2018-2023. Foto: Istimewa
Oleh: Syarifuddin Jurdi

Dosen UIN Alauddin Makassar



Istilah Islam tinggi (high Islam) dan Islam rendah (low Islam) saya rujuk pada tulisan Ernest Gellner yang menunjukan pada kualifikasi seorang muslim dalam aktualisasi dirinya di masyarakat. istilah-istilah tersebut bisa lebih panjang kalau diurut berdasarkan hasil analisis para ilmuwan mengenai ekspresi keagamaan umat Islam, suatu fenomena sosiologi yang umum terjadi dalam masyarakat.

Setiap individu muslim, baik rakyat biasa, intelektual atau semua orang yang memiliki kualifikasi tertentu dapat memberikan dukungan argumentasi terhadap sesuatu peristiwa yang terjadi, baik dalam hal ibadah, muamalah dan urusan agama lainnya.



Islam tinggi memiliki kualifikasi ketaatan pada doktrin agama dan aturan hukum yang berlaku, Rasulullah saw bersabda "Al-Islam ya'lu wa la yu'la 'alaih", Islam itu tinggi/unggul dan tidak ada yang mengunggulinya, ketinggian ini merujuk pada kebenaran ajarannya, kemuliaan nilainya, serta kontribusi positif terhadap kemanusiaan. Umat Muslim diharapkan terus meningkatkan kualitas diri dan berbuat yang terbaik sebagai cerminan ajaran yang tinggi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya