home news

Karantina Sulsel Serahkan Puluhan Reptil Hasil Penindakan ke BBKSDA

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:00 WIB
Karantina Sulawesi Selatan menyerahkan puluhan reptil hasil penindakan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan. Foto/Istimewa
Upaya perlindungan sumber daya alam hayati kembali diperkuat melalui kerja sama antarinstansi di Sulawesi Selatan. Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Sulawesi Selatan Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyerahkan puluhan reptil hasil penindakan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan.

Satwa-satwa tersebut sebelumnya diamankan dari hasil pengawasan terhadap KM Sinabung dan diketahui merupakan jenis reptil endemik asal Papua.

Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah mengatakan, penyerahan satwa dilakukan sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam upaya pelindungan satwa liar dan menjaga kelestarian ekosistem. Selain itu, sebagai wujud dalam penegakan aturan karantina.

“Satwa hasil penindakan telah kami serahkan kepada BBKSDA Sulawesi Selatan untuk mendapatkan penanganan dan tindak lanjut sesuai ketentuan konservasi. Sinergi antarinstansi sangat penting untuk memastikan satwa liar yang diamankan dapat ditangani dengan baik,” ujar Sitti Chadidjah dalam siaran pers di Makassar, Sulawesi Selatan.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil identifikasi bersama BBKSDA Sulawesi Selatan, reptil yang diamankan terdiri atas 45 ekor biawak hijau, 11 ekor biawak pohon totol biru, 22 ekor biawak ekor biru, 1 ekor biawak papua, 7 ekor ular sanca hijau,2 ekor ular sanca air papua dan 7 ekor ular sanca bibir putih yang merupakan satwa endemik asal Papua.

Saat ditemukan, kondisi sebagian satwa cukup memprihatinkan karena disimpan di dalam botol air mineral dan boks sempit tanpa ventilasi memadai.

Menurut Sitti Chadidjah, pengawasan terhadap lalu lintas satwa dan media pembawa lainnya akan terus diperketat guna mencegah praktik penyelundupan ilegal yang dapat membahayakan kelestarian satwa serta berpotensi membawa penyakit hewan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya