home news

Pertamina Pastikan Stok BBM Sulsel Aman, Antrean Dipicu Lonjakan Permintaan

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:21 WIB
Pertamina menyatakan lonjakan permintaan dari kendaraan pribadi hingga angkutan logistik menjadi pemicu antrean BBM di sejumlah SPBU Lingkup Sulawesi, termasuk Sulsel. Foto/Tri Yari Kurniawan
Di tengah antreanpanjang kendaraan disejumlah SPBU Sulawesi Selatan (Sulsel), Pertamina Patra NiagaRegional Sulawesi memastikantidak terjadi kelangkaanbahan bakar minyak(BBM). Pertamina menyatakanlonjakan permintaan darikendaraanpribadi hingga angkutanlogistik menjadi pemicuantrean, sementara distribusi terusdioptimalkan agar pasokantetap terjaga.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pihaknya memahami kondisi yang terjadi di lapangan. Namun, ia menegaskan distribusi BBM ke seluruh SPBU tetap berjalan rutin dan terus dioptimalkan sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

"Kami memahami adanya antrean di lapangan yang disebabkan tingginya demand di Sulawesi Selatan. Namun kami terus melakukan optimalisasi distribusi agar penyaluran dapat dilakukan tepat waktu. Kami juga memastikan pasokan BBM dalam kondisi aman dan distribusi ke seluruh SPBU tetap berjalan secara rutin," ujar Lilik.

Selain memastikan ketersediaan stok, Pertamina juga terus memantau realisasi penyaluran BBM bersubsidi. Hingga Semester I 2026, penyaluran Biosolar di Sulawesi Selatan telah mencapai sekitar 54 persen dari kuota tahunan, sedangkan Pertalite terealisasi sekitar 49 persen. Capaian tersebut masih dinilai sesuai dengan target penyaluran yang telah ditetapkan.

Pada 2026, kuota Pertalite untuk Sulawesi Selatan ditetapkan sebesar 1.136.082 kiloliter (KL), sementara kuota Biosolar mencapai 744.937 KL. Realisasi penyaluran tersebut terus dievaluasi bersama BPH Migas setiap tiga bulan.

Menurut Lilik, lonjakan permintaan BBM tidak hanya berasal dari kendaraan pribadi, tetapi juga dipengaruhi aktivitas angkutan logistik dan bus penumpang yang cukup tinggi di jalur poros Sulawesi.

Sales Branch Manager Fuel Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fandy Achmad Sitaba, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah penyesuaian agar distribusi lebih cepat menjangkau wilayah yang mengalami antrean.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya