Milad ke-28, IJTI Sulselbar Soroti Krisis Ekosistem Pers di Era Digital
Tim SINDOmakassar
Minggu, 09 Agustus 2026 - 10:24 WIB
IJTI Pengurus Daerah Sulselbar menggelar diskusi publik bertajuk Beyond Journalism Go To Campus di Taman Firdaus, UMI, Makassar, Sabtu (8/8/2026) malam. Foto/Istimewa
Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menyoroti tekanan yang dihadapi industri pers dan jurnalis di tengah disrupsi digital. Persoalan tersebut dibahas dalam diskusi publik bertajuk Beyond Journalism Go To Campus di Taman Firdaus, Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sabtu (8/8/2026) malam.
Diskusi yang menjadi rangkaian Milad ke-28 IJTI itu mengangkat tema "Krisis Ekosistem Pers di Era Disrupsi Digital: Perlindungan Jurnalis dan Regulasi yang Berkeadilan".
Sejumlah pembicara hadir dalam forum tersebut, yakni anggota Komisi I DPR RI Syamsul Rizal atau Daeng Ical, anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo, serta Asisten Wakil Rektor III UMI, Andi Surahmi Batara. Diskusi dimoderatori Firda Jumardi.
Ketua IJTI Pengda Sulselbar, Andi Muhammad Sardi, mengatakan perubahan pola distribusi informasi ke platform digital telah berdampak besar terhadap bisnis media, termasuk pergeseran belanja iklan dan meningkatnya tekanan ekonomi perusahaan pers.
Di sisi lain, jurnalis dituntut bekerja semakin cepat dan menghasilkan lebih banyak informasi, sementara kesejahteraan dan perlindungan terhadap mereka belum selalu memadai.
"Jurnalisme sedang berubah. Industri pers sedang tertekan, dan jurnalis berada di tengah-tengah perubahan itu," kata Sardi dalam sambutannya.
Menurut dia, persoalan tersebut juga beririsan dengan keselamatan jurnalis di lapangan. Wartawan masih menghadapi tekanan, intimidasi, kekerasan hingga ancaman kriminalisasi saat menjalankan tugas jurnalistik.
Diskusi yang menjadi rangkaian Milad ke-28 IJTI itu mengangkat tema "Krisis Ekosistem Pers di Era Disrupsi Digital: Perlindungan Jurnalis dan Regulasi yang Berkeadilan".
Sejumlah pembicara hadir dalam forum tersebut, yakni anggota Komisi I DPR RI Syamsul Rizal atau Daeng Ical, anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo, serta Asisten Wakil Rektor III UMI, Andi Surahmi Batara. Diskusi dimoderatori Firda Jumardi.
Ketua IJTI Pengda Sulselbar, Andi Muhammad Sardi, mengatakan perubahan pola distribusi informasi ke platform digital telah berdampak besar terhadap bisnis media, termasuk pergeseran belanja iklan dan meningkatnya tekanan ekonomi perusahaan pers.
Di sisi lain, jurnalis dituntut bekerja semakin cepat dan menghasilkan lebih banyak informasi, sementara kesejahteraan dan perlindungan terhadap mereka belum selalu memadai.
"Jurnalisme sedang berubah. Industri pers sedang tertekan, dan jurnalis berada di tengah-tengah perubahan itu," kata Sardi dalam sambutannya.
Menurut dia, persoalan tersebut juga beririsan dengan keselamatan jurnalis di lapangan. Wartawan masih menghadapi tekanan, intimidasi, kekerasan hingga ancaman kriminalisasi saat menjalankan tugas jurnalistik.