Kembali Fitri, Menentukan Arah Demokrasi di Waktu Sunyi
Samsir Salam
Minggu, 22 Maret 2026 - 09:57 WIB
Samsir Salam (Ketua Bawaslu Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan)
Oleh: Samsir Salam
(Ketua Bawaslu Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan)
IDULFITRI selalu kita rayakan sebagai momentum kembali ke fitrah, yaitu kembali menjadi manusia yang jujur, bersih, dan penuh kesadaran moral. Namun di balik suasana saling memaafkan, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yakni arah masa depan kita justru sedang ditentukan di masa-masa yang sunyi seperti sekarang.
Kita tidak sedang berada dalam hiruk-pikuk pemilu. Tidak ada kampanye, tidak ada mobilisasi massa, dan tidak ada euforia kontestasi. Justru dalam kesunyian inilah fondasi demokrasi dibangun, atau sebaliknya dibiarkan rapuh tanpa disadari.
Ramadan adalah bulan tarbiyah, yaitu bulan pendidikan yang membentuk kejujuran, melatih pengendalian diri, dan menanamkan empati. Ia seharusnya melahirkan manusia yang tidak hanya taat dalam ibadah, tetapi juga berintegritas dalam kehidupan sosial. Namun pertanyaannya, apakah nilai-nilai itu benar-benar kita bawa keluar dari Ramadhan?
Allah SWT mengingatkan:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
(Ketua Bawaslu Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan)
IDULFITRI selalu kita rayakan sebagai momentum kembali ke fitrah, yaitu kembali menjadi manusia yang jujur, bersih, dan penuh kesadaran moral. Namun di balik suasana saling memaafkan, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yakni arah masa depan kita justru sedang ditentukan di masa-masa yang sunyi seperti sekarang.
Kita tidak sedang berada dalam hiruk-pikuk pemilu. Tidak ada kampanye, tidak ada mobilisasi massa, dan tidak ada euforia kontestasi. Justru dalam kesunyian inilah fondasi demokrasi dibangun, atau sebaliknya dibiarkan rapuh tanpa disadari.
Ramadan adalah bulan tarbiyah, yaitu bulan pendidikan yang membentuk kejujuran, melatih pengendalian diri, dan menanamkan empati. Ia seharusnya melahirkan manusia yang tidak hanya taat dalam ibadah, tetapi juga berintegritas dalam kehidupan sosial. Namun pertanyaannya, apakah nilai-nilai itu benar-benar kita bawa keluar dari Ramadhan?
Allah SWT mengingatkan:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)