home news

Mentan Bongkar Dugaan Mafia Beras Fortifikasi, Harga Tembus Rp42 Ribu per Kg

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:10 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membongkar dugaan praktik permainan dalam penjualan beras fortifikasi yang dipasarkan dengan harga jauh di atas kewajaran. Foto/Istimewa
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membongkar dugaan praktik permainan dalam penjualan beras fortifikasi yang dipasarkan dengan harga jauh di atas kewajaran meski diduga tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Hasil uji laboratorium Kementerian Pertanian menunjukkan sejumlah produk tidak memenuhi ketentuan SNI 9314:2024 tentang Kernal Fortifikan dan SNI 9372:2025 tentang Beras Fortifikasi, namun tetap dijual hingga Rp42.000 per kilogram.

Temuan tersebut dinilai mencederai tujuan program fortifikasi pangan yang dirancang untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti penderita stunting dan kekurangan gizi.

"Hasil laboratorium kami menunjukkan ada beras fortifikasi yang tidak sesuai ketentuan SNI. Padahal, beras ini harus diperkaya vitamin B, asam folat, vitamin B12, zat besi, seng, dan kandungan lain sesuai standar. Ini darurat kedua. Memang tidak taubat," kata Mentan Amran dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (30/7).

Berdasarkan pengambilan sampel di berbagai daerah, Kementerian Pertanian menemukan harga beras fortifikasi rata-rata mencapai sekitar Rp22.000 per kilogram, bahkan ada yang dijual hingga Rp42.000 per kilogram. Padahal, menurut Amran, tambahan biaya proses fortifikasi hanya berkisar Rp700 hingga Rp1.000 per kilogram.

"Kalau menggunakan beras medium, kemudian ditambah kernel fortifikasi, biaya tambahannya hanya sekitar Rp700 sampai Rp1.000 per kilogram. Seharusnya harga akhirnya masih sangat wajar. Tapi ini dijual Rp20 ribu, bahkan Rp42 ribu per kilogram. Masuk akal tidak?" ujarnya.

Menurut Amran, harga tersebut tidak dapat dibenarkan, baik dari sisi ekonomi maupun moral. Terlebih, beras fortifikasi diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan asupan gizi tambahan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya