Opini
Islam Ibadah dan Islam Politik
Syarifuddin Jurdi
Sabtu, 07 Maret 2026 - 13:05 WIB
Syarifuddin Jurdi, Dosen UIN Alauddin Makassar dan Komisioner KPU Prov. Sulsel 2018-2023. Foto: Istimewa
Oleh: Syarifuddin Jurdi
Dosen UIN Alauddin Makassar
Istilah yang disematkan kepada Islam memang tidaklah sedikit, varian yang muncul akibat ekspresi Islam yang tidak sama, termasuk istilah yang saya gunakan dalam tulisan ini yakni Islam ibadah.
Istilah ini mempunyai makna yang hampir sama dengan istilah Islam budaya atau Islam masjid, suatu model Islam yang memiliki orientasi spiritualitas yang tinggi, model Islam ini tidak dicurigai oleh kekuatan luar, termasuk negara atau kekuasaan, karena Islam ibadah merupakan jenis Islam yang hanya fokus dengan kegiatan spiritual.
Islam ibadah atau Islam kultural sebenarnya suatu strategi yang diterapkan oleh kalangan Islam atau gerakan sosial Islam untuk menghilangkan kesan adanya keterkaitan dengan politik praktis, politik yang berhubungan dengan upaya perebutan kekuasaan.
Usaha untuk menghilangkan kesan bahwa Islam ibadah atau Islam kultural itu steril dari ususan politik dan kekuasaan, mungkin sebagian dianggap berhasil, sehingga kegiatan yang berurusan dengan ibadah jalan terus tanpa terganggu dengan pengawasan atau intimidasi kekuasaan, meski sejatinya suatu tindakan sosial dengan menggunakan strategi kultural pada prinsipnya tidak steril dari motif-motif politik.
Pada masa kekuasaan yang phobia terhadap Islam, langkah Islam ibadah merupakan strategi yang cukup manjur untuk “menyelamatkan” eksistensi dari pengaruh kekuasaan.
Dosen UIN Alauddin Makassar
Istilah yang disematkan kepada Islam memang tidaklah sedikit, varian yang muncul akibat ekspresi Islam yang tidak sama, termasuk istilah yang saya gunakan dalam tulisan ini yakni Islam ibadah.
Istilah ini mempunyai makna yang hampir sama dengan istilah Islam budaya atau Islam masjid, suatu model Islam yang memiliki orientasi spiritualitas yang tinggi, model Islam ini tidak dicurigai oleh kekuatan luar, termasuk negara atau kekuasaan, karena Islam ibadah merupakan jenis Islam yang hanya fokus dengan kegiatan spiritual.
Islam ibadah atau Islam kultural sebenarnya suatu strategi yang diterapkan oleh kalangan Islam atau gerakan sosial Islam untuk menghilangkan kesan adanya keterkaitan dengan politik praktis, politik yang berhubungan dengan upaya perebutan kekuasaan.
Usaha untuk menghilangkan kesan bahwa Islam ibadah atau Islam kultural itu steril dari ususan politik dan kekuasaan, mungkin sebagian dianggap berhasil, sehingga kegiatan yang berurusan dengan ibadah jalan terus tanpa terganggu dengan pengawasan atau intimidasi kekuasaan, meski sejatinya suatu tindakan sosial dengan menggunakan strategi kultural pada prinsipnya tidak steril dari motif-motif politik.
Pada masa kekuasaan yang phobia terhadap Islam, langkah Islam ibadah merupakan strategi yang cukup manjur untuk “menyelamatkan” eksistensi dari pengaruh kekuasaan.