home news

Perempuan, Gender, dan Kepemimpinan Pendidikan

Senin, 27 April 2026 - 11:22 WIB
Dosen Administrasi Pendidikan UNM, Andi Tenri Abeng. Foto: Dokumen Pribadi
Oleh: Andi Tenri Abeng

Dosen Administrasi Pendidikan UNM

Setiap tanggal 21 April, Indonesia bersukacita merayakan Hari Kartini sebagai simbol emansipasi perempuan. Berbagai kegiatan digelar di sekolah, kantor pemerintahan, hingga ruang publik.

Namun, di balik perayaan tersebut, muncul pertanyaan reflektif: Sejauh mana perempuan telah memperoleh kesetaraan, khususnya dalam kepemimpinan pendidikan berbasis gender?.

Sebelum jauh melihat persoalan tersebut, mari kita dudukkan dulu perkara perempuan sebagai jenis kelamin dan perempuan sebagai sebuah gender. Sebab, sejarah perdebatan tentang kepemimpinan berbasis gender, selalu dikaitkan dengan perbedaan kepemimpinan laki-laki dan perempuan.

Gender berbeda dengan jenis kelamin (sex). Jenis kelamin merujuk pada perbedaan biologis yang melekat pada laki-laki dan perempuan sejak lahir, seperti perbedaan pada fungsi reproduksi dan ciri-ciri fisik tertentu.

Sementara itu, perempuan memiliki karakteristik biologis yang berkaitan dengan fungsi reproduksi, seperti kemampuan untuk mengalami menstruasi dan menyusui (Hermanto, 2017).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya