home news

UNM dan Farida Effect

Jum'at, 24 April 2026 - 07:53 WIB
Muhammad Rhesa, Dosen Psikologi FIKK UNM dan Anggota Forum Dialektika Hukum dan Kebijakan UNM. Foto: Istimewa
Oleh: Muhammad Rhesa

(Dosen Psikologi FIKK UNM dan Anggota Forum Dialektika Hukum dan Kebijakan UNM)

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNM, Prof Dr Farida Patittingi, SH M Hum atau yang akrab disapa Prof Farida memasuki semester kedua dalam mengemban amanah memimpin UNM.

Hal ini setelah diterimanya mandat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada November 2025 yang semula sebagai pelaksana harian. Meski durasi peran Prof Farida terbatas, dalam pandangan penulis, beliau sungguh berusaha memberikan efek signifikan bagi UNM.

Langkah pertama dimulai dengan kunjungan dan silaturahmi ke setiap fakultas dan sekolah pascasarjana hingga unit-unit tenaga kependidikan yang ada di UNM. Pola yang bisa dimaknai sebagai upaya untuk memahami anatomi UNM sekaligus “ketuk pintu” agar satu chemistry dengan civitas kampus orange.

Beberapa langkah stratejik berikutnya yang diupayakan di antaranya: meningkatkan alokasi anggaran penelitian hingga dua puluh dua kali lipat, stimulasi minat riset melalui insentif, dan demokratisasi anggaran Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) bagi jurusan atau program studi.

Beliau juga menambahkan item psikotes bagi calon dekan yang bertarung, kemudian membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) dengan model seleksi terbuka, hingga yang sangat fundamental secara kelembagaan yaitu mendorong prinsip check and balances peran senat yang tertuang dalam statuta UNM.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya