home news

Perkuat Ekosistem Logistik, Karantina Sulsel Sosialisasi Alur Layanan Sertifikasi

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:48 WIB
Kepala Karantina Sulsel, Sitti Chadidjah, bersama pimpinan instansi lain berfoto bersama di sela acara sosialisasi alur layanan sertifikasi karantina. Foto/Tri Yari Kurniawan
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulsel) menggelar sosialisasi alur layanan sertifikasi karantina bagi pengguna jasa di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Kamis (11/6).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Karantina Sulsel tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus forum koordinasi untuk memperkuat ekosistem logistik, termasuk mendukung kelancaran arus barang, menjaga rantai pasok nasional, dan memperkuat pengawasan lalu lintas komoditas yang berpotensi membawa hama maupun penyakit.

Kepala Karantina Sulsel, Sitti Chadidjah, mengatakan Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar memiliki peran strategis sebagai salah satu simpul logistik utama di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pelayanan berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek perlindungan sumber daya hayati.

“Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar merupakan salah satu simpul logistik strategis di Indonesia Timur. Karena itu, diperlukan dukungan bersama, partisipasi masyarakat, serta koordinasi yang kuat antar pemangku kepentingan agar pelayanan berjalan optimal dan lalu lintas komoditas tetap lancar, tanpa mengabaikan upaya pelindungan sumber daya hayati,” ujarnya.

Menurut Chadidjah, tantangan sektor logistik dan perdagangan saat ini semakin kompleks seiring meningkatnya mobilitas manusia dan komoditas, baik antarwilayah maupun antarnegara. Kondisi tersebut menuntut sinergi yang lebih kuat antarinstansi serta partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung sistem biosekuriti nasional.

Ia menilai, pelayanan logistik yang lancar dan pengawasan biosekuriti yang efektif akan berkontribusi pada peningkatan daya saing perdagangan dan investasi, khususnya di Sulawesi Selatan.

Data BEST TRUST Badan Karantina Indonesia menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga Mei 2025, Karantina Sulsel telah menerbitkan 72.044 sertifikat karantina. Jumlah tersebut terdiri atas 6.060 sertifikat ekspor, 326 sertifikat impor, 32.899 sertifikat domestik keluar, dan 32.759 sertifikat domestik masuk. Sementara itu, nilai ekspor hingga triwulan pertama tahun ini tercatat mencapai lebih dari Rp2,1 triliun berdasarkan nilai deklarasi eksportir.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya