Pupuk Indonesia Pastikan Penyaluran Pupuk Subsidi Sesuai Prinsip 7T
Tri Yari Kurniawan
Senin, 08 Juni 2026 - 16:54 WIB
Pupuk Indonesia berkomitmen menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai prinsip 7T. Foto/Istimewa
PT Pupuk Indonesia (Persero) bergerak cepat menindaklanjuti informasi terkait ketersediaan pupuk bersubsidi di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, serta isu penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Regional CEO 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang menyampaikan aspirasi terkait penyaluran pupuk subsidi dalam sejumlah kuliah umum yang dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi terkait ketersediaan dan harga pupuk subsidi. Masukan ini menjadi bentuk kontrol sekaligus evaluasi bagi kami dalam memastikan distribusi pupuk berjalan dengan baik,” ujar Wisnu.
Ia menegaskan, Pupuk Indonesia berkomitmen menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai prinsip 7T, yakni tepat sasaran, tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat tempat, dan tepat mutu.
Informasi mengenai ketersediaan pupuk subsidi di Kecamatan Bontomarannu disampaikan oleh seorang mahasiswa saat kuliah umum Menteri Pertanian di Universitas Hasanuddin. Sementara isu terkait penerapan HET pupuk subsidi di Kecamatan Ponre disampaikan dalam kuliah umum di Universitas Negeri Makassar.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pupuk Indonesia menurunkan tim pemasaran untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan. Hasilnya, stok pupuk bersubsidi di Kecamatan Bontomarannu dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan petani.
Saat ini, empat kios resmi atau Penerima Pada Titik Serah (PPTS) di wilayah tersebut memiliki stok pupuk bersubsidi berupa 60 ton pupuk urea dan 16,3 ton pupuk NPK yang dapat ditebus oleh petani terdaftar sesuai alokasi yang telah ditetapkan pemerintah.
Regional CEO 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang menyampaikan aspirasi terkait penyaluran pupuk subsidi dalam sejumlah kuliah umum yang dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi terkait ketersediaan dan harga pupuk subsidi. Masukan ini menjadi bentuk kontrol sekaligus evaluasi bagi kami dalam memastikan distribusi pupuk berjalan dengan baik,” ujar Wisnu.
Ia menegaskan, Pupuk Indonesia berkomitmen menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai prinsip 7T, yakni tepat sasaran, tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat tempat, dan tepat mutu.
Informasi mengenai ketersediaan pupuk subsidi di Kecamatan Bontomarannu disampaikan oleh seorang mahasiswa saat kuliah umum Menteri Pertanian di Universitas Hasanuddin. Sementara isu terkait penerapan HET pupuk subsidi di Kecamatan Ponre disampaikan dalam kuliah umum di Universitas Negeri Makassar.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pupuk Indonesia menurunkan tim pemasaran untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan. Hasilnya, stok pupuk bersubsidi di Kecamatan Bontomarannu dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan petani.
Saat ini, empat kios resmi atau Penerima Pada Titik Serah (PPTS) di wilayah tersebut memiliki stok pupuk bersubsidi berupa 60 ton pupuk urea dan 16,3 ton pupuk NPK yang dapat ditebus oleh petani terdaftar sesuai alokasi yang telah ditetapkan pemerintah.